Sukses

5 Sinetron Terbaik Marshanda Paling Dikenang

Liputan6.com, Jakarta Marshanda tengah jadi sorotan media dan publik dalam beberapa hari terakhir. Kisah miris ayahnya yang hidup terlunta-lunta hingga jadi tunawisma membuat masyarakat terhenyak. Marshanda yang tak malu mengakui ayahnya dan menerima apa adanya pun, menarik simpati banyak orang.

Andriani Marshanda atau kerap disapa Caca mungkin tak pernah lagi terlihat di layar kaca sebagai pesinetron. Berita tentangnya kini lebih banyak dihiasi aksi-aksi sensasional di luar akting yang telah digeluti artis kelahiran 10 Agustus 1989 ini sejak usia belia.

Meski begitu, kita tak pernah lupa di masa jayanya dulu, Marshanda pernah membintangi banyak sinetron populer yang lalu menasbihkannya sebagai salah satu bintang muda bersinar ini. Jejak karirnya di dunia akting pada kurun 2004-2009 adalah yang paling produkif. Siapa bisa lupa sinetron Bidadari?

Berikut, Liputan6.com memilih 5 sinetron terbaik yang pernah dibintangi Marshanda. Lima sinetron ini, tak hanya mengantarnya menggenggam popularitas. Tapi juga mengangkat namanya ke jajaran pesinetron papan atas hingga kini. Apa saja? Simak di sini.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 6 halaman

Bidadari (2000)

Bidadari (2000)

Sinetron perdana sekaligus debut akting Marshanda sebagai peran utama di layar kaca ini tayang pada tahun 2000-2004 di salah satu stasiun tv. Perannya sebagai Lala begitu legendaris. Seorang gadis kecil yang harus menerima perlakuan buruk dari ibu dan saudara tirinya lalu mendapat perlindungan dari seorang Ibu Peri, jadi favorit penonton kala itu.

Sinetron ini tak hanya dikenang sebagai salah satu sinetron anak-anak terbaik yang pernah tayang. Sampai sekarang, kita bahkan tak bisa melupakan Marshanda cilik sebagai Lala. Peran Lala akan selalu melekat di diri Marshanda, juga di hati penggemar sinetron.

3 dari 6 halaman

Kisah Sedih di Hari Minggu (2004)

Kisah Sedih di Hari Minggu (2004)

Sinetron keduanya setelah lepas dari Bidadari yang fenomenal. Marshanda memainkan karakter Imel, gadis kaya yang harus hidup susah setelah ayahnya bangkrut dan meninggalkan ia bersama ibunya (diperankan Ira Wibowo). Mereka lalu harus tinggal di rumah keluarga Usman yang memperlakukan Imel dan ibunya bak pembantu.

Meski di pertengahan, ceritanya menjadi tidak jelas, KSdHM diingat sebagai salah satu sinetron tersukses Marshanda. Sinetron ini sukses menyabet gelar Sinetron Terfavorit di Panasonic Gobel Awards 2004. KSdHM juga dikenang berkat akting konyol Meriam Bellina sebagai Tante Usman yang sulit dilupakan.

4 dari 6 halaman

Putri Yang Terbuang (2006)

Putri Yang Terbuang (2006)

Putri dibuang ibunya (diperankan Dina Lorenza) begitu dilahirkan. Sang ibu tak mau dicerai suaminya yang hanya menginginkan anak lelaki. Neneknya (Leily Sagita) lalu menukar seorang bayi lelaki untuk diakui sebagai anak dan dinamakan Raja. Putri lalu ditemukan seorang pelacur baik hati dan dibesarkan penuh kasih sayang. Belasan tahun kemudian, takdir mempertemukan Putri (Marshanda) dan Raja (Rionaldo Stockhorst), hingga keduanya saling mencintai.

Kisah manis Putri dan Raja dianggap dongeng di sinetron yang memperlihatkan chemistry terbaik kedua pemainnya. Nama Rionaldo mungkin tak sebesar Dude Harlino atau Baim Wong. Tapi banyak yang mengakui, dengan Rionaldo, Marshanda bisa berakting lebih lepas, penuh totalitas dan enak dilihat.

5 dari 6 halaman

Benci Bilang Cinta (2006)

Benci Bilang Cinta (2006)

Benci Bilang Cinta (BBC) mungkin diingat penggemar sinetron sebagai versi Indonesia dari drama Korea, Princess Hours. Namun, BBC adalah momentum karir Marshanda di jagad akting. Pilihan perannya kali ini diacungi jempol penggemar. Setelah acap memerankan gadis menderita, Marshanda mengeksekusi karakter Winda sebaik versi aslinya.

BBC membawa nama Marshanda ke puncak popularitas, meski ia gagal merebut piala Aktris Ngetop di SCTV Awards yang dulu dianggap supremasi tertinggi seorang aktris di layar kaca. Berkat BBC pula, ia terlibat cinlok dengan aktor yang tengah melejit saat itu. Kisah cintanya dengan Baim Wong membetot perhatian publik, dari awal hingga akhir, bahkan hingga kini.

6 dari 6 halaman

Soleha (2007)

Soleha (2007)

Kembali dipasangkan dengan Rionaldo Stockhorst, kali ini di sebuah sinetron religi yang tayang pada bulan Ramadan. Marshanda memerankan karakter gadis tomboy, berjilbab bernama Soleha. Ia bersahabat dengan Rendra (Rionaldo) yang diam-diam menyukainya. Di lain sisi, ada Ervan (Baim Wong) artis kaya raya yang ternyata adalah teman masa kecil Soleha. Kisah cinta segitiga ini bertambah pelik setelah Soleha terkena penyakit mematikan.

Soleha dikenang penggemar sinetron sebagai sinetron religi terbaik dan tersukses dari Marshanda. Setelah Soleha, ia sempat main bersama Dude Harlino yang kala itu tengah berjaya, di sinetron religi lain berjudul Aqso dan Madina. Namun, chemistry Marshanda dengan Rionaldo (dan Baim) dinilai lebih apik ketimbang kala ia diduetkan dengan Raja Sinetron tersebut.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.