"Badut Badut Jakarta" yang dipilih sebagai lagu kedua juga dibawakan Ahmad Albar dengan ciamik. Kemudian disusul dengan "Menjilat Matahari" serta "Damai yang Hilang".
Seperti juga "Suara Kita", "Badut Badut Jakarta" dan "Damai yang Hilang" diambil dari album Semut Hitam. Sedangkan "Menjilat Matahari" diambil dari album Raksasa.
Lagu-lagu dari album Semut Hitam memang sangat mendominasi. Dari total 10 lagu di album produksi Logiss Records itu, delapan di antaranya keluar dari kerongkongan Ahmad Albar di panggung musik PRJ.
Sebelum memainkan lagu kelima, Ahmad Albar sempat berujar, "Sekarang, sebuah karya dari Donny Fattah...."
Donny pun langsung beraksi dengan bassnya memainkan intro lagu "Musisi" yang begitu energik. Bukan hanya cabikan bassnya yang dahsyat, aksi panggung Donny juga sangat atraktif, seperti biasa.
Mengenakan kemeja tangan panjang gombrong warna merah dan ikat kepala panjang hitam, Donny kerap memancing perhatian. Apalagi saat memainkan isian-isian bass di beberapa part lagu.
Lagu ini sendiri pertama kali dirilis dalam album Cermin pada 1980. Namun, kembali dikeluarkan dengan aransemen baru di album Cermin 7, tahun 2016.
Di era tahun 1990-an, lagu ini juga sering dijadikan lagu wajib oleh panitia festival-festival atau ajang kompetisi band. Maklum, lagu yang awalnya berdurasi 4 menit, 26 detik ini memang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Â
Improvisasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2833083/original/073401900_1561013154-yaus.jpeg)
Di panggung, bapak-bapak Godbless juga berimprovisasi. Di tengah lagu, usai bagian interlude, Ian Antono memasukkan potong nada lagu nasional "Bangun Pemudi Pemuda" karangan Alfred Simanjuntak dengan melodi gitarnya.
Kelar menggeber "Musisi", Ahmad Albar kembali memainkan lagu dari album Semut Hitam, "Orang dalam Kaca".
Godbless lalu menaikkan tempo permainan mereka sekaligus adrenaline penonton, bahkan hingga maksimal saat memainkan "Maret 1989". Para penonton pun serempak melompat-lompat mengikuti irama lagu bertempo tinggi itu.
Yang menarik, dalam konser ini, Ian Antono sama sekali tidak mengunakan gitar akustik, bahkan dalam lagu balada, seperti "Rumah Kita" dan "Panggung Sandiwara", yang merupakan lagu dari album Ahmad Albar bersama Duo Kribo di tahun 1978. Ini lagu ciptaan Ian Antono yang liriknya ditulis penyair Taufiq Ismail.
Padahal, biasanya maestro gitar Indonesia ini selalu menggunakan gitar akustik saat memainkan lagu "Panggung Sandiwara" yang dikerap disandingkan dengan "Syair Kehidupan", yang kebetulan absen malam itu.
Kelar "Rumah Kita" dan "Panggung Sandiwara", Godbless kembali menaikkan tempo dengan memebawakan "Kehidupan" dan nomor dari album solo Ahmad Albar, "Bis Kota". Disusul kemudian dengan lagu "Sodom Gomorah" yang diambil dari album Cermin dan Cermin 7.
Kali ini, giliran Fajar yang mendapat kesempatan unjuk gigi. Di tengah lagu, pria yang juga drummer EdanE ini pun melakukan atraksi solo drum. Tak pelak, aksinya pun memancing riuh tepukan dan decak kagum penonton.
Godbless sendiri, sebenarnya ingin menyudahi konser mereka dengan "Semut Hitam" sesuai dengan set list yang mereka siapkan, seperti tercantum di kertas-kertas yang diletakkan di bibir panggung. Namun, karena penonton terus berteriak, "lagi, lagi, lagi...." mereka pun tak kuasa menolak.
Alhasil satu lagu lagi, sebagai pamungkas mereka geber, "Trauma".
Konser pun berakhir klimaks, para penonton pulang membawa kepuasan, kegembiraan.
Â
Penggemar Terkejut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2833528/original/058012000_1561031095-aha.jpeg)
"Luar biasa Godbless. Meski usia para personelnya tidak muda lagi, mereka masih bisa bermain konstan sepanjang konser," ujar wartawan senior sekaligus pemangat musik Denny Mr.
Sementara itu, Asriat Ginting, ketua GBCI, mengaku terkejut karena karena Godbless tampil dengan repertoar yang mayoritas bertempo tinggi. Namun, keterkejutan itu cepat berubah menjadi rasa bangga dan haru karena sang band idola selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk para penggemarnya.
"Tampaknya mereka memang telah mempersiapkan betul konser ini, sehingga bisa tampil begitu maksimal. Mereka memang benar-benar legenda," ujar Asriat. "Dan, kami, GBCI, datang ke PRJ hanya demi menonton Godbless."
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/403148/original/069059700_1450241274-edu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2833511/original/015886000_1561030543-oke1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/444811/original/029212100_1513789414-image.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257924/original/071361600_1781262129-Rumah_Indofood_-_jakarta_fair.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4479826/original/023098600_1687600675-Wara-Wiri_JFK_2023.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256816/original/017320400_1781170768-PRJ.jpeg)