5 Cerita Aneh tentang Rumah Angker Winchester

Cerita tentang rumah yang disebut angker ini, diangkat dalam film bertajuk Winchester. Ada banyak kisah aneh tentang rumah ini dan sang pemiliknya.

Diterbitkan 16 Maret 2018, 19:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

CNN menulis bahwa rumah yang awalnya hanya terdiri dari dua tingkat ini berkembang menjadi tujuh lantai dengan 160 kamar, 47 perapian, dan 10 ribu panel kaca. Konon katanya, para pelayan yang bekerja di rumah ini pun dibekali peta agar tak tersesat. Hanya sayang, gempa besar pada 1906 meluluh lantakkan sebagian rumah ini.

Rumah ini juga dilengkapi teknologi tinggi yang tidak umum pada masa itu. Mulai dari elevator hingga alat komunikasi yang memudahkan Sarah untuk berbicara dengan staf di rumahnya yang luas tersebut.

Angka 13

Motif yang berjumlah 13, kerap muncul dalam berbagai tempat di rumah ini. Contohnya saja ada 13 panel di langit-langit dan 13 gantungan baju di ruang 'pemanggilan arwah'.

Ditemukan juga sejumlah dekorasi bermotif sarang laba-laba, yang kala itu dianggap bisa membawa keberuntungan.

 

Sarah Winchester Dikutuk?

Salah satu mitos paling populer tentang Sarah Winchester, adalah bahwa ia percaya bahwa dirinya dikutuk oleh arwah yang meninggal karena tembakan senapan Winchester. Karena itu, ia disarankan oleh seorang cenayang untuk membangun rumah dengan desain aneh itu, demi menyesatkan para roh penasaran tersebut.

Namun Janan Boehme, salah satu pakar sejarah bangunan ini, menyebut tak ada catatan tertulis mengenai hal tersebut dari surat-surat yang ditinggalkan Sarah Winchester.

Ia juga meragukan teori yang menyebutkan bahwa Sarah Winchester merasa bersalah pada korban penembakan. "Orang pada masa itu tak menyimpan rasa bersalah yang terlalu besar atas senjata api. Benda itu dipandang sebagai alat yang berguna, yang orang butuhkan untuk bertahan hidup," kata Boehme, seperti dilansir dari Vanity Fair.

 

Didesain oleh Arwah?

Cerita lain tentang rumah Winchester, adalah bahwa bangunan ini didesain oleh para penghuni dunia lain. Meski tak jelas kebenaran tentang hal ini, Sarah Winchester memang mendesain rumah ini dengan cara yang ganjil.

Ia diketahui kerap bermalam di ruang pemanggilan arwah di salah satu puncak menara bangunan yang kini disebut 'The Witch’s Cap', atau Topi Penyihir Wanita. Setelah menginap di tempat tersebut, pada pagi harinya ia muncul dengan kertas yang berisi rencana lanjutan pembangunan rumah Winchester.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan