6 Peran Terbaik Didi Petet, Selain Emon dan Kabayan

Setelah menimbang-nimbang, berikut 5 film terbaik yang dibintangi Didi Petet pilihan kami.

Diterbitkan 16 Mei 2015, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Tak lagi peran pendukung, tukang banyol alias objek kelucuan, tapi jadi bintang utama. Yang unik, di film ini ia seolah bertukar peran dengan Onky Alexander, si pemeran Boy. Kali ini, Didi, si Joe, yang jadi rebutan cewek cantik, Meriam Bellina dan Paramitha Rusady.

Percobaan Nasri menyodorkan Didi sebagai bintang utama rupanya berhasil. Namaku... Joe menjadi film terlaris ke-4 di Jakarta tahun 1989.

4

Sebagai Oom Pasikom di Oom Pasikom (1990)

Film ini punya judul lain, Parodi Ibukota. Oom Pasikom sendiri adalah tokoh kartun rekaan GM Sudarta yang mengisi harian Kompas. Kartun Oom Pasikom, tentu Anda sudah tahu, memang kerap mengomentari berbagai masalah aktual dengan satir jenaka.

Nah, tokoh kartun itu dihidupkan ke dalam film dengan Didi Petet sebagai pemerannya.

Di versi film, Oom Pasikom seorang sopir yang sangat sayang dengan mobil pribadinya, tapi juga pelit karena sebenarnya penghasilannya pas-pasan. Sebaliknya, istrinya (Lenny Marlina) justru konsumtif.

Dalam ulasan pendek di buku Film Indonesia 1926-2005, JB Kristanto menulis, sesuai dengan judulnya, Parodi Ibukota, film ini bagai sebuah sketsa masyarakat. Lewat kacamata Oom Pasikom ini, kisah-kisah "kecil" ibukota disampaikan: arisan nyonya-nyonya, istri yang kesepian, operasi kebersihan kota yang "tak adil" buat pengusaha kecil, mahasiswi yang sedang menulis skripsi, dan lain-lainnya.

3

Sebagai Egy di Boneka dari Indiana (1990)

Nya Abbas Akup adalah sineas master film komedi Indonesia. Dari tangannya lahir film-film komedi cerdas. Film terakhirnya sebelum ia menghembuskan nafas di usia 59 tahun pada 1991 adalah Boneka dari Indiana.

Di film ini, Didi Petet berperan sebagai Egy, seorang suami yang takut pada sang istri, Cece (Lydia Kandou), dalam segala hal, urusan kantor maupun urusan rumah. Lebih jauh lagi, Egy pun berada di bawah pengaruh mertuanya, Yudho (Ami Prijono).

Demi sebuah proyek besar, Egy diperintah mendekati Eya (Meriam Bellina), wanita simpanan seorang pejabat berpengaruh. Perkenalannya dengan Eya membuat Cece cemburu, tapi juga membuat Egy sadar akan usaha mertuanya yang tidak peduli lingkungan. Ia mulai memberontak dan berhenti jadi boneka. Egy akhirnya menjadi suami yang normal dan berwibawa di hadapan istri dan mertuanya.

Kritikus film JB Kristanto menyebut film ini, "Sebuah film sindiran sosial khas Nya Abbas Akup."

2

Sebagai Dahlan di Sepondok Dua Cinta (1990)

Bagaimana jadinya bila dalam satu rumah ada dua cinta? Itulah problema cinta yang hendak disodorkan MT Risyaf (sutradara Naga Bonar) dalam film berjenis komedi romantik khas Indonesia ini.

Syahdan, Dahlan (Didi Petet) yang baru bercerai, menikah lagi dengan Nurlela (Eva Arnaz). Tapi, di lain pihak, mantan istri Dahlan, Tati (Marissa Haque) mendadak pulang ke rumah lantaran merasa punya hak atas rumah yang mereka beli berdua.

Maka, berbagai kejadian kocak antara suami, istri, dan mantan istri tinggal serumah pun jadi sumber pengundang tawa film ini. Menarik bagaimana cinta sejati akhirnya menjadi pemenang dari segala keriuhan di film ini.

Sepondok Dua Cinta adalah bukti sineas kita bisa bikin film komedi romantis cerdas yang tak kalah dari Hollywood. Dan Didi Petet di sini tak ubahnya Billy Crystal di film-film komedi romantis rekaan Nora Ephron.

1

Sebagai Johar di Jermal (2009)

Inilah film yang menunjukkan akting terbaik Didi Petet. Di film ini kita melihatnya sebagai aktor watak yang super matang. Ia menanggalkan semua peran komikal yang pernah dilakoninya. Kita seolah lupa ia pernah jadi si banci Emon, Kabayan yang lugu tapi cerdik, atau pun Egy si suami takut istri.

Di Jermal, Didi Petet berperan sebagai Johar, penguasa jermal, tempat penjaringan ikan di tengah laut. Kita tahu, jermal kerap mempekerjakan anak-anak tak manusiawi. Di sinilah kita kemudian melihat Didi yang jadi pengawas jermal yang keras pada pekerjanya yang masih kanak-kanak.

Jermal telah menempa Johar jadi keras. Di tempat itu ia lari dari masa lalunya. Namun, masa lalunya datang ke jermal dalam wujud bocah bernama Jaya. Johar pun bertemu pada posisi dilematis. Segalanya kita saksikan lewat ekspresi dan bahasa tubuh Didi.

Di film karya Ravi Bharwani ini, dengan tampang brewokan, Didi Petet menunjukkan akting sempurnanya.*** (Ade/Fir)

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Firli Athiah NabilaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan