Sukses

Bosan Lagu Galau, Tara Adia Bikin Lagu yang Memotivasi

Liputan6.com, Jakarta Penyanyi Tara Adia kembali menunjukan eksistensinya di Industri musik Tanah Air. Wanita yang piawai memainkan biola ini kembali merilis single ketiganya berjudul "Bahagia Menjadi Satu".

Menurut Tara, lagu tersebut ia ciptakan sendiri lantaran bosan dengan lagu galau. Ia ingin membuat orang termotivasi saat mendengarkan lagunya, dan terciptalah "Bahagia Menjadi Satu".

"Ini dari kegelisahan aku sebelumnya, kenapa harus lagu galau, kenapa nggak yang bisa memotivasi orang. Jadi aku kayak memberikan sesuatu yang baru yang positif," ujar Tara Adia ditemui di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

1 dari 3 halaman

Berbeda dengan Single Sebelumnya

 Tak mudah untuk Tara Adia menciptakan sampai menjadikan lagu tersebut bisa didengarkan orang banyak. Sebab berbeda dari single-single sebelumnya, lagu "Bahagia Menjadi Satu" dikerjakan secara indie, dan tak terikat dengan label musik.

"Single sebelumnya kan single semua, sekarang yang ceria. Ada unsur elektronya, jadi agak nekat sih. Labelnya juga indie. Yang sebelumnya kan sama label musik, sekarang ngerjain sendiri," ujar Tara Adia.

 

2 dari 3 halaman

Tak Mau Sekadar Cari Popularitas

Buat Tara, single terbarunya ini ia ciptakan dan ia buat tulus dalam hati. Sebagai penyanyi pendatang baru, ia tak mau mencari popularitas belaka. Sebab sebagai seniman, Tara Adia ingin tetap berkarya dan memberikan yang terbaik.

"Tara ingin lebih berkarya. Buat Tara nggak ada saingan. Insyaaallah dengan kehadiran Tara bisa memberikan warna baru buat musik Indonesia," kata Tara Adia.

Tara Adia sebelumnya telah menelurkan single pertama pada 2014 lewat lagu berjudul "Cinta Sementara". Setahun setelahnya, Tara kembali membuat single baru berjudul "Yang Terdalam". Sempat vakum dua tahun, akhirnya Tara menelurkan single terbaru yang berbeda dari single-single sebelumnya, "Bahagia Menjadi Satu".

Artikel Selanjutnya
Gara-Gara Mati Lampu, Hanggini Akhirnya Punya Lagu
Artikel Selanjutnya
Didukung Mytha Lestari, Erevano Tetap Romantis