Sukses

Cara Cok Simbara Berperan Sebagai Orang Batak di Film Horas Amang

Liputan6.com, Jakarta - Aktor senior Cok Simbara mengaku tetap tidak bisa menganggap enteng peran sebagai orang Batak. Padahal, Cok Simbara sendiri merupakan aktor yang lahir dan besar di Tapanuli, Sumatera Utara. Dalam film terbarunya yang berjudul Horas Amang, Cok Simbara tetap harus mengerahkan kemampuannya dalam berakting.

"Buat saya perannya karena judulnya Horas Amang berarti Amang yang ditunggu tunggu. Ya paling tidak sesuai dengan espektasi yang nonton amang itu seperti apa. Dan tentu dialek-dialek yang tadi saya bilang, jangan sampai juga saya yang orang Batak terus dibatak-batakin. Makanya kita akan muncul nanti dengan bahasa Indonesia tapi masih ada kesan Batak," ujar Cok Simbara saat syukuran film Horas Amang di kawasan Srengseng, Jakarta Barat, Kamis (31/1/2019).

Bagi Cok Simbara, film Horas Amang ini tidaklah segmented dan diperuntukkan bagi kalangan tertentu. Film ini nantinya bisa dinikmati masyarakat Indonesia, karena memiliki cerita universal sekaligus menarik.

"Sebenarnya ini seperti yang sudah disampaikan, sifatnya universal. Tentang ayah yang mendidik anaknya. Jangan sampai sudah hidup di kota besar terus lupa sama sopan santun adat istiadat dan tugas si Amang itu untuk mengingatkan. Jadi enggak hanya untuk orang Batak saja," ujar Cok Simbara.

2 dari 3 halaman

Nusantara

Sementara itu, Steve Wantania selaku co-produser dalam film ini, menimpali perkataan Cok Simbara. Menurutnya, film Horas Amang ini memang mengisahkan cerita nusantara yang bisa dinikmati siapa saja. 

"Supaya kita menyampaikan bahwa film ini beragam. Dan komunitas kampung warga Toba, itu kebanyakan orang Batak tapi nggak cuma Batak. Tapi film ini adalah film Nusantara," ujar Steve Wantania.

3 dari 3 halaman

Sinopsis

Film yang disutradarai Irham Acho Bachtiar itu fokus pada tokoh Amang yang diperankan Cok Simbara. Berkisah tentang seorang ayah dengan 3 orang anak yang tinggal di sebuah perkampungan di tengah kota Jakarta yang dikenal dengan nama "Kampung Toba".

Sang Amang sangat menyayangi anak-anaknya. Namun, 2 anaknya yang telah dewasa sibuk dengan pekerjaan dan karir mereka sampai tidak lagi memperdulikan sang ayah. Sementara anak bungsunya labil dan senang berjudi.

Tinggal di kota besar, 3 anak Amang tersebut hidup dalam dunia yang modern, sehingga melupakan adat istiadat Batak. Bahkan, salah satu dari anak Amang menikah tanpa adat Batak sama sekali.

Suatu saat Amang mendapat kabar dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata dia menderita kanker dan hampir tiba ajalnya. Amang pun berpikir untuk melakukan suatu tindakan agar anak-anaknya kembali untuk saling mengasihi dan menyayangi orang tuanya.

Apakah yang Amang perbuat? Dan bagaimanakah hasilnya? Apakah anak-anaknya dapat dipersatukan kembali melalui tindakan sang Amang?

Film Horas Amang ini dibintangi oleh Cok Simbara, Tanta Ginting, Jack Marpaung, Pit Pagau, Novita Dewi Marpaung dan banyak lagi. Film tersebut akan memulai syuting pada 3 Februari di Danau Toba dan Jakarta dan rencana tayang di bioskop pertengahan 2019.