Sukses

Sebelum Gundala, Ini 5 Akting Terbaik Abimana Aryasatya

Liputan6.com, Jakarta - Abimana Aryasatya panen pujian berkat performanya di Gundala. Memerankan Sancaka alias Gundala, Abimana Aryasatya melakukan transformasi fisik.

Salah satunya menurunkan berat badan hingga 12 kilogram. Baru turun 8 kilogram, Abimana Aryasatya setop.

Kepada Showbiz Liputan6.com, Abimana Aryasatya menyatakan, “Kalau dipaksakan turun 4 kilogram lagi, nanti pipi saya terlihat kempot, terlalu cekung, malah kayak (maaf) pencandu narkoba.”

Ini bukan kali pertama Abimana Aryasatya tampil meyakinkan. Sebelum Gundala, setidaknya ada 5 film yang menampilkan akting keren Abimana Aryasatya. Apa saja? 

2 dari 6 halaman

1. Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss! Part 1 (2016)

Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss! Part 1 menuntut ayah 4 anak ini mengubah fisik dengan mengenakan prostetis dan gigi palsu. Ia pun menjelma menjadi komedian legendaris Wahyu Sardono alias Dono.

“Ketika syuting di hutan, ada adegan Abimana menginjak kakinya sendiri. Lalu saya menoleh ke arahnya. Saat itu yang saya lihat bukan Abimana melainkan almarhum Dono. Itu bikin saya merinding. Akting Abimana benar-benar mengalihkan perhatian saya,” beri tahu Tora Sudiro, pemeran Indro.

Lewat film ini, Abimana Aryasatya diganjar nominasi Piala Citra Pemeran Utama Pria Terbaik. Ia menang di ajang Indonesia Box Office Movie Awards untuk kategori yang sama.

3 dari 6 halaman

2. Belenggu (2013)

Salah satu film Indonesia terbaik pada tahunnya, diganjar 13 nominasi Piala Citra termasuk Pemeran Utama Pria Terbaik untuk Abimana.

Performanya sebagai Elang bagaikan detak jatung yang menghidupkan Belenggu bahkan sejak menit awal. Thriller psikologis ini menampilkan Elang di dalam mobil ditemani dua mayat.

Lalu misteri demi misteri meneror penonton. Konfirmasi atas apa yang menimpa Elang muncul di menit-menit akhir. Elang poros sekaligus titik balik Belenggu. Sebuah performa yang sangat layak diapresiasi.

4 dari 6 halaman

3. Catatan Harian Si Boy (2011)

Memerankan Andi, sahabat Satrio (Ario Bayu), Abimana Aryasatya mencuri perhatian berkat intepretasinya terhadap sejumlah dialog penting yang efektif membimbing penonton ke puncak konflik.

Film ini dibekali skrip yang luwes mengeksplorasi sejumlah karakter terutama Andi dan Herry (Albert Halim) layaknya Tom dan Jerry. Abimana sejak awal muncul dengan emosi yang bergejolak.

Walhasil, ia konsisten menyita perhatian pencinta film. Tokoh Andi memuluskan jalan Abimana meraih sejumlah pemeran utama di industri film.

5 dari 6 halaman

4: Alif, Lam, Mim (2015)

Trio Fajar, Bonty, dan Anggy Umbara membangun era baru sebuah negeri yang mengerucut pada tiga tokoh yakni Alif (Cornelio Sunny), Herlam (Abimana Aryasatya) dan Mimbo (Agus Kuncoro).

Dengan motivasi dan pola pikir berbeda, mereka menempuh jalan hidup yang unik. Tanpa mengesampingkan performa Agus dan Sunny, Abimana mengirim emosi dari hati yang membuat Herlam terasa hangat sekaligus powerful.

Aktingnya membawa keseimbangan bagi dua tokoh lain. Ia mengusung elemen drama serta ciamik dari aspek koreografi.

6 dari 6 halaman

5. Haji Backpacker (2014)

Sebuah perjalanan spiritual yang jauh dari kesan mengglorifikasi keyakinan tertentu dan tak jua menyepelekan pilihan hidup maupun budaya lain.

Haji Backpacker menyajikan Mada yang mencari jati diri dan memaknai iman dengan nyaris sempurna. Di tangan Abimana, Mada membuat penonton bersimpati sekaligus tersentuh.

Ia juga jadi umpan sehingga Laudya Cynthia Bella dan Laura Basuki tampil meyakinkan di sini. Sayang, film ini tak mampu melenggang ke tangga box office lantaran dirilis berbarengan dengan Annabelle.

(Wayan Diananto)

Loading
Artikel Selanjutnya
Joko Anwar Ucap Terima Kasih Atas Prestasi Selama 2019
Artikel Selanjutnya
Perempuan Tanah Jahanam Bakal Tayang di Festival Film Sundance