X-Men Dark Phoenix: Tak Seburuk Yang Digambarkan Para Kritikus

Cerita X-Men Dark Phoenix bermula dari masa kecil salah satu mutan terkuat, yakni Jean Grey alias Phoenix.

Diterbitkan 16 Juni 2019, 12:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bisa jadi, emosi labil Jean yang dipicu oleh melodrama pertentangan batin dan diperparah oleh latar belakang keluarga. Karakternya terlalu labil, rapuh, dan berakibat pada jatuhnya korban yang menurut penikmat film, bisa jadi sang korban lebih mengundang simpati. Rentetan drama yang sebenarnya sepele ini meciptakan banyak konflik besar dan terkesan bombastis. Penuturannya kurang lancar, membuat kita terus berpikir mau ke mana cerita X-Men Dark Phoenix ini. Konfliknya kurang greget dan genting.

Selain jatuh korban, hadirnya Jean Grey membuat Charles sebagai pemimpin pun ketularan labil. Karismanya di mata sejumlah mutan dan para penonton memudar. Terlepas dari penyelesaiannya, penokohan dan pergerakan cerita membuat jilid pamungkas ini terkesan kurang akbar. Belum lagi efek visualnya kurang memikat. Namun bukan berarti film ini tak layak tonton. Ilustrasi musik Hans Zimmer mampu membimbing alur cerita sehingga terasa lebih dinamis.

Tak Sekadar Jahat Melawan Baik

Letupan emosi para tokoh membuat kita percaya bahwa mutan-mutan hebat ini masih punya hati. Dan selamanya akan punya hati. Kita melihat kekecewaan Hank alias Beast yang tergambar manusiawi.

Kita menyaksikan air mata Erik yang menetes. Juga penyesalan Charles di gerbong kereta yang tampak dalam. Ragam emosi yang tersaji, sejujurnya membuat X-Men Dark Phoenix terasa kaya. Tak sekadar si jahat melawan si baik. Siapa menang, siapa kalah.

Sebagai jilid akhir, X-Men Dark Phoenix memang kurang sesuai harapan. Namun film ini, menurut kami, tidak seburuk yang digambarkan para kritikus. Yang namanya film, bahkan peraih Oscar sekali pun, tentu ada celanya. X-Men Dark Phoenix dengan ragam emosinya masih menarik untuk ditonton. (Wayan Diananto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan