Ini Kontribusi bank bjb Dukung Industri Film Nasional

Bank bjb bekerja sama dengan rumah produksi Chanex Ridhall Picture menghadirkan film Guru Ngaji.

Diterbitkan 08 Juni 2018, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Langkah bank bjb dan Kementerian Pertahanan tersebut mendapat apresiasi dari sutradara film "Seteru", Hanung Bramantyo. Keterlibatan bank bjb menegaskan kehadiran negara dalam pembangunan infrastruktur perfilman untuk tujuan ketahanan nasional.

Pasalnya, konflik horisontal di kalangan pelajar merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Untuk itu, negara perlu terlibat aktif dan menyampaikan pesan bernada positif melalui media yang digemari kalangan pelajar, salah satunya lewat film.

Terlebih lagi, gempuran film asing perlahan menggerus kreasi karya anak bangsa serta mengubah gaya hidup anak muda Indonesia. Hal tersebut secara tidak langsung mengikis identitas sebagai bangsa Indonesia.

"Generasi muda itu lupa siapa pahlawannya. (Lupa) apa arti nasionalisme dan mereka mengunggulkan produk luar. Secara kebudayaan dan ketahanan nasional ini sudah tergerus," ujar Hanung.

Film bergenre drama remaja tersebut berkisah tentang aksi tawuran yang telah terjadi selama bertahun-tahun antara dua Sekolah Menengah Atas. Perselisihan tersebut selalu meninggalkan dendam di setiap angkatan.

Sementara film "Guru Ngaji" yang dirilis merupakan hasil kerja sama antara bank bjb dan rumah produksi Chanex Ridhall Picture. Dibintangi oleh Donny Damara, Dodit Mulyanto, Dewi Irawan, Ence Bagus, Andania Suri, Verdi Solaiman, dan Akinza Chavelier.

Film berdurasi 100 menit tersebut merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan yang dipersembahkan bank bjb untuk jasa seluruh guru mengaji di Indonesia. Bahkan, sebagian hasil keuntungan penjualan tiket film "Guru Ngaji" disumbangkan untuk peningkatan kesejahteraan guru mengaji di Indonesia melalui Dompet Dhuafa.

"Ini wujud komitmen kami untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Juga sebagai apresiasi kepada guru mengaji. Adalah sebuah kewajiban kami untuk terus memberikan kontribusi dalam membangun Indonesia dan memahami negeri," ujar Hakim.

Film "Guru Ngaji" sendiri bercerita mengenai dilema profesi seorang pendidik baca tulis Alquran bernama Mukri yang diperankan Donny Damara. Pasalnya, selain menjadi guru mengaji yang disegani, Mukri ternyata berprofesi sebagai badut. 

Dua profesi yang terkesan begitu kontradiktif, karena badut selalu identik dengan tawa dan lelucon. Hal tersebut yang memaksa Mukri merahasiakan identitas badutnya dari keluarga dan masyarakat desa.

Film Guru Ngaji memiliki pesan moral yang sangat baik, dengan latar belakang kondisi ekonomi suatu keluarga dan pesan keagamaan yang dipadukan dengan hiburan dan pendidikan, menjadikan film ini sebagai sajian hiburan yang baik untuk ditonton.

 

(Adv)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Gilar RamdhaniTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan