Life, Mimpi Buruk Para Astronot yang Bikin Emosi Naik Turun

Film Life memberikan warna ketegangan di luar angkasa yang membuat penonton berdebar-debar.

Diterbitkan 23 Maret 2017, 13:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tema luar angkasa dalam film-film berjenis fiksi ilmiah sudah bukan barang baru lagi di mata para penonton. Genre ini makin menarik setelah ditambah unsur ketegangan seperti dalam Gravity dan Alien. Kini, sebuah film berjudul Life berusaha untuk meracik kedua unsur itu.

Dibintangi oleh Jake Gyllenhaal, Rebecca Ferguson, dan Ryan Reynolds, Life menyuguhkan beragam nuansa dari film-film bertema ruang angkasa yang sudah ada. Film ini juga memadukan sisi persahabatan layaknya The Martian yang dirilis pada 2015 lalu.

Film sci-fi thriller Life. (Skydance Media / Columbia Pictures)

Namun, bukan hal-hal menyejukkan dan menghangatkan jiwa seperti The Martian yang disuguhkan dalam Life. Film ini memiliki kekuatan dalam memunculkan makhluk misterius yang menjadi mimpi buruk para astronot di sepanjang ceritanya.

Kisahnya bermula ketika enam orang astronot dipilih untuk ditempatkan di stasiun luar angkasa internasional. Pada awalnya mereka bersemangat dan berbagi kehangatan di ruang angkasa. Terlebih ketika robot penjelajah menemukan bukti pertama yang menandakan kehidupan di Mars.

Film sci-fi thriller Life. (Skydance Media / Columbia Pictures)

Para astronot lalu terbuai oleh kesuksesan mereka dan mulai mencari cara agar bibit organisme yang ditemukan bisa hidup. Namun, mereka tidak menyadari bahwa bibit makhluk asing yang mereka temukan ini menjadi ancaman besar bagi umat manusia di atas bumi.

Berbekal cerita tersebut, penonton akan dibawa kepada ketegangan yang sulit untuk dihindari selama film ini diputar. Life menjadi sebuah karya film fiksi ilmiah yang sanggup membuat penonton tak tersenyum, tertawa, atau bernapas lega sejak hal-hal mengerikan dimulai. Film ini telah tiba di bioskop Indonesia.

Penggambaran Rinci Luar Angkasa di Tengah Ketegangan

Life berhasil memainkan emosi para penonton. Bagi yang belum membaca sinopsis atau menonton trailer film ini, tentunya akan terkecoh dengan rangkaian adegan awal film ini. Atmosfer layaknya film The Martian berhasil dibangun cukup baik oleh sutradara.

Begitu pun ketika organisme yang ditemukan memiliki bentuk imut dan seolah bersahabat. Nuansa kekeluargaan sangat terasa hingga pada ahirnya, satu momen menimbulkan rangkaian adegan mengerikan bak mimpi buruk di tengah malam.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Di situlah kelebihan Life. Atmosfer yang berbalik arah secara ekstrem, memberikan sensasi baru dalam menikmati genre fiksi ilmiah. Bahkan dari satu adegan ke adegan lainnya, suasana mencekam dalam film ini semakin besar. Bahkan, ruang untuk bernapas dari ketegangan pun tak diberikan dalam jumlah banyak. Satu hal yang juga membuat film ini terasa istimewa adalah penggambaran kehidupan di ruang angkasa yang terasa cukup akurat. Bahkan, detail beberapa interior layaknya sebuah stasiun luar angkasa, digambarkan secara terperinci. Membuat kita memahami apa saja yang tersedia di hampir setiap sudut stasiun luar angkasa. Dari segi akting jangan ditanya lagi. Bergabungnya Jake Gyllenhaal, Rebecca Ferguson, dan Ryan Reynolds di dalam film ini sukses menghidupkan skenario yang diracik Rhett Reese dan Paul Wernick. Meskipun tidak banyak bicara, namun makhluk yang menjadi sosok antagonisnya sanggup membuat kita benci setengah mati.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan