Yayasan Karya Cipta Indonesia Lakukan Studi Banding ke Korea Selatan

Lembaga Manajemen Kolektif Karya Cipta Indonesia memiliki hak mengumumkan dan menggandakan.

Diterbitkan 18 Juli 2018, 15:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Sebagai catatan yang dapat disimpulkan disini adalah sedemikian akurasinya proses tehnologi yang diterapkan dalam hal pendeteksian penggunaan lagu sekalipun lagu yang dimaksud hanya berdurasi relatif sangat singkat ataupun sangat samar terdengar sebagai latar belakang percakapan ataupun terjadi tumpang- tindih antara satu lagu dengan lagu yang lain baik dalam kondisi rekaman yang baik maupun rekaman yang terkontaminasi.

Kunjungan lainnya yang juga signifikan dengan beraudiensi ke KCOPA ( Korea Copyright Protection Agency ) adalah lembaga publik untuk perlindungan Hak Cipta yang baru didirikan pada tahun 2016 yang didirikan sebagai bentuk pemahaman bahwasanya Hak Cipta adalah fondasi bagi muatan budaya sekaligus dianggap sebagai instrumen baru mesin penggerak untuk mengembangkan perekonomian.

Mendukung

Sementara itu Ketua Dewan Pembina KCI, H. Enteng Tanamal yang sekaligus tokoh “Pejuang Hak Cipta” di Indonesia mengaku senang dan sangat mendorong kerjasama KCI dengan KOSCAP ini .

"Saya selaku ketua Dewan Pembina KCI tentu  sangat mendukung apa yang telah dilakukan delegasi KCI dengan berkunjung ke KOSCAP, Korea Selatan. Dari dulu kami selalu berusaha agar para pencipta lagu itu sejahtera seperti tujuan awal didirikannya KCI. Jadi bukan untuk mencari untung, semoga kunjungan delegasi KCI  ke Korea ini banyak ilmu dan manfaat yang bisa diterapkan juga di KCI yang ada di Indonesia,"  jelas Enteng tanamal.         

Sementara itu Ketua Umum KCI Dharma Oratmangun mengaku  mengapresiasi yang sangat tinggi   terhadap KOSCAP yang mempercayai KCI sebagai mitra di Indonesia. Bahkan menurut Dharma kita bisa banyak belajar dan tukar pengalaman dengan LMK dari Korea tersebut.

"Kita tau Korea Industri musiknya lebih maju, dan kita tau K-Pop yang merupakan produk asli Korea itu betul-betul mendunia, jadi nggak ada salahnya kita belajar bagaimana  mengelola manajeman dari sebuah industry musik, baik itu manajemen kolektingnya, manajemen keartisannya, IT-nya, pengkolekan dan pendistribusian royalty, pendataan lagu dan lain lain, agar kita dikemudian hari juga bisa Go Internasional seperti apa yang telah dilakukan Korea," ujar Dharma.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan