Sukses

4 Rencana Sutradara Ant-Man and the Wasp untuk Sekuelnya

Liputan6.com, Los Angeles - Ant-Man and the Wasp telah dinikmati oleh sebagian besar pecinta film seluruh dunia. Film ini mampu menembus angka US$76 juta di box office pada akhir pekan lalu. Tentunya, itu semua tak lepas dari penanganan skenario yang baik dari sutradaranya Peyton Reed.

Sambil berharap-harap cemas dengan kesuksesan Ant-Man and the Wasp di bioskop, sutradara Peyton Reed selama ini sempat mengutarakan beberapa ide untuk konsep film ketiga Ant-Man yang masih belum masuk dalam daftar lampu hijau oleh Marvel Studios.

Ide-ide yang sempat diutarakan Peyton Reed kepada media, barangkali bisa menjadi rencana besar sang sutradara untuk konsep film ketiga Ant-Man di masa depan.

Apa saja rencana dan keinginan yang telah diumbar oleh sutradara Ant-Man and the Wasp itu untuk film ketiga nanti? Simak deretannya berikut ini (awas, terdapat beberapa poin yang mengandung spoiler).

2 dari 5 halaman

1. Daur Ulang Fantastic Four

Langsung saja kita buka rencana sutradara Ant-Man and the Wasp terhadap sekuelnya dari yang paling besar, yakni mempertemukan Ant-Man dan Fantastic Four di satu cerita. Bagi yang mengikuti perkembangan film, tentu tak lagi terkejut dengan rencana satu ini.

Pertama, Fantastic Four memang aslinya berasal dari komik Marvel, sama seperti Ant-Man. Kedua. 20th Century Fox yang memiliki hak cipta Fantastic Four, kini telah dibeli Disney yang sedang menaungi hak cipta film-film Marvel Studios.

Namun untuk mempertemukan keduanya, Peyton Reed memiliki ambisi besar untuk menyutradarai film Fantastic Four. Ya, sang sutradara belum lama ini mengaku antusias untuk menangani kuartet superhero tersebut, andai filmnya didaur ulang kembali oleh Marvel Studios agar berada di dunia yang sama dengan Avengers.

3 dari 5 halaman

2. Cameo Aktor Honey, I Shrunk the Kids

Honey, I Shrunk the Kids merupakan salah satu film yang menginspirasi Peyton Reed dalam mengembangkan film-film Ant-Man. Saking ingin menghormatinya, Reed mengaku sedang berupaya agar aktor utama film tersebut, Rick Moranis, bisa diajak untuk peran cameo di film selanjutnya.

Reed sebenarnya sudah mengincar Moranis untuk bisa muncul sebagai cameo di film pertama. Namun sayangnya ada beberapa hal yang membuat rencananya itu tak kesampaian. Ditambah, Rick Moranis sudah pensiun dari dunia akting.

4 dari 5 halaman

3. Petualangan Tanpa Intervensi Avengers

Rupanya, Peyton Reed selama ini merasa terjebak dalam skenario film-film Avengers selama menyutradarai Ant-Man. Ia pun hendak menjadikan film ketiga sebagai kisah sendiri tanpa diintervensi cerita film Avengers, seperti disampaikannya kepada IGN.

Bahkan, ia sempat mengungkapkan, "Kapan pun para pahlawan ini muncul di film-film yang tak melibatkan saya, itu membuat saya cemburu."

Seperti diketahui, film pertama Ant-Man sangat kental dengan Avengers: Age of Ultron. Terutama saat adegan sang manusia semut menyusup ke markas baru para superhero sampai harus bertarung melawan Falcon. Di Ant-Man and the Wasp pun ada satu adegan yang mau tak mau harus mengikuti ending Avengers: Infinity War.

5 dari 5 halaman

4. Mengeksplorasi Alam Kuantum

Selain ingin membuat cerita yang lepas dari kisah Avengers, Peyton Reed sempat mengaku ingin mengeksplorasi Alam Kuantum. Terlebih, di situlah karakter Janet Van Dyne terjebak selama 30 tahun lamanya.

Tak hanya ingin memperdalam Alam Kuantum dengan lebih detail. Reed juga ingin menggali Janet lebih mendalam, terutama ketika ia berkembang di Alam Kuantum hingga memiliki kekuatan super.

Korban Pemukulan Kelab Burning Sun Diperiksa Polisi
Loading
Artikel Selanjutnya
Ant-Man and the Wasp Tak Akan Punya Sekuel?
Artikel Selanjutnya
Punya Peran Penting, Ant-Man Diprediksi Bakal Ikut Sekuel Infinity War?