Hit & Run: Film Libur Lebaran yang Seru Buat Pecinta Aksi dan Komedi

Dengan genre komedi aksi, Hit & Run menerjemahkan identitasnya secara detail.

Diterbitkan 03 Juni 2019, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ia menciptakan jargon-jargon lucu agar mudah dikenali serta diingat penonton. Bakat pas-pasan. Dan soal karya, itu urusan nanti. Yang penting populer dulu. Kalau sudah populer, tawaran untuk berkarya akan datang dengan sendirinya. Anda tentu tahu siapa saja artis itu. Upi dan Fajar menyentil fenomena ini lewat Meisa yang dibawakan dengan kocak sekaligus berkarakter oleh Tatjana.

Lalu ada Lio yang entah mengapa sangat komikal. Penampilannya mungkin tak sepenuhnya lucu dan belum tentu bisa diterima semua penonton. Untuk sebuah awal, Chandra Liow mampu mengimbangi selera humor para tokoh di sekitarnya. Transformasi mengejutkan diperlihatkan Jefri Nichol. Terbiasa melihatnya sebagai cowok SMA ganteng, cerdas, broken home, dan rebellious, kini ia menjadi alay yang labil dengan pola pikir berlebihan. Menyiapkan nama bayi padahal pacarnya belum hamil adalah impian paling alay dan membuat kami terbahak.

Dunia yang Seru nan Sinting

Semua kegilaan ini bersumber dari naskah yang menyimpan banyak molotov tawa. Tak hanya membangun karakter, sejumlah ornamen seperti mobil yang dipakai untuk menjual makanan hingga lagu “Bukan Taman Safari” membuat kita percaya, dunia Tegar sangat seru sekaligus sinting.  

Sibuk melucu tak lantas membuat adegan aksi film ini tergarap ala kadarnya. Klimaks film ini menampilkan duel berdarah antara Joe dan Yayan. Tarung tangan kosong hingga menggunakan properti yang ada di gudang menciptakan tensi ketegangan yang terus menanjak. Hit & Run membagi karakter berdasarkan fungsi sekaligus mewakili genre. Joe cenderung memperkuat unsur aksi. Tatjana memberi efek romantis di beberapa adegan khususnya saat bermain piano. Jefri dan Chandra fokus ke komedi berbasis situasi dan kekonyolan.

Semua bermain sesuai porsi. Tak ada yang dominan maupun didominasi. Beberapa pemain senior seperti Mathias Muchus dan Karina Suwandi pun berhasil memancarkan karisma. Ada plot twist yang mereka bawa. Hit & Run adalah definisi hiburan untuk Lebaran. Unsur aksinya nampol. Lawakannya tidak klise. Kalau boleh meminjam istilah Mbak Meisa Sandriana, film ini kualitas lokal dengan citarasa komedi aksi yang terpampang nyata. Seperti itu ya, kaaan?

(Wayan Diananto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan