Sukses

Ulasan D'Academy Asia, Kala Akhirnya Sang Penantang Jadi Juara

Liputan6.com, Jakarta - Kejutan besar terjadi di Grand Final Dangdut Academy Asia. Acara yang berlangsung mulai Selasa (29/12/2015) pukul 19.00 hingga Rabu (30/12/2015) pukul 01.20 WIB di Indosiar ini akhirnya melahirkan sang juara di luar prediksi.

Tak ada yang menyangka, Danang yang diumumkan sebagai juara Asia, menyisihkan Lesti, sang jagoan yang sudah digadang-gadang sejak malam pertama kompetisi ini berlangsung, akan jadi pemenang. Lesti yang sebelumnya diprediksi nyaris semua juri dan komentator akan keluar sebagai juara, harus mengakui kedahsyatan kreativitas lawannya.

Sempat unggul 2 poin (seharusnya hanya 1 poin, entah mengapa jumlah di klasemen berbeda dengan perhitungan) di konser result pertama dengan raihan 387, Lesti terpaksa tunduk di konser result kedua, Selasa (29/12/2015) malam. Membawakan lagu 'Nirmala' milik Siti Nurhaliza, Lesti lagi-lagi dipuji sebagai anak ajaib yang luar biasa hebat dari Rosalina Musa (Singapura).

Pada penampilan keduanya, ia mendapatkan privilege menyanyikan single-nya yang telah mengantarkan meraih banyak gelar di beberapa ajang penghargaan musik. Namun lagu 'Kejora', sayangnya tak dilantunkan sebaik saat ia tampil di banyak acara. Terdengar berlebihan dengan banyak improvisasi tak tepat, membuat 'Kejora' kehilangan magisnya. Namun, Fakhrul Razi berkomentar Lesti tetap membuatnya jatuh cinta.

Lesti, Danang dan Shiha Zikir seusai acara Grand Final D'Academy Asia 2015 Result Show di Studio 5 Indosiar, Jakarta, Selasa (29/12). Danang, kontestan asal Indonesia keluar sebagai juara. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sementara sang penantang, sukses menggelegar panggung dengan vokalnya yang dahsyat. Danang mem-fussion lagu 'Judi' milik H Rhoma Irama menjadi lagu dangdut high class. Dengan sentuhan jazz ala penyanyi luar, begitu kata Saipul Jamil, Danang berhasil membuat takjub. Amelina (Malaysia) bilang Danang adalah seorang performer yang "Wow!" hingga ia tak bisa berkata-kata.

Terlebih lagi ketika ia menyanyikan lagu kedua 'Bunga Surgawi' ciptaan Adibal Sahrul yang juga bertindak sebagai mentor di D'Academy Asia. Danang tak banyak mengubah lagu dan membuatnya malah lebih asyik, tak hanya saat didendangkan tapi juga bagi orang-orang yang mendengarkan. Mas Idayu (Malaysia) bahkan sampai meminta lagu versi Danang ini dirilis di Malaysia, saking sukanya.

Penampilan memukau Shiha Zikir, finalis asal Malaysia, dalam Grand Final D'Academy Asia 2015 Result Show di Studio 5 Indosiar, Jakarta, Selasa (29/12). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Di lain sisi, sang kuda hitam Shiha Zikir, satu-satunya wakil Malaysia tersisa, tak banyak memberi perlawanan. Mungkin ia pikir dengan hanya 372 poin yang berarti juga sudah berselisih 15 dan 13 poin dari Lesti dan Danang di konser result pertama, ia tak mampu menandingi 2 jagoan tuan rumah yang memiliki kualitas di atas rata-rata tersebut. Dua lagu yang dibawakannya masih terdengar biasa saja. Namun, Saipul Jamil tetap salut dan berterima kasih sebab Shiha sudah mau mempelajari dangdut sampai sejauh ini.

2 dari 2 halaman

Hasil Penjurian Grand Final D'Academy Asia

Tiba saatnya di sistem penjurian, 3 finalis didampingi orang tua masing-masing. Shiha mendapat kesempatan pertama mendengar penilaian dari 4 juri: Mayuni Omar (Singapura), DJ Daffy (Brunei), Hetty Koes Endang (Indonesia), dan Pak Ngah (Malaysia).

Mayuni berharap Shiha tidak hanya berbuat yang terbaik di ajang ini tapi juga di Malaysia. Pak Ngah tetap bangga Shiha berada di Top 3, meskipun nanti tak jadi juara karena sejatinya ia telah mengharumkan nama Malaysia di kancah dangdut Asia. Sementara Bunda Hetty yakin suatu hari nanti Shiha bisa menjadi Siti Nurhaliza kedua. Shiha harus bangga, baru 1,5 bulan tapi sudah bisa berdangdut dengan baik. Bunda menggelari Shiha, 'Beautiful Women'. Terakhir, DJ Daffy hanya menekankan ada penampilan bagus, dan ada yang buruk dari Shiha.

