Paduan Suara Anak Asuhan Purwacaraka Siap Tampil di Amerika

Kesempatan emas yang diperoleh Purwa Caraka Music Studio Children Choir asuhan Purwacaraka, datang dari New York.

Diterbitkan 10 Juni 2017, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memasuki usia ke-29 pada 2017 ini, sekolah musik informal Purwa Caraka Music Studio (PCMS) bakal mengukir prestasi gemilang. Kelompok paduan suara anak-anak binaan Purwacaraka ini, 'PCMS Children Choir', mendapat kesempatan untuk tampil dalam acara berskala internasional di Stern Auditorium, Carnegie Hall, New York City, pada Sabtu, 17 Juni 2017 mendatang.

"Ini bermula dari video paduan suara anak-anak kami di akun Youtube setahun lalu. Tak lama setelah video itu beredar, kami menerima undangan untuk tampil di Amerika melalui email. Tapi saya tidak langsung percaya begitu saja. Perlu beberapa waktu untuk melakukan cross check tentang kredibilitas lembaga yang mengundang itu," ungkap Aditya Purwa Putra, Project Officer PCMS Children's Choir dalam Konferensi Pers yang berlangsung di Amarossa Hotel, Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Kesempatan emas yang diperoleh Purwa Caraka Music Studio Children Choir itu datang dari sebuah lembaga penyelenggara konser bernama Distinguished Concerts International New York.

Lebih jauh, Aditya yang merupakan putra musisi Purwacaraka, menjelaskan bahwa dalam konser yang akan berlangsung di auditorium paling bergengsi di Amerika itu, PCMS Children's Choir akan mengirimkan 23 orang anggotanya (semula 25 orang, namun 2 orang anak batal berangkat karena kendala teknis).

PCMS Children's Choir akan tampil bersama 5 paduan suara lainnya asal Amerika dengan menyanyikan komposisi baru berbahasa Spanyol karya Alberto Grau bertajuk "La Avispa Brava" dengan durasi 22 menit. Seluruh aksi paduan suara tersebut akan diarahkan oleh Maria Guinand, dirijen kelas dunia.

"Kami satu-satunya yang berasal dari Asia. Ini membanggakan, karena kami adalah penampil pertama dari Asia. Tahun-tahun sebelumnya, acara serupa mengundang paduan suara anak-anak dari Selandia Baru dan Australia. Sekarang giliran kami dari Indonesia," terang Aditya yang juga putra sulung Purwacaraka, pendiri PCMS yang dipercaya mengelola 92 cabang PCMS yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Peran Purwacaraka

Terpilihnya PCMS Children Choir ke Amerika tidak lepas dari peran Purwacaraka yang senantiasa memberikan motivasi sekaligus menjadi inspirasi bagi para siswa sekolah musik miliknya itu. Bahkan, Kang Purwa, sapaan akrabnya, memimpin langsung rombongan ke Amerika yang berjumlah 43 orang termasuk dirinya, orang tua siswa, dan staf PCMS.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Meskipun di sana saya hanya hadir sebagai penonton saja, namun saya sangat bangga karena bisa melihat langsung anak-anak dream team dari PCMS ini tampil di tempat yang juga menjadi impian saya untuk tampil di sana," jelas Purwacaraka. Ia juga mengemukakan bahwa pola rekruitmen terhadap anak-anak Children's Choir dipilih melalui audisi yang didasarkan pada kemampuan teknis menyanyi, kedisiplinan, antusiasme serta dukungan dari orangtua mereka. Pertimbangan lainnya, menurut Purwacaraka, adalah soal jarak dan waktu latihan. "Karenanya, kami memilih anak-anak untuk masuk dalam Dream Team Choir ini dari sekolah kami yang berada di wilayah Jabodetabek, agar bisa diajak latihan bareng seminggu sekali di PCMS BSD yang memiliki fasilitas latihan paling lengkap. Repot jika harus mengajak siswa dari luar kota. Di Jabodetabek ada sekitar 45 cabang," jelas komposer yang sedang sibuk menyiapkan Pementasan "Opera Ainun" di Belanda dan Jerman. PCMS Children's Choir yang dibentuk sejak 2007 juga sempat tampil dalam sebuah showcase di konferensi pers tersebut. Mereka tampil di hadapan sejumlah wartawan musik dan tampak kompak dengan pembagian suara harmonis serta penuh percaya diri. "Kami telah berlatih selama delapan bulan. Anak-anak diwajibkan latihan seminggu sekali. Bahkan menjelang keberangakatan, latihan kami semakin intensif, hampir setiap hari. Selain olah vokal, pembagian suara, juga latihan koreografi," terang Jessica Fedora Amadea, pelatih yang telah berpengalaman ke luar negeri.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan