6 Musisi Rock Jepang Ini Meninggal Muda di Tengah Kejayaan

Ada enam personel band Jepang yang telah meninggal dunia di usia muda ketika mereka tengah menikmati kesuksesan.

Diterbitkan 23 Oktober 2015, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Penyebabnya masih misterius, karena ia ditemukan meninggal di apartemen dengan leher bergantung pada handuk yang terlilit di daun pintu pada malam setelah ia mabuk.

Lagu demo milik mendiang Hide selaku mantan gitaris X Japan, bakal dirilis menggunakan perpaduan teknik Vocaloid.

Ada dugaan ia tewas karena bunuh diri namun seluruh kerabat menyanggahnya karena Hide tak menunjukkan tanda-tanda akan bnunuh diri sebelum meninggal. Pada saat kehilangan nyawanya, Hide tengah sukses dengan proyek solo kariernya.

 

Masahiko Shimura

Masahiko Shimura

Dikenal sebagai: Vokalis dan gitaris Fujifabric

Masahiko Shimura boleh disebut sebagai salah satu musisi kebanggaan Jepang. Selama menjadi vokalis sekaligus gitaris band Fujifabric, ia kerap menciptakan lagu-lagu yang unik dengan paduan jazz, disco, dan progressive rock.

Pria kelahiran Yamanashi, Jepang pada 10 Juli 1980 ini meninggal pada 24 Desember 2009. Penyebabnya masih misterius hingga saat ini, yaitu oleh penyakit yang belum diketahui jenisnya.

Band Jepang Fujifabric. (universal-music.co.jp)

Parahnya, Masahiko Shimura hanyalah satu-satunya personel Fujifabric pertama yang tersisa pada 2009 sejak dibentuk pertama kali pada tahun 2000. Keempat personel yang ada saat ini menggantikan member sebelumnya dan rata-rata baru bergabung sejak tahun 2002.

Walaupun Shimura telah tiada, Fujifabric hingga kini tetap berjalan. Gitaris Souichirou Yamauchi merangkap posisi vokal sejak album keenam yang berjudul Star.

 

Jasmine You

Jasmine You

Dikenal sebagai: Pemain bass Versailles dan Hizaki Grace Project

Terkenal sebagai bassis nyentrik di komunitas visual kei, Jasmine You yang lahir di Prefektur Aichi pada 8 Maret 1979, terkenal sejak ia bergabung dengan band metal Versailles sejak 2007.

Band Jepang Versailles.

Kesuksesan Versailles di komunitas pecinta musik indie Jepang, membuat mereka bergabung dengan label Warner Music Japan. Duka pun menghantam ketika Jasmine You meninggal tak lama setelah itu.

Sang bassis meninggal pada 3 Agustus 2009 di usianya yang ke-30. Padahal tak jauh sebelumnya, ia sempat mengumumkan untuk istirahat dari aktivitasnya sebagai musisi karena masalah kesehatan. Ia berhenti sementara agar bisa segera pulih.

Jasmine You, bassis band Jepang Versailles. (fanpop.com)

Meskipun telah bubar pada 2012 lalu, Jasmine You masih dianggap sebagai personel abadi Versailles hingga hari ini. Satu hal yang misterius adalah penyebab kematian pria bernama asli Kageyama Yuuichi ini masih dirahasiakan oleh pihak keluarga.

 

Kami

Kami

Dikenal sebagai: Pemain drum Malice Mizer

Sosok Kami yang memiliki nama asli Ukyou Kamimura, dianggap sebagai salah satu ikon band gothic rock Jepang setelah ia bergabung dengan Malice Mizer sejak tahun 1993.

Band Jepang Malice Mizer. (fanpop.com)

Kami memiliki perawakan wajah yang tampan serta kemampuan menabuh drum yang sangat unik. Ia juga mengisi posisi drum Malice Mizer sejak album pertama hingga ketiga yang membawa genre gothic rock Jepang mendunia. 

Kematiannya pada 21 Juni 1999 di usia yang ke-27 sungguh mengejutkan banyak fans. Pria kelahiran Ibaraki, 1 Februari 1972 ini meninggal karena terserang subarachnoid hemorrhage atau pendarahan di otaknya.

Kami, personel band Jepang Malice Mizer.

Posisi Kami pun tak tergantikan di mata para personel Malice Mizer. Bahkan setelah band tersebut berganti vokalis untuk album keempat, tiga orang personel yang bertahan tak mengangkat drummer penggantinya sama sekali.

 

Kazuki Watanabe

Kazuki Watanabe

Dikenal sebagai: Gitaris Raphael dan Yuri Juujidan

Lahir di Tokyo pada 7 April 1981, Kazuki Watanabe atau yang memiliki nama panggung Kazuki ini meninggal di usia yang sangat muda, yaitu 19 tahun.

Band Jepang Raphael.

Kazuki wafat pada 31 Oktober 2000 dengan menyisakan kejayaan band visual kei Raphael di penghujung tahun 1990-an.

Peran besar Kazuki sebagai gitaris sekaligus penulis lagu utama di bandnya, sukses mengantarkan Raphael masuk ke dalam 40 besar tangga musik Oricon. Meninggalnya Kazuki membuat Raphael tidak stabil hingga akhirnya bubar setahun kemudian pada 2001.

Kazuki, personel band Jepang Raphael.

Pada saat meninggal, Kazuki ditemukan di dalam kamarnya yang berlokasi di Shibuya. Kepolisian Shibuya di Tokyo menetapkan bahwa kematiannya disebabkan oleh kelebihan dosis obat penenang.

 

Ikuzone

Ikuzone

Dikenal sebagai: Bassis Dragon Ash

Ikuzo Baba atau yang akrab disapa Ikuzone merupakan salah satu member terlama band rap rock Dragon Ash. Bahkan, ia memiliki hubungan pertemanan yang akrab dengan mendiang Hide X Japan hingga keduanya saling saling menginspirasi.

Ikuzone, bassis band Jepang Dragon Ash.

Pria kelahiran 1 November 1965 di Tokyo ini memang meninggal dunia di usia yang tergolong sudah tak begitu muda lagi, yaitu 47 tahun.

Pemain bass satu ini juga memiliki andil yang sangat besar dalam memajukan Dragon Ash sejak 1997 hingga band tersebut beberapa kali menduduki puncak tangga Oricon serta penjualan CD single dan album hingga jutaan kopi.

Band Jepang Dragon Ash. (excite.co.jp)

Penyebab kematian pecinta musik metal ini disebabkan oleh gagal jantung yang dialaminya pada 21 April 2012. Ia ditemukan oleh anggota keluarganya di studio rumahnya saat kejadian berlangsung.

Ikuzone lalu dibawa ke Rumah Sakit Pusat di Tokyo, namun pada pukul 22.55 nyawanya sudah tak tertolong. Ia dikebumikan oleh keluarganya secara pribadi. (Rul/Feb)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Feby FerdianTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan