5 Drama Jepang Legendaris yang Jadi Favorit Indonesia

Beberapa drama Jepang ini pernah tayang di layar kaca Indonesia, menjadi favorit penonton. Apa sajakah itu?

Diterbitkan 28 September 2016, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tokyo Love Story, drama Jepang yang tayang di tahun 1990-an masih tersimpan di benak penikmatnya hingga kini,

Mereka pindah ke Tokyo untuk alasan yang berbeda. Kanji mendapat pekerjaan baru. Di tempat kerja, ia bertemu dengan rekannya yang bersemangat, Rika.

Di sana, ia bertemu dengan Mikami dan Satomi. Masalah terjadi setelah timbul cinta segitiga, telah dipendam sejak SMA. Situasi menjadi lebih rumit saat Kanji melihat Mikami mencium Satomi.

Kanji pun menyembuhkan luka hatinya dengan mencoba menyukai Rika yang energik dan lucu. Tentu saja, perasaan tak pernah bisa bohong. Kanji masih mencintai Satomi.

Beach Boys

Beach Boys diperankan Sorimachi Takashi, Takenouchi Yutaka, Hirosue Ryoko, tayang 1997 silam. Telah lama berlalu, drama Jepang ini masih mendapatkan tempat spesial di hati penggemar. Jalan ceritanya yang sederhana dan mengalir, serta memberikan arti pentingnya menggapai impian membuat penonton tak bosan menyaksikannya.

Beach Boys menceritakan tentang Sakurai Hiromi (Sorimachi Takashi) yang bertengkar dengan kekasihnya, memutuskan melupakan masalah dengan pergi ke laur. Rupanya, Hiromi bertemu dengan Kaito (Takenouchi), karyawan elit multinasional besar perdagangan perusahaan di Tokyo yang melarikan diri dari masalah di tempat kerja setelah kehilangan klien.

Beach Boys, drama Jepang yang memberikan penonton sebuah pelajaran berharga mengenai impian, tayang 1997.

Dalam perjalanan, Kaito melihat Hiromi sedang mendorong mobilnya yang mogok karena kehabisan bensin. Kaito pun membantunya mendorong mobil sampai tempat tujuan. Di pantai, sebuah penginapan bernama Minshuku Inn membutuhkan pegawai lepas.

Penginapan yang bisa dibilang cukup sederhana itu dikelola oleh seorang kakek bernama Izumi Masaru (Mike Maki) dan cucu perempuannya yang masih duduk di kelas dua SMA, Izumi Makoto (Hirosue Ryoko). Akhirnya Hiromi dan Kaito pun bersahabat, bersama dengan Makoto. Seiring berjalannya waktu, Hiromi dan Kaito merasa menjadi bagian dari keluarga dengan Masaru dan Makoto.

Kaito yang akhirnya mencintai laut memutuskan meninggalkan kota besar, bekerja untuk seorang ahli biologi Kelautan (Kirishima Karen). Sedangkan Hiromi berkencan dengan pewaris hotel Hawaii. Akhirnya, mereka bisa bereuni bersama.

Hana Yori Dango

Hana Yori Dango rupanya menjadi salah satu drama terpopuler sepanjang masa. Drama yang dalam bahasa Inggris sebagai Boys Over Flowers itu telah diadaptasi dalam drama Mandarin dan juga Korea.

Di versi aslinya, Hana Yori Dango diperankan oleh Mao Inoue, Jun Matsumoto, Shun Oguri, Shota Matsuda, dan Tsuyoshi Abe. Sementara, drama Korea Boys Over Flowers juga menjadi fenomena, menampilkan Lee Min Ho, Kim Hyun Joong, Kim Bum dan Kim Joon.

Hana Yori Dango juga ternyata pernah diadaptasi dalam sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta Karakter F4-nya yang diperankan: Indra L. Brugman, Steve, Jonathan Frizzy, dan Roger Danuarta.

Hana Yori Dango, drama Jepang yang sangat sukses hingga diadaptasi ke berbagai serial, termasuk drama Mandarin dan Korea dengan judul Boys Over Flowers.

Drama ini bercerita tentang Cinderella, wanita yang berasal dari keluarga miskin hingga akhirnya mendapatkan keberuntungan karena cinta. Meski sempat dipenuhi dengan intrik dan permasalahan yang menderanya. Selain itu, karakter utamanya dianggap sebagai pejuang untuk bertahan hidup. Nasib malang Makino Tsukushi yang diperankan Mao Inoue, membuat penonton merasa iba. Selain itu, penggemar pun penasaran dengan akhir ceritanya.

Akhirnya sang pangeran tampan dan kaya, Domoyouji Tsukasa (Jun Matsumoto) bertekuk lutut saat cinta telah menyapa. Dengan berbagai cara, Tsukasa mempertahankan hubungannya dengan Tsukushi.

Ichi Rittoru no Namida

Ichi Rittoru no Namida menjadi salah satu drama fenomenal, ditayangkan di beberapa negara di Asia, termasuk Singapura dan Indonesia. Penonton menangis dengan jalan ceritanya yang menyedihkan, tayang pada 2005 silam. Drama ini dimainkan oleh Erika Sawajiri dan Ryo Nishikido.

Drama ini diangkat pada kehidupan nyata perjuangan seorang gadis berusia 15 tahun yang bernama Aya yang menderita penyakit kronis. Drama ini menggambarkan perjuangan kisah hidupnya melawan penyakit itu, hingga menutup nyawa dengan total 25 episode.

Naskah dari drama ini diambil dari buku harian Aya, dari ia rajin menulis hingga tidak lagi dapat memegang pena. Gadis bernama Ikeuchi Aya berusia 15 tahun, mulai masuk SMA. Ia putri dari keluarga yang bekerja di sebuah toko yang membuat tahu.

Ichi Rittoru no Namida atau 1 Litre of Tears yangtayang 2005 juga sempat diadaptasi menjadi sinetron Buku Harian Nayla.

Hal-hal yang tidak biasa mulai terjadi pada Aya. Dia mulai sering jatuh, cara berjalannya juga aneh. Ibunya Shioka, mengajak Aya ke dokter. Akhirnya diketahui Aya menderita spinocerebellar degeneration: penyakit langka dimana cerebellum otak secara bertahap memburuk, hingga penderita tidak dapat berjalan, berbicara, menulis, atau makan. Di balik penyakitnya, Aya menemukan cinta sejatinya yang selalu menemani hingga akhir hayatnya.

Ichi Rittoru no Namida atau 1 Litre of Tears menjadi salah satu drama favorit di Indonesia. Buktinya, drama ini sampai diadaptasi menjadi sinetron dengan judul Buku Harian Nayla, diperankan Glenn Alienskie dan Chelsea Olivia.(Des)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Desika PemitaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan