Joker, Dibentuk oleh Rasa Sakit dan Dibesarkan Bersama Nasib Buruk

Joker versi Todd tidak melanjutkan kisah The Dark Knight.

Diterbitkan 04 Oktober 2019, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mendengar nama Joker, yang terlintas di benak tentu ekspresi mendiang aktor Heath Ledger. “Why so serious?” tanya Joker dalam sebuah adegan.

“Jika kau punya keahlian tertentu, jangan pernah lakukan itu dengan cuma-cuma,” nasihat Joker di The Dark Knight. Joker di tangan Heath Ledger tanpa tanding. Batman pun tampak seperti pecundang di jilid ini. Ia penjahat murni. Motivasinya bukan uang. Terbukti, joker membakar tumpukan uang hasil rampokan. Jahat mah jahat saja, enggak perlu pakai motivasi. Sama seperti cinta mah cinta saja. 

Meninggal bersama peran Joker, penggemar militan DC Comic menyebut tak ada lagi yang mampu menghidupkan Joker sebagus Heath Ledger. Bahkan, saat peran ini diberikan pada Jaret Leto yang meraih Piala Oscar via Dallas Buyers Club, Joker jadi letoy.

 

Lalu, digagaslah biografi Joker pada Agustus 2016. Todd menyampaikan presentasi proyek Joker pada para petinggi Warner Bros. Lampu hijau pun menyala meski bujet produksi yang digelontorkan di level medium, 55 juta dolar AS (770 miliar rupiah).

Pertanyaan yang kemudian muncul, siapa pemeran Joker dan mampukah ia lepas dari bayang-bayang Heath Ledger? Joker versi Todd tidak melanjutkan kisah The Dark Knight. Ia berada di garis waktu berbeda dari serial induk. Teknologi di Gotham belum berevolusi. Alat komunikasi belum canggih. Tapi pergolakan kota ini memperlihatkan betapa si kaya dimusuhi, krisis ekonomi mencekik, dan kucuran dana untuk rakyat miskin disunat di sana-sini. Di salah satu apartemen kumuh Gotham, tinggal seorang janda bernama Penny Fleck (Frances Conroy).

* Dapatkan pulsa gratis senilai Rp 5 juta dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com di tautan ini.

 

Hidup Arthur yang Nestapa

Penny hidup bersama putranya Arthur Fleck (Joaquin Phoenix) yang berprofesi sebagai badut. Arthur bermimpi menjadi pelawak tunggal dan bintang tamu gelar wicara populer The Murray Franklin Show yang dipandu Murray (Robert De Niro).

Nasib buruk menghantui Arthur. Ia dirundung anak-anak muda Gotham. Properti badutnya dirusak hingga klien menuntut ganti rugi pada agen Arthur, Ted (Marc Maron). Arthur yang dipinjami pistol sahabatnya, Randall (Glenn Fleshler). Apes, ia tak sengaja menjatuhkan senjata itu saat menghibur anak-anak di rumah sakit.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Insiden ini membuat Arthur dipecat oleh agen. Belum lagi kebijakan pemerintah memangkas dana pengobatan bagi rakyat miskin. Mau tak mau Arthur yang mengidap penyakit mental harus mengupayakan pengobatan sendiri. Di tengah krisis ini, pengusaha Thomas Wayne (Brett Cullen) mencalonkan diri dalam pemilu Gotham. Arthur menanggapi sinis langkah politik Thomas. Apalagi, Thomas tak pernah merespons surat permohonan bantuan Penny. Penny adalah mantan karyawan di perusahaan Thomas 30 tahun silam.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan