Exit: Maut Melawat Taman Impian, Adakah yang Mampu Bertahan?

Exit telah mengumpulkan laba kotor lebih dari 60 juta dolar AS (sekitar 850 miliar rupiah).

Diterbitkan 01 September 2019, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Entah ada berapa juta film di dunia ini yang menampilkan premis from zero to hero atau from nobody to somebody. Rumus klasik lagi klise ini kembali diusung film asal Korea Selatan, Exit, dengan judul asli Eksiteu.

Bergerak dengan tema klise, mengapa Exit masih bisa menggoyang tangga box office Korea Selatan? Sebagai informasi, film ini menyerap 7 juta penonton selama belasan hari penayangan. Hingga artikel ini disusun, Exit telah mengumpulkan laba kotor lebih dari 60 juta dolar AS (sekitar 850 miliar rupiah).

Padahal biaya produksi film ini hanya 10 juta dolar AS (sekitar 140 miliar rupiah). Ledakan Exit sebenarnya sudah tampak pada hari pertama penayangan, dengan menyerap 490 ribu penonton, melewati sejuta penonton pada hari ketiga, mencapai 2 juta penonton hari keempat. Dalam sepekan, film ini menembus 3 juta penonton. Tak heran jika Exit kemudian diimpor oleh sejumlah negara termasuk Indonesia. Di Tanah Air, Exit mengguncang bioskop sejak pertengahan Agustus dan mampu bersaing dengan sejumlah film impor Hollywood.

Exit mengisahkan pemuda bernama Yong-Nam (Jo) yang gemar panjat tebing. Hidup Yong-Nam berantakan lantaran belum bekerja dan pernah ditolak perempuan. Kakaknya, Jung-Hyun (Kim) marah besar mendapati kamar Yong-Nam berantakan dan menyebut koleksi alat panjat tebingnya sampah.

Suatu hari, Yong-Nam merayakan ulang tahun ke-70 ibunya, Hyun-Ok (Go) di restoran Taman Impian, yang jaraknya jauh dari rumah. Sang ayah, Jang-Soo (Park) tak punya pilihan lain kecuali mendukung rencana ini.

Tak dinyana, manajer supervisi restoran Taman Impian adalah Eui Joo (Im), gadis yang ditaksir Yong-Nam. Pesta ulang tahun berlangsung meriah. Di belahan lain kota itu, seorang pria memberhentikan mobil tangki berisi gas. Ia mematahkan kunci kontak lalu membuka sejumlah keran. Gas di dalam tangki menyembur, menciptakan ruam di sekujur tubuh warga dan sesak napas yang berakhir dengan kematian. Seluruh kota gempar. Pesta ulang tahun ibunda Yong-nam berakhir dengan kepanikan dan upaya menyelamatkan diri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Salah, jika Anda menilai biang ketegangan Exit adalah gas beracun. Musibah bisa datang kapan saja dalam bentuk apa pun. Yang bikin deg-degan, bagaimana manusia menghadapi musibah. Exit menjadikan upaya para penyintas menyelamatkan diri sebagai bahan bakar ketegangan. Di antara warga sipil yang bergelimpangan ada segelintir manusia yang menolak untuk menyerah. Cerita lalu berfokus pada Yong-Nam, pengangguran yang bermetamorfosis jadi penyelamat keluarga, orang lain, baru kemudian diri sendiri.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Rizky Aditya SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan