Saat itulah, di pengujung 2000-an James Wan dan Oren Peli muncul dengan formula jitu mereka: tak perlu bintang Hollywood terkenal (yang berarti memangkas bujet pemain) untuk bikin film horor. Wan dan Peli yakin, saat nonton film horor, penonton ke bioskop untuk ditakut-takuti bukan untuk melihat aktor/aktris idola mereka. Jumlah pemain pun tak perlu banyak. Kurang dari 10 aktor/aktris juga cukup. Setting pun tak perlu repot-repot yang membutuhkan tata artistik njelimet, cukup di rumah saja. Hal itu yang bikin filmnya tak butuh biaya banyak.

Saw pertama dibuat dengan modal USD 1,2 juta dan menghasilkan uang USD 103,9 juta dari seluruh dunia. Sedangkan Paranormal Activity misalnya, dibuat dengan modal cuma USD 15 ribu tapi mampu mendatangkan untung sepuluh ribu kali lipat jadi USD 153 juta lebih!
Insidious pertama dikerjakan Wan, Peli, dan Whannell dengan bujet hanya USD 1, 5 juta tapi menghasilkan pemasukan USD 97 juta. Selain sukses komersil filmnya juga disukai kritikus film (skor Rottentomatoes-nya 66 persen).
Dan sesuai hukum yang berlaku di Hollywood, film sukses akan beranak-pinak jadi franchise. Insidious pun berlanjut dengan Insidious: Chapter 2 pada 2013 dan kini melihat Insidious: Chapter 3 di bioskop.
Takdir Franchise Film Horor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/890262/original/020751500_1433146127-insidious-chapter-3-lin-shaye.jpg)
Takdir Franchise Film Horor
Nah masalahnya, tak ada sekuel film horor yang mampu melampaui kualitas film pertama.
Itu hukum lain yang juga berlaku di jagat film horor. Ian Buckwalter di laman The Atlantic, ia mengambil contoh The Exorcist dan Rosemary’s Baby, dua film horor rilisan tahun 1970-an yang hingga kini dianggap sebagai dua film horor terbaik sepanjang masa. Sekuel-sekuel film tersebut tak mampu menandingi film pertamanya. Buckwalter menulis, sekuel-sekuelnya malah masuk kategori film-film terburuk yang pernah dibuat.
Menyangkut sekuel, film horor memang sedikit kurang beruntung di banding film aksi. Sekuel film aksi bisa melanjutkan petualangan sang jagoan dengan musuh baru, setting baru, maupun aksi yang lebih megah dibanding film sebelumnya.

Film horor kadang tak punya keistimewaan seperti itu. Meski menakutkan dengan cara berbeda, lantaran cerita muasalnya sama, penonton kerap menganggapnya sebagai pengulangan alias repetisi.
Cerita Insidious sebetulnya tamat di film kedua. Kita melihat masalah makhluk halus yang menghantui keluarga Lambert telah selesai. Elise Reiner (Lin Shaye) yang jadi hantu baik akhirnya meneruskan tugasnya sebagai pembasmi hantu dengan Specs (Leigh Whannell) dan Tucker (Angus Sampson).
Saat itu kita pikir, bila filmnya berlanjut bab-bab lain Insidious bakal jadi petualangan Elise dan tim pemburu hantunya.
Dan begitulah kemudian film ketiga alias Insidious: Chapter 3 mengarah. Namun, alih-alih melanjutkan film kedua, Leigh Whannell yang menggantikan James Wan di kursi sutradara, mengarahkan film ketiga jadi prekuel alias menceritakan kisah sebelum film pertama. Yang jadi fokus cerita adalah Elise Reiner, sang paranormal, dan bagaimana tim pemburu hantunya terbentuk .

Di film ketiga ini yang dihantui adalah gadis remaja bernama Quinn (Stefanie Scott). Semula, ia meminta bantuan Elise untuk bisa berkomunikasi dengan ibunya yang telah tiada.
Namun, ternyata ada hantu jahat yang menghantui Quinn di apartemennya. Elise yang sebetulnya memiliki trauma dengan dunia paranormal, terpaksa “turun gunung” membantu Quinn.
Sebagai prekuel, film ini juga mengajak kita pada The Further, dunia lain tempat darimana hantu-hantu berasal. Masuk ke The Further ibarat memasuki wahana rumah hantu. Di ruang gelap menyeramkan, kita tak tahu hantu bagaimana yang akan menakuti.
Pada akhirnya, sebagai sebuah franchise yang tumbuh beranak-pinak, tujuan utama Insidious sudah tercapai dengan Chapter 3 ini. Filmnya masih bikin kita dibuat kaget ketakutan.*** (Ade/Fir)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299864/original/085658400_1784277079-pupuk_subsidi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/890866/original/012262000_1433218800-stefanie-scott-4092_D11_03506_R_CROP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295935/original/031909000_1783995386-063_2285696199.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256899/original/040579900_1670717208-Inggris_vs_Prancis_di_Laga_Perempat_Final_Piala_Dunia_2022-AP__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4205869/original/033832800_1666872124-000_32G277K.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4682019/original/069510400_1702289989-20231211-Javier_Milei-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298217/original/010036300_1784154923-Argentina_s_Lautaro_Martinez_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299157/original/011157800_1784196356-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299934/original/041038100_1784279853-cincin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5498835/original/071256500_1770722048-MV5BMTQ1NTY4NzU4NF5BMl5BanBnXkFtZTgwMTA1MTQxMDE_._V1_FMjpg_UX1000_.jpg)