Menurut Psikolog, 6 Hal Ini Bisa Bikin Artis Terlibat Prostitusi

Menurut psikolog, bukan cuma alasan uang seorang artis mau melacurkan diri.

Diterbitkan 05 September 2015, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Artis Beberapa bulan terakhir, dunia showbiz Tanah Air digemparkan oleh berita kasus prostitusi yang melibatkan para artis. Kasus pertama bermula ketika ditangkapnya artis berinisial AA yang tengah dijual oleh muncikari RA.

Yang menggemparkan, tarif para artis yang bisa disewa mencampai angka puluhan hingga ratusan juta rupiah. Tidak itu saja, RA juga memiliki banyak nama artis yang bisa di-booking.

Belum reda berita AA dan muncikari RA, kasus serupa muncul di Surabaya. Kali ini yang bikin berita adalah model cantik berinisial SA yang ditangkap sedang mabuk narkoba dan menjual diri kehidung belang. SA tak sendiri, ia ditangkap bersama empat PSK lainnya yang bekerja sampingan sebagai sales promotion girl (SPG).

Dilihat dari kacamata psikologis, prilaku selebriti yang terlibat kasus prostitusi artis ini bukan hanya lantaran tuntutan kebutuhan ekonomi belaka. Psikolog dari Pusat Studi Psikologi Komunikasi Bawah Sadar, Nunki Suwardi yang ditemui Liputan6.com, Jumat (4/9/2015) menuturkan ada banyak faktor yang mendukung seorang selebriti tertarik ikut bisnis esek-esek.

1. Tuntutan Gaya Hidup

1. Tuntutan Gaya Hidup

Sebagai seorang artis, gaya hidup mewah menjadi hal yang nyaris tak bisa terpisahkan. Ketika seseorang menjadi artis tentu akan membuatnya ingin meniru kebiasaan artis yang lain. Hal itulah yang kemudian bisa menjerumuskan artis ke lembah prostitusi memenuhi gaya hidupnya.

"Gaya hidup berpengaruh ya. Apalagi artis identik dengan hal yang glamor. Karena artis nggak mungkin ke panggung pakai baju murah. Bahkan ada artis-artis papan atas yang bajunya saja untuk sekali pentas," ujar Nunki Suwardi.

"Itu baru baju, apalagi yang lain. Misalkan mobil, rumah dan gadget. Mereka yang ingin mengikuti gaya hidup selebritis, kemungkinan besar bisa terperosok," sambungnya.

2. Zona Nyaman

2. Zona Nyaman

Berawal dari tuntutan gaya hidup mewah, seseorang yang terjerumus ke lembah hitam prostitusi bisa berada di zona nyaman. Pasalnya dibandingkan ia harus bekerja membanting tulang selama berbulan-bulan, PSK artis tersebut merasa lebih mudah bekerja dalam beberapa jalam dengan klien.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Ketika seseorang sudah sampai ke tahap kenyamanan tertentu, dia akan sulit berpindah. Bicara soal kecukupan materi tidak menjamin seseorang merasa cukup. Secara psikologis, materi tidak akan pernah ada kata puas, orang terkaya di dunia sekalipun masih akan terus mencari uang," kata Nunki. "Nah, apalagi ini kalau sudah nyaman, dia akan mencari uangnya dengan cara yang mudah atau jalan pintas," lanjutnya.

Halaman
Show All
Rizky Aditya Saputra, Ferry NoviandiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan