6 Kutipan Dialog Film Indonesia Paling Terkenal Sepanjang Masa

Orang-orang dari generasi berbeda, hapal atau setidaknya familiar dengan petikan dialog film-film berikut ini. Termasuk juga Anda.

Diterbitkan 30 Maret 2016, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Film dan masyarakat, punya pengaruh timbal balik satu sama lain. Para sineas tak hanya mengambil materi film dari kondisi sosial budaya di masyarakat, film pun dapat menjadi sebuah fenomena sosial.

Contohnya saja dialog film. Sejumlah dialog film yang begitu lekat di benak penontonnya, lantas direproduksi ulang dalam percakapan sehari-hari di masyarakat.

Akademisi dan penggiat film Amerika, yang bergabung dalam American Film Institute, bahkan mengumpulkan seratus kutipan film Hollywood berpengaruh yang tak lekang oleh masa. Contohnya saja kutipan dialog, "Frankly, my dear, I don't give a d*mn," yang terdapat dalam film Gone With the Wind, yang berada di urutan pertama.

Film sudah menjadi konsumsi seluruh masyarakat di dunia tak terkecuali Indonesia.

Baca Juga

  • Selamat Hari Film Nasional!
  • 30 Maret, Netizen Riuh Berkicau Peringatan Hari Film Nasional
  • IBOMA Pertemukan Film Box Office dan Berkualitas

 

Sayangnya, upaya yang sama tak begitu terdengar di Indonesia. Namun, bukan berarti film Indonesia lantas kekurangan kutipan dialog legendaris. Untuk menyambut Hari Film Nasional yang jatuh hari ini, Rabu (30/3/2016), ada baiknya kita mengumpulkan kutipan dialog film Indonesia paling diingat sepanjang masa.

Parameternya, orang-orang dari generasi berbeda hapal atau setidaknya familiar dengan petikan dialog film-film berikut ini. Termasuk juga Anda. Tak percaya?

 

Jadi Salah Gue, Salah Temen-Temen Gue?

Jadi Salah Gue, Salah Temen-Temen Gue?

Bila pasangan ikonik untuk remaja era tahun 1980-an adalah Galih dan Ratna, maka generasi milenial punya Rangga dan Cinta. Dua tokoh film Ada Apa dengan Cinta yang dimainkan oleh Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra ini, begitu melekat di benak penonton. Termasuk dialog keduanya.

Salah satunya, adalah dialog "Jadi salah gue, salah temen-temen gue" yang diucapkan Cinta pada Rangga.

Dialog ini, terucap kala di tengah pertandingan basket, Rangga menarik Cinta untuk berbicara empat mata mata dengannya. Namun, Rangga merasa Cinta malu terlihat berbicara dengannya di depan umum. Cinta yang menganggap Rangga menjelekkan teman-temannya, merasa berang, dan terlontarlah kalimat 'sakti' ini.

 

Darah Itu Merah, Jenderal

Darah Itu Merah, Jenderal

Satu film 'wajib tonton' bagi mereka yang melewati masa kecil dan remaja di era tahun 1980-an adalah Penumpasan Pengkhianatan G30 S PKI. Karena film yang disutradarai oleh Arifin C. Noer ini wajib diputar tiap tanggal 30 September, tak heran bila sejumlah dialog dalam film ini begitu menancap di benak penonton.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Meski beredar di masyarakat dengan kutipan, "Darah itu merah, Jenderal," namun itu bukan dialog yang persis diucapkan dalam film. Dialog film yang sebenarnya, adalah "Darah itu warnanya merah, Jenderal. Seperti amarah." Kalimat ini ditampilkan dalam adegan penyiksaan, saat sejumlah anggota PKI memaksa para jenderal untuk menandatangani surat yang menyebut keberadaan Dewan Jenderal. Ada kutipan lain yang begitu diingat dalam film ini yakni, "Jawa adalah Kunci." Kutipan ini muncul saat PKI mengadakan rapat, yang menyebutkan bahwa posisi Pulau Jawa sangat krusial untuk keberhasilan sebuah gerakan.

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan