Sukses

Eril Dardak Jarang Periksakan Kesehatannya

Liputan6.com, Jakarta Adik Emil Dardak, Eril Dardak, telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Kamis (13/12/2018). Sang kakak, Emil Dardak, sedikit mengenang memori-memori tentang adiknya. Suami Arumi Bachsin yang juga merupakan Wakil Gubernur Jatim periode 2019-2024 ini salut dengan Eril yang memiliki prinsip tersendiri.

"Dia tuh paling mirip saya mukanya, walau prediksi saya dia akan lebih good looking. Saya ingat saya pernah ngadep ke gurunya karena Eril Dardak berani melawan atas nama temannya. Saya bilang salut anak ini berani punya prinsip, enggak mau diajak kompromi dan negosiasi," ujar Emil Dardak saat ditemui usai pemakaman Eril Dardak di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

"Andai dia masih ada dan jadi nyaleg, dia akan jadi seorang legislator yang beda dengan saya. Karena prinsipnya sangat keras," tambahnya lagi.

Emil mengatakan sang adik memang jarang mengecek kesehatannya sendiri. Diketahui jika Eril Dardak meninggal dunia karena serangan jantung.

"Itu dia, terlewat juga karena anak muda ya jarang cek kesehatan. Kan tes caleg juga tes kesehatan, tapi ya enggak bisa terdeteksi kalau yang bersangkutan memang tidak menyampaikan keluhannya," ujarnya.

 

2 dari 3 halaman

Pesan

Emil mengatakan almarhum tidak mengatakan pesan-pesan terakhir. Namun, Emil mengatakan jika dirinya dan Eril akan membuat sebuah rencana sebelum sang adik meninggal.

"Pesan terakhir enggak ada, tapi rencana terakhir ada. Kami mau ketemu di Trenggalek untuk waktu yang cukup lama rencananya, pas dia selesai ujian terakhir itu saya WA dia kapan selesai ujiannya, enggak dijawab," ujarnya.

 

3 dari 3 halaman

Sosok

Lantas, seperti apa sosok almarhum di mata Emil? Dirinya mengatakan jika Eril adalah sosok yang sederhana dan tak pernah merepotkan, walaupun keduanya berbeda usia hingga 13 tahun.

"Sebenarnya agak beda, kalau saya tumbuh besar dengan ayah saya, sementara adik saya itu beda usia 13 tahun dengan saya, saya masuk SMA dia baru lahir. Pada saat itu ayah kariernya juga sudah lumayan, tapi pada saat itu saya salut bagaimana Eril ini sangat sederhana ya hidupnya, sama sekali enggak pernah ngerepotin," tambahnya.

"Tapi memang anak itu punya passion juga dalam pergerakan, enggak pernah minta dukungan sama saya dia berjuang dan berjalan sendiri. Eggak tega juga sebenernya dia anak yang sangat gigih dan humble, dan down to earth," tutupnya.

Sumber: Kapanlagi.com

Loading