Serial Kartun TV yang Dilarang di Indonesia

Meskipun, sudah sering dibicarakan, tak ada salahnya kita menilik kembali lima judul kartun mancanegara yang dilarang di Indonesia oleh KPI.

Diterbitkan 29 September 2014, 16:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Little Krishna

Little Krishna

Animasi asal India ini memang ditayangkan khusus untuk anak-anak. Namun, Little Krishna mendapat teguran dari KPI setelah stasiun televisi yang menayangkannya tidak memotong sebuah adegan yang mencerminkan kekerasan.

Salah satunya adalah adegan saat salah satu karakternya menganiaya seekor hewan hingga terlihat seperti sebuah penyiksaan. Serial ini juga dianggap memiliki banyak hal yang sulit dicerna anak-anak.

Little Krishna sendiri digarap oleh BIG Animation and India Heritage Foundation yang mengudara pada 2009 di India dengan jumlah 13 episode.

SpongeBob SquarePants

SpongeBob SquarePants

SpongeBob SquarePants mendapat kartu kuning dari KPI karena tayangannya yang menyelipkan dialog tidak sopan serta beberapa tindakan yang tidak mendidik. Padahal bagi penonton remaja dewasa, karakter SpongeBob sukses meninggalkan tersendiri.

Ahli biologi kelautan Stephen Hillenburg adalah sosok di balik terciptanya SpongeBob SquarePants yang kemudian dikembangkan oleh United Plankton Pictures bersama Nickelodeon Animation Studios.

Serialnya sendiri berkisah mengenai kehidupan sehari-hari nan konyol dan fiktif dari sesosok manusia spons bernama SpongeBob bersama teman-temannya yang tinggal di sebuah kota bawah laut bernama Bikini Bottom.

Bima Sakti

Bima Sakti (Chhota Bheem)

Bima Sakti atau yang memiliki judul asli Chhota Bheem adalah serial kartun asal India yang mengudara sejak 2008 sebanyak enam musim dan telah memiliki lebih dari 150 episode.

Tokoh utamanya, Bima Sakti (bernama asli Chhota Bheem) adalah seorang anak yang tinggal di sebuah pedesaan imajiner bernama Dholakpur dan selalu tampil untuk membela kebenaran dengan keberaniannya.

KPI menganggap kartun ini mengandung banyak filosofi sekaligus tindakan-tindakan yang dianggap tidak tepat dan berbahaya untuk ditonton oleh anak-anak tanpa bimbingan orangtua. Salah satu contohnya adalah penyelesaian masalah dalam bentuk kekerasan yang dijalani oleh anak-anak selaku tokoh utamanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Feby FerdianTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan