REVIEW Manga Yu Yu Hakusho, Pertarungan Supranatural Para Siluman

Jika menelusuri jauh ke belakang, pada tahun 1990 hingga 1994 terdapat satu mahakarya Yoshihiro Togashi bertajuk Yu Yu Hakusho.

Diterbitkan 11 September 2015, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Anime dari manga karya Yoshihiro Togashi, Yu Yu Hakusho. (Pierrot/Shueisha)

Perkembangan cerita dalam manga ini lalu berubah menjadi turnamen beladiri di dunia siluman (yokai) yang juga diikuti oleh beberapa manusia. Yusuke dan Kuwabara adalah dua dari beberapa manusia yang mengikuti kompetisi ini. Usai turnamen, Yusuke lalu harus menghadapi musuh-musuh lain yang lebih kuat hingga membawanya kepada jati diri sesungguhnya.

Alur cerita dari satu konsep menuju konsep lainnya dalam Yu Yu Hakusho memang dikemas secara menarik dan mengalir dengan baik. Watak setiap karakternya pun tak mudah untuk dilupakan.

Anime dari manga karya Yoshihiro Togashi, Yu Yu Hakusho. (Pierrot/Shueisha)

Kita melihat Yusuke yang memiliki semangat tinggi tanpa kenal lelah, Kuwabara yang ceroboh namun penuh tekad, Hiei yang dingin dan tenang, serta Kurama yang halus bagai perempuan namun berbahaya ketika marah. Semuanya memiliki ikatan yang cukup erat hingga akhir cerita.

Karakter lain yang cukup dikenang adalah gadis bernama Botan dari alam baka yang menemui Yusuke pertama kali sewaktu mati suri. Lalu ada Koenma yang merupakan anak dari penguasa akhirat, serta gadis bernama Keiko Yukimura yang diam-diam menyukai Yusuke.

Bahkan, karakter penjahat dalam manga Yu Yu Hakusho juga memiliki watak, desain, dan kekuatan yang tak mudah dilupakan. Sebut saja Rando Toguro, Sakyo, hingga Shinobu Sensui. Masing-masing dari mereka punya motif yang menarik untuk diikuti ketika Yusuke dan kawan-kawan berusaha mencegahnya.

Anime dari manga karya Yoshihiro Togashi, Yu Yu Hakusho. (Pierrot/Shueisha)

Memang sekilas Yu Yu Hakusho awalnya terkesan seperti sebuah manga horor dengan unsur komedi dan misteri nan unik. Akan tetapi setelah kisahnya mencapai tahap pertempuran beladiri, banyak pecinta manga yang langsung membacanya hingga menjadi hits.

Yu Yu Hakusho juga menjadi batu loncatan bagi Yoshihiro Togashi di dunia manga. Setelahnya, ia menciptakan Hunter x Hunter yang membuat namanya semakin melejit. Walaupun begitu, kondisi kesehatan suami pengarang Sailor Moon, Naoko Takeuchi ini sering naik-turun.

Singkat kata, Yu Yu Hakusho telah menjadi salah satu bacaan manga yang memorable bagi pecinta kisah aksi dengan bumbu supranatural. Tentunya, sangat disayangkan jika manga satu ini dilewatkan dan dilupakan begitu saja. (Rul/Feb)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Feby FerdianTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan