Cerita 6 Film Klasik Indonesia yang Menyentuh Nurani

Lupakan mengenai kenakalan atau gaya hidup anak-anak muda yang terlihat hedon, film klasik Indonesia ini justru memberikan banyak pelajaran

Diterbitkan 28 Maret 2017, 00:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Film klasik Indonesia yang tayang di tahun 1970an, menampilkan cerita yang menyentuh nurani. Bukan menceritakan tentang sekelompok orang kaya atau gaya hidup sebagian anak muda yang hanya menghamburkan uang.

Di dunia perfilman 1970-an juga tidak menceritakan mengenai peran antagonis yang sangat jahat dan selalu menganiaya karakter baik. Atau kelompok pelajar yang bertengkar memperebutkan kekasih.

Rata-rata cerita yang ditampilkan film klasik Indonesia mengenai kehidupan sosial atau masyarakat saat itu. Bahkan, film klasik juga banyak menampilkan pelajaran hidup.

Mengisahkan tentang perjuangan dan cinta ibu dan anak. Atau mengenai kehidupan anak malang yang mendapatkan kekerasan dan selalu dianiaya oleh ayahnya hingga meninggal.

Apa sajakah film klasik yang tayang di tahun 1970-an dengan cerita yang menyentuh nurani?

Ratapan Anak Tiri

Film legendaris Ratapan Anak Tiri tayang 1973 silam sempat membuat imej ibu tiri terlihat sangat kejam. Film ini diperankan oleh sederet artis legendaris Indonesia, Soekarno M. Noor sebagai Pak Yuwono. Faradilla Sandy menjadi Sussy, Tanty Yosepha memerankan Ningsih. Selain itu, Dewi Rosaria Indah menjadi Netty, serta karakter antagonis yang dimainkan Bambang Irawan sebagai Harun.

Ceritanya mengenai Yuwono yang sempat terjebak dan dijadikan kambing hitam oleh teman sekantornya, Harun. Padahal, Yuwono baru saja kehilangan istrinya yang meninggal setelah melahirkan.

Ratapan Anak Tiri (Pinterest)

Tak lama, Yuwono yang telah menjadi duda beranak dua ternyata menikah lagi dengan Ningsih, gadis cantik yang menjadi bawahannya. Rupanya Harun punya dendam terhadap Yuwono, sakit hati karena Ningsing lebih memilih duda.

Ningsih pun ternyata menjadi ibu tiri yang kejam, suka menyiksa dua anak Yuwono. Dua gadis kecil dipaksa bekerja mengurus rumah. Akibat tak tahan disiksa, mereka pun melarikan diri.

Kesuksesan Ratapan Anak Tiri membuat film ini dibuat dalam beberapa series, termasuk yang diperankan oleh Rano Karno.

Dimana Kau Ibu

Rano Karno, aktor yang kini menjadi pejabat itu telah eksis di industri hiburan sejak dini. Salah satu film Rano Karno yang diperankannya saat masih kecil: Dimana Kau Ibu. Film yang tayang 1973 silam ini menjadi salah satu karya legendaris yang menceritakan mengenai dampak buruknya seks bebas, teruatam bagi anak-anak. Film ini diperankan sederet artis mumpuni di bidangnya, Faradilla Sandy, Lenny Marlina, Rano Karno, Kusno Sudjarwadi dan Dicky Zulkarnaen.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Diceritakan Linda hamil dari hubungan di luar nikah. Namun sang kekasih yang harusnya bertanggung jawab justru mengalami kecelakaan. Untuk menutupi aib Linda, akhirnya wanita yang tengah berbadan dua ini dibawa ke sebuah wilayah sampai melahirkan. Linda melahirkan anak yang diberi nama Yatim. Namun ayah Linda memberitahu jika cucunya meninggal saat dilahirkan. Linda yang tak tahu anaknya masih hidup akhirnya melanjutkan hidupnya. Yatim rupanya diasuh oleh seorang pengasuh yangdibayar oleh kakeknya. Namun Yatim justru diperlakukan dengan semena-mena dan kerap kali disiksa. Akhirnya Yatim pun melarikan diri, pergi merantau ke jakarta. Kabar Yatim membuat sang kakek panik dan khawatir. Linda yang tak snegaja mendengar pembicaraan ayahnya akhirnya bertanya. Tak mau terus berbohong, ayah Linda mengungkapkan Yatim adalah anaknya. Linda pun menyusul Yatim. Sayangnya, perjalanan panjang harus ditempuh Linda demi menemui anaknya, apalagi Yatim sempat menggelandang dan menjadi penyemir sepatu untuk bertahan hidup.

Halaman
Show All
Desika Pemita, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan