Liputan6.com, Jakarta Pasti kenal dong dengan lagu yang satu ini? What A Wonderful World milik Louis Armstrong adalah salah satu lagu paling populer di muka bumi. Di generasi manapun Anda lahir, kecuali Anda tinggal dalam gua, pasti mengenal komposisi pop dan jazz klasik yang satu ini.

Namun sudahkah Anda tahu tentang sejarah di balik lagu tersebut? Nah, berhubung Kamis (30/4/2015) adalah International Jazz Day alias Hari Jazz Internasional, merayakannya Liputan6.com telah merangkumnya dari berbagai sumber.
Apa yang Anda rasakan ketika mendengarkan lagu What A Wonderful World ini? Betapa indahnya hidup ini? Optimisme? Keceriaan? Betul, lagu ini ini memang bercerita tentang itu semua.

What A Wonderful World diciptakan oleh Bob Thiele dan George David Weiss, dinyanyikan oleh Louis Armstrong dan rilis 1967 silam. Era itu, iklim politik dan kehidupan sehari-hari di Amerika Serikat sedang keruh, penuh kebencian dan prasangka rasialisme. Lagu ini diciptakan sebagai antidot, dengan maksud mengembalikan harapan akan hidup yang lebih baik, harmonis, damai, dan indah.

Menyimak liriknya dengan seksama, bait demi bait, sang penyanyi sedang berkhayal akan sebuah dunia fantasi yang sempurna dimana hanya ada cinta di sekeliling kita.
"I see friends shaking hands. Saying, `How do you do?` They're really saying, I love you," penggalan bait lagu yang menunjukan keharmonisan dan kerukunan tanpa memandang latar belakang warna kulit atau politik.
What A Wonderful World Tidak Laku di Amerika, Populer di Inggris (klik halaman selanjutnya)
Sejarah di Balik Lagu What A Wonderful World - Louis Armstrong
What A Wonderful World mendapat respon kurang baik di negeri asalnya. Di negeri Paman Sam tersebut, lagu ini terbilang gagal total. Lagu ini awalnya ditawarkan kepada Tonny Bennet, namun ditolak. Bahkan, label rekaman ABC Records tidak menyukainya sehingga tak ada usaha promosi yang dilakukan.

Namun, diluar dugaan, What A Wonderful World mendapat sambutan hangat di Inggris, lagu ini menjadi hits. Di negeri kerajaan tersebut, lagu ini sempat menjadi no.1, single terlaris di tahun 1968, menjadikan Louis Armstrong sebagai pria tertua yang lagunya pernah sampai di puncak tangga lagu Inggris (66 tahun 10 bulan). Bertolak belakang dengan di Amerika Serikat yang hanya mencapai posisi 116 bubling under alias tidak laku.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/51886/original/058103100_1423922872-unggul.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/865525/original/063786000_1430387122-louis-armstrong-france-671.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/185/original/093990700_1470298275-Showbizz11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)