Ant-Man and The Wasp: Film Keluarga ala Superhero Marvel

Berbeda dengan Avengers: Infinity War dan Black Panther terasa kolosal dan memiliki lingkup yang luas, Ant-Man and The Wasp terasa lebih ringan.

Diterbitkan 04 Juli 2018, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Persoalan yang dihadapi Scott Lang tentang menjadi partner dan ayah yang lebih baik, bahkan membuat Ant-Man and The Wasp terasa seperti film keluarga keluaran Disney dengan balutan aksi laga.

Tentu tak ada yang salah dengan hal ini, apalagi film ini akhirnya memperkenalkan karakter baru, Janet Van Dyne. Bagian akhir film ini, mungkin juga akan menjadi kunci terhadap pengembangan karakter Ant-Man selanjutnya. 

 

Tokoh Antagonis Kurang Menarik

Namun ada satu hal krusial yang membuat Ant-Man and The Wasp tampak lebih sepele ketimbang dua film Marvel yang muncul tahun ini. Yakni, persona karakter antagonisnya, sang makelar Sonny Burch, yang dibuat terlalu komikal dan hanya ditampilkan secara satu dimensi saja.

Film ini tak memiliki sosok yang rumit seperti Thanos di Infinity War, maupun Erik Killmonger, antagonis yang membuat penonton bersimpati seperti dalam Black Panther. Tokoh seperti ini tampaknya hendak ditampilkan lewat karakter Ava (Hannah John-Kamen), tapi sayangnya sosok ini malah kurang dieksplorasi lebih dalam.

Tak hanya Ava, karakter Hope alias The Wasp pun terasa kurang digali lebih dalam—meski namanya ditempel dalam judul. Alhasil, bila dibandingkan di awal hingga akhir film, perkembangan karakter ini terasa minimal. 

Sudah Tayang

Tapi di luar hal ini, Ant-Man and The Wasp yang mulai diputar di bioskop Tanah Air mulai hari ini, Rabu (4/7/2018), tetap bsa menjadi sebuah tontonan yang menyenangkan, berkat kadar humornya yang tinggi.

Jadi, nikmati saja film ini, sebelum Anda kembali digempur dengan Captain Marvel dan lanjutan film Avengers yang rencananya bakal tayang tahun depan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan