Begini Keseruan Teater Musikal Harmoni Persahabatan

Dua tokoh besar ikut ambil bagian dalam operet Harmoni Persahabatan yang melibatkan para penyandang disabilitas.

Diterbitkan 14 Juli 2019, 05:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musik Hana Midori (MHM) kembali membuat sejarah baru dalam dunia Teater Musikal Indonesia. Teater Musikal untuk Perayaan Penyaji Naskah Terbaik SAPD ini, menggelar lakon bertajuk Harmoni Persahabatan.

Dalam teater musikal Harmoni Persahabatan yang dipentaskan di Ballroom Novotel Palembang (12/7/2019), Musik Hana Midori mengajak Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise  dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Kedua tokoh besar tersebut ikut ambil bagian  dalam operet Harmoni Persahabatan yang melibatkan para penyandang disabilitas dari sembilan provinsi di Indonesia.

Menteri Yohana dipercaya berperan sebagai Kepala Sekolah Inklusi, sementara Gubenur Heru berperan sebagai Wali Kelas.

Luar biasanya, dalam pentas Harmoni Persahabatan yang ditulis Yen Sinaringati, Ria Himawan (sutradara) dan Khairul Amin ini, penampilan dua tokoh besar itu dalam menjalankan perannya di panggung. bisa terlihat luwes.

Dibuat Terharu

Usai tampil, Gubernur Herman Deru mengaku sangat terharu dan bangga bisa terlibat dalam operet yang memperlihatkan kemampuan anak-anak disabilitas baik dalam bernyanyi, bermain musik, dan berpuisi.

"Mereka sama dengan kita yang normal, memiliki  intelektual dan bakat yang harus diasah. Saya tadi  ikutan menyanyi bersama mereka, bahkan  sampai berlinang menghabiskan beberapa tisu," katanya dengan kepada wartawan.

Gubernur menyebut bahwa Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tingkat daerah perlu lebih giat lagi dalam menyelenggarakan event semacam ini.

"Agar anak-anak penyandang disabilitas di sini punya ruang yang sama dengan mereka yang normal," kata Gubernur.

 

Kisah Sekolah Inklusi

Musik Hana Midori memang merancang ide naskah operet ini dari kisah sekolah inklusi yang ada di Palembang. Sekolah yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas ini sangat terbuka untuk menerima siswa umum.

"Biasanya kan sekolah umum yang menerima kehadiran siswa penyandang disabilitas. Kalau di sini malah sebaliknya,” kata Yen Sinaringati, Produser Eksekutif MHM di Palembang.

Yen menyebut bahwa pentas musikal tersebut dibuat sebagai bagian utama dari prosesi penyerahan hadiah untuk 15 Penyaji Terbaik dari Suara Anak Disabilitas (SAPD) oleh peserta Penyandang Disabilitas dengan tema “Dengarkan Curhatan Kami”. Kegiatan tersebut digagas oleh Deputi Bidang Perlindungan Anak KPPPA yang pelaksanaannya dikerjakan bersama MHM.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Kami ingin menampilkan penganugerahan kepada para Penyaji terbaik dengan suasana berbeda, tidak sekadar sebuah seremonial mainstream, di mana Menteri dan Gubernur berpidato, pemenangnya naik panggung menerima hadiah,” kata Yen.

Halaman
Show All
Hernowo Anggie, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan