Opera Jakarta, Pengalaman Pribadi Arswendo Atmowiloto

OPERA Jakarta yang pernah difilmkan almarhum sutradara Syumanjaya kini hadir dalam bentuk tayangan berseri sinema elektronik. Kali ini, Norman Benny dipercaya sebagai sutradara. Sinetron yang diangkat dari novel laris karya Arswendo Atmowiloto itu didukung sejumlah artis seperti, Primus Yustisio, Sherly Margaretha, dan Torro Margens. Sinetron yang akan segera tayang di layar <i>SCTV</i> ini menuturkan cerita klasik yang menghadirkan kisah cinta, persahabatan, fitnah, dan dendam di jantung Kot...

Diterbitkan 20 September 2002, 13:55 WIB
Copy Link
Batalkan
OPERA Jakarta yang pernah difilmkan almarhum sutradara Syumanjaya kini hadir dalam bentuk tayangan berseri sinema elektronik. Kali ini, Norman Benny dipercaya sebagai sutradara. Sinetron yang diangkat dari novel laris karya Arswendo Atmowiloto itu didukung sejumlah artis seperti, Primus Yustisio, Sherly Margaretha, dan Torro Margens. Sinetron yang akan segera tayang di layar SCTV ini menuturkan cerita klasik yang menghadirkan kisah cinta, persahabatan, fitnah, dan dendam di jantung Kota Jakarta. "Ceritanya berdasarkan pengalaman pribadi, lho," ujar Ndo--sapaan akrab Arswendo. Mantan pendiri Tabloid Monitor itu menjelaskan, walau berkisah tentang percintaan, namun sama sekali tak ada hubungan seks. "Murni cinta dan kasih sayang, bahkan ciuman pun tak ada," ujar sutradara sinetron "Keluarga Cemara."

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Potret Tissa Biani di Tokyo International Film Festival Bareng Pemeran 'RED BEFORE DAWN'