Berikut perolehan nilai yang di dapat Shiha Zikir (Malaysia) dalam 2 konser result:

92 + 93 + 94 + 93 = 372
93 + 93 + 93 + 94 = 373
Total: 745

Finalis kedua yang diberikan penilaian adalah Danang. DJ Daffy mengatakan Danang pintar memainkan teknik vokal, inovasi, pitch, ketepatan vokal, penjiwaan, dinamika, pengaturan napas, dan ekspresi. Semuanya hebat. Bunda Hetty menilai fighting spirit Danang sangat tinggi, dan menguasai banyak teknik. Bunda berpesan jangan juara hanya di festival tapi juga di show, kompetisi, recording dan semua bidang harus serba bisa.

Danang, kontestan asal indonesia sujud syukur disaksikan Lesti dan Shiha Zikir usai dinobatkan sebagai juara dalam Grand Final D'Academy Asia 2015 Result Show di Studio 5 Indosiar, Jakarta, Selasa (29/12). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pak Ngah menambahkan teknik, cara bernyanyi, pitching semua bagus. Danang menguasai semua lagu, kreatif membuat "Wow factor", kejutan-kejutan dan hal itu membuat Pak Ngah salut. Mayuni menutup komentar bahwa Danang tak pernah putus membuat surprise, penyanyi komplit dan konsisten. Nasihat Mayuni hanya satu: di manapun tampil harus jujur dan ikhlas. Itu saja.

Berikut perolehan nilai yang di dapat Danang dalam 2 konser result:

95 + 96 + 97 + 97 = 385
97 + 97 + 98 + 97 = 389
Total: 774

Lesti menjadi finalis terakhir dan sebagai penentu gelar juara, mendapat komentar pertama dari Pak Ngah. Ia menyebut Lesti sebagai anak ajaib, sudah hebat di umur 16 tahun. Pesan Pak Ngah perjalanan masih jauh, banyak rintangan, harus mengurus diri dengan baik dan memilih orang yang tepat dan lagu yang tepat. Sementara Mayuni berpendapat jiwa penghayatan Lesti sangat bagus, bernyanyi penuh keikhlasan, dan tak hanya membuat pendengar menangis.

Penampilan memukau Lesti, finalis asal Indonesia, dalam Grand Final D'Academy Asia 2015 Result Show di Studio 5 Indosiar, Jakarta, Selasa (29/12). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Bunda Hetty menggelari Lesti, si Golden Voice. (Lagu) Nirmala yang susah tapi Lesti bisa (menaklukannya). Ekpresi, penampilan oke, bernyanyi dengan cara Lesti sendiri, vibra sindennya sedap. Kejora dibuat berkelas, meski penjiwaan kurang kuat. Pesan Bunda pada Lesti, perjalanan masih panjang, masih muda. Bunda meminta ayah Lesti harus selalu mendampinginya sampai besar. Sebagai penutup, DJ Daffy menegaskan menang atau kalah, Lesti tetap di hati penggemarnya. Ia yakin usia tak menghalangi Lesti untuk berjaya di luar sana.

Berikut perolehan nilai yang di dapat Lesti dalam 2 konser result:

96 + 97 + 97 + 96 = 386 / 387
96 + 96 + 97 + 96 = 385
Total: 772

Karena nilai Lesti lebih rendah dan terpaut 2 poin dari yang didapat Danang, otomatis Danang menjadi juara Dangdut Academy Asia pertama. Ia berhak mendapat hadiah uang tunai Rp 150 juta dan tiket PP dari Royal Brunei Airlines serta berlibur 3 hari 2 malam, plus mendapat 1 buah single lagu ciptaan Pak Ngah. Lesti sebagai juara kedua memperoleh Rp 100 juta dan hadiah lain yang sama dengan Danang. Lesti dan Danang juga menerima hadiah plus dari pengusaha Aman Jagau, yaitu umroh ke tanah suci. Penyerahan hadiah diberikan oleh Direktur Utama Indosiar, Imam Sudjarwo, dan Harsiwi Achmad, Managing Director Indosiar.

Tak ketinggalan, Shiha Zikir sebagai juara ketiga juga mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp 50 juta dan hadiah lain yang juga sama dengan 2 finalis lain. Deputy Director of Production Indosiar, Indra Yudhistira kali ini yang menyerahkan simbolis dan buket bunga.

Danang, finalis asal Indonesia saat berduet dengan pedangdut Iyeth Bustami dalam Grand Final D'Academy Asia 2015 Result Show di Studio 5 Indosiar, Jakarta, Selasa (29/12). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Di penghujung acara, Danang memberikan sambutan kemenangan yang membuat banyak orang tersentuh. Kami mengutip kata-kata Danang berikut sebagai penutup manis ulasan Dangdut Academy Asia terakhir ini.

"Kami adalah keluarga. Tak pernah gontok-gontokan. Saling berkonsultasi. Saling support. Satu kehormatan, Danang bisa bersama 19 kontestan yang hebat. Mungkin yang lalu (Dangdut Academy season 2), Danang belum beruntung (karena hanya jadi juara kedua). Allah menyiapkan yang besar. DA Asia adalah jawabannya," kata Danang. Selamat, Danang!** (Puj/Ade)