Baby Driver, Film Kriminal - Musikal dengan Aksi Gila-gilaan

Baby Driver menampilkan gaya khas sinematik Edgar Wright yang cerdas dan tangkas.

Diperbarui 01 Oktober 2021, 09:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Panggil cowok ini (Ansel Elgort) dengan nama Baby. Ya, B-A-B-Y. Wajahnya memang masih imut-imut, tapi kemampuan nyetir dan akal bulusnya yang gila-gilaan di jalanan, mungkin bakal membuat Dominic Toretto geleng-geleng kepala.

Tak heran bila Doc (Kevin Spacey) mempercayakan Baby untuk selalu berada di balik setir. Bukan untuk menjadi sopir yang mengantar jemput pria yang selalu tampil necis dengan jas rapi tersebut. Namun sebagai pengendara mobil yang membawa kabur komplotan perampok yang dipimpin Doc, usai menjalankan aksinya.

Sebenarnya, Baby ogah menjalankan pekerjaan haram ini. Sang ayah angkat yang ia sayangi juga selalu menentangnya setiap ia menjalankan aksinya. Apalagi ia baru jatuh hati dengan seorang perempuan cantik, Debora (Lily James) yang juga terpikat padanya.

Namun karena utangnya pada Doc yang keji, mau tak mau Baby menyelesaikan tugasnya hingga utangnya impas. Namun begitu ia selesai membayar utangnya, ternyata Doc tak mau melepasnya begitu saja. Doc menganggap Baby adalah jimat keberuntungannya.

Jadilah di bawah ancaman Doc, ia terpaksa terlibat perampokan lagi. Kali ini teman satu timnya adalah pasangan yang doyan bercumbu sepanjang hari, Darling (Eiza González) dan Buddy (Jon Hamm), serta perampok bengis dan delusional, Bats (Jamie Foxx).

Mampukah Baby lepas dari jerat Doc dan anak buahnya?

 

Simak juga video menarik berikut ini:

Film dengan Pesona Menggigit

Film yang menceritakan tentang perampokan atau dunia kriminal, sudah banyak dirilis oleh sineas Hollywood sebelumnya. Namun tak terlalu banyak yang memiliki pesona yang menggigit seperti Baby Driver.

Sejak menit-menit pertama, penonton sudah diingatkan bahwa protagonis dalam Baby Driver adalah seorang tokoh yang nyeleneh. Yakni cowok yang telinganya selalu disumpal dengan earphone yang memutar lagu jadul, baik saat kabur dari polisi atau sekadar membeli kopi.

	Baby Driver. (Sony Pictures)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Bila hidup adalah sebuah film, maka Baby merasa dirinya tengah membintangi sebuah film musikal. Di kehidupannya—meski diiringi dengan tatapan aneh dari orang-orang di sekelilingnya—Baby tidak berhenti ‘menari’. Yang menarik, dalam film ini sering diterapkan gaya pengambilan gambar yang biasa ditampilkan dalam film musikal, yakni continuous shot atau one take shot—satu shot yang diambil secara berkelanjutan tanpa jeda. Segala tingkah laku Baby pun ditata dalam koreografi yang apik dan seirama dengan tiap ketukan musik pengiring. Hasilnya, film tentang dunia kriminal ini punya sentuhan musikal yang kental dan menyenangkan. Apalagi pemilihan soundtrack dalam film ini sangat mendukung untuk menghadirkan mood yang sesuai dengan adegan film—entah itu menaikkan adrenalin atau romansa anak muda. Tapi jangan salah, meski memiliki sentuhan musikal, Baby Driver jauh dari kesan lemah. Justru bumbu musikal ini memperkuat adegan aksi gila-gilaan dalam Baby Driver. Mulai dari adegan tembak-tembakan, hingga kejar-kejaran dengan mobil.

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan