5 Alasan yang Bikin Penonton Suka Magic Hour

Liputan6.com merangkum 5 alasan mengapa Magic Hour laris dan harus ditonton.

Diterbitkan 19 Agustus 2015, 12:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Magic Hour film drama romantis yang dibintangi Dimas Anggara dan Michelle Ziudith baru tayang pada 13 Agustus lalu, bersamaan dengan tayang perdana film terbaru Chelsea Islan, Love You, Love You Not (LYLYN).

Menurut data dari situs filmindonesia.or.id, film yang diadaptasi dari novel berjudul Magic Hour: Let In The Unexpected karya Tisa TS. & Stanley Meulen, dalam 4 hari pemutarannya (13-16 Agustus) berhasil mengumpulkan 173.886 penonton, jauh mengungguli film LYLYN yang hanya ditonton 34.825 orang.

Terakhir, mencuil info update dari akun official Twitter Magic Hour (@MagicHourID), mengabarkan total 5 hari tayang sudah ditonton 192.346 orang.

Jika dihitung kasar dan melihat besarnya animo penggila film belakangan ini, kemungkinan Magic Hour bisa ditonton 500 ribu orang dalam 2 minggu kedepan.

Apa yang membuat film produksi Screenplay Films dan disutradarai oleh Asep Kusdinar ini diminati penonton?

Berikut, Liputan6.com merangkum 5 alasan mengapa Magic Hour laris dan harus ditonton.

Baca Juga:

REVIEW Magic Hour

Rapor 10 Pesinetron Remaja di Film Nasional Januari-Juni 2015

Rapor Akting dan Box Office Anak-anak Artis, Siapa Juara?

 

Duet Dimas Anggara - Michelle Ziudith

Pasangan Dimas Anggara - Michelle Ziudith sempat jadi favorit penggemar yang rata-rata masih remaja ABG saat main bareng di sinetron Love in Paris (SCTV, 2012). Sayang, sekuelnya yang tayang pada 2013, diberhentikan tanpa ending.

Namun, chemistry mereka sebagai Reno dan Yasmin masih membekas bahkan hingga ketika Michelle bergabung di pertengahan sinetron Diam Diam Suka (SCTV, 2013-2014) di mana Dimas sudah menjadi pemain utama sejak awal, fans berharap lebih. Fans yang penasaran selalu setia menanti duet apapun yang mereka lakukan setelahnya. Tak terkecuali Magic Hour.

Akting Manis Michelle Ziudith

Michelle Ziudith, gadis kelahiran 20 Januari 1995, sebelumnya main di film Remember When: Ketika Kau dan Aku Jatuh Cinta (Rapi Films) yang meraup 150.923 penonton. Tak cukup sukses tapi Michelle berakting bagus sebagai Freya di sana.

Di Magic Hour, karakter Raina dilahapnya dengan manis. Mungkin terlihat sama saja dan monoton dengan peran-peran sebelumnya. Tidak menantang. Toh, penonton tetap suka.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Kita tetap bisa tersenyum melihat tingkahnya yang lucu juga ikut menangis saat adegan sedih. Ditambah cara bicaranya yang manja tapi enak didengar, sungguh imut.

Halaman
Show All
Puji Astuti HPS, Ade IrwansyahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan