Kojek Rapper Betawi, Anak Kampung yang Manggung di Kota

Kojek rapper Betawi mengisi acara dan bernyanyi dalam sesi diskusi Anak Kampung Anak Kota di Bentara Budaya Jakarta.

Diterbitkan 25 Februari 2016, 03:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
>Laki-laki yang mendapatkan nama julukan lantaran kesukaannya menghisap permen kojek ini mengatakan ia mulai nge-rap sejak 2010.

Semua bermula ketika Kojek memenangi lomba musik rap yang diadakan di arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Saat itu ia mengaku masih menyanyi rap biasa saja. Namun setelah mengusung rap Betawi, dewi fortuna menghinggapi dirinya. Kojek dan karya-karyanya pun mulai dikenal.

Lagu rap Betawi pertamanya berjudul 'Lo Kate Jakarte'. Lagu ini dibuatnya untuk memperingati hari jadi Jakarta pada 2011. Kemudian ia merilis album yang berjudul Betawi Punya Rapper pada 2012. Dan pada 2016 ini ia merilis single 'Enjoy Jakarte'. Dalam video yang diperlihatkan kepada para peserta diskusi itu, Kojek tak lupa menyertakan pesan-pesannya yang kritis terhadap pemerintah, termasuk soal tolak reklamasi.

Kala ditanya penghargaan apa yang sudah diberikan pemerintah atas usahanya mengangkat budaya Betawi, Kojek mengatakan “Awalnya memang harus berjuang sendiri dulu kalau mau memajukan budaya. Setelah gue mulai muncul di TV baru gue mulai dikirimi bingkisan ke rumah. Pak Lurah nelepon, camat gue di Penjaringan nelepon, terus diminta isi acara,” ucap Kojek.

Kojek dalam talkshow Saya Anak Kampung, Saya Anak Kota

Sebagai anak Betawi dan anak kampung Kojek mengaku bangga. "Style gue modern, tapi gue Betawi. Gue orang kampung, orang Betawi, tapi gue bangga. Jadi Betawi itu harusnya bangga, karena Betawi landasan agamanya kuat. Jadi orangnya harusnya enggak gampang terombang-ambing," katanya.

Soal tuduhan kaum tua Betawi bahwa rap seperti yang dibawakan Kojek bukan berciri Betawi, ia menanggapinya dengan santai. “Lihat aja tuh Emak gue di rumah saban hari kerjanya nge-rap. Orang Betawi dari lahir udeh bisa nge-rap,” tuturnya sambil tertawa.

Menutup diskusi, Kojek memberikan pantun. “Tukang sawi namanya Bang Maman, jangan ngaku Betawi kalau cuma bisa jadi preman,” pungkas Kojek yang disambut riuh sorakan para penonton.

 

 

>

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Fadjriah Nurdiarsih, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan