5 Film Nasional Sambut Lebaran, Mana Bakal `Box Office`?

Momen libur Lebaran tahun ini ada 5 film: Hijrah Cinta, Bajaj Bajuri The Movie, Runaway, Seputih Cinta Melati, dan Kamar 207.

Diterbitkan 23 Juli 2014, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Berkisah tentang Tala (Tatjana Saphira) yang tinggal bersama ibu (Dewi Irawan) dan pamannya, Toni (Edward Akbar), di Hong Kong. Keadaan memaksa Tala menjadi pencopet jalanan. Suatu ketika, Tala mencopet dompet dan paspor milik Musa (Al Ghazali), putra tunggal Surya Djatmoko (Ray Sahetapy), pengusaha yang berniat melebarkan sayap bisnisnya di Hong Kong. Kejadian itu menjadi awal dari pertemuan Tala dan Musa. Bagi Musa, Tala adalah jawaban dari semua kebosanan dan kemarahannya pada sang Ayah. Sebaliknya, Tala melihat Musa adalah jalan keluar dari semua kesulitan hidupnya di negeri asing ini.

Potensi box office: Yang dijual oleh film ini jelaslah Al Ghazali, putra Ahmad Dhani yang kini tengah populer. Wajah ganteng Al diyakini bakal menggiring banyak ABG perempuan ke bioskop. Namun, syuting diam-diam di Hong Kong membikin gambar tidak konsisten. Ada yang terlihat samar ketika disorot ke layar lebar.

Next page:Bajaj Bajuri The Movie

Bajaj Bajuri The Movie

Bajaj Bajuri The Movie

Sutradara: Fajar Nugros
Pemain: Ricky Harun, Eriska Rein, Meriam Bellina, Dimas Gabra,
Aqshal Pradana, Muhadkly Acho

Bajuri (Ricky Harun) baru mendapat uang tanah warisan bapaknya karena banyak masalah. Emak (Meriam Bellina) menuduh Bajuri akan kawin lagi. Ia tidak sengaja meledakkan empang dengan bom ikan. Bajuri dan Ucup (Muhadkly Acho) dituduh sebagai teroris setelah tas berisi bom tertinggal di Bank, saat Bajuri mengambil uang. Dalam perjalanan pulang dari Bank, Bajuri dihadang oleh sekelompok perampok (McDanny dan Randhika Djamil) yang dipimpin oleh Hani (Nova Eliza). Usaha perampok gagal. Akhirnya perampok menjebak Oneng (Eriska Rein) untuk diculik dan dimintai uang tebusan.

Potensi box office: Bajaj Bajuri adalah serial sukses yang pernah tayang di Trans TV pada 2000-an. Namun, filmnya tampaknya mengambil jalan humor yang berbeda dengan serialnya. Filmnya lebih memilih humor slapstick. Humor macam begini lebih laku dijual di bioskop. Pertanyaannya kemudian cuma satu, apa pesona Ricky Harun mampu melunturkan Al Ghazali?

Next page: Seputih Cinta Melati

Seputih Cinta Melati

Seputih Cinta Melati

Sutradara: Ari Sihasale
Pemain: Chico Jerrico, Fatih Unru, Sabai Morscheck, Asrul
Dahlan, Naomi Ivo Saskia

Dua narapidana, Ivan dan Erik, kabur dari penjara beberapa minggu sebelum Idul Fitri. Mereka bersembunyi di sebuah pondok yang mempertemukan mereka dengan kakak beradik Rian dan Melati. Rian dan Melati sering mengunjungi kedua teman baru mereka tersebut di pondok. Lama-kelamaan hubungan mereka menjadi erat. Pada hari puasa terakhir, Melati dan Rian datang membawa berbagai macam makanan berbuka puasa ke pondok. Erik yang awalnya menaruh curiga pada Melati dan Rian, merasa tersentuh dengan kebaikan hati kedua anak tersebut. Tetapi semuanya terlambat. Andini, ibu Rian dan Melati mengetahui siapa Ivan dan Erik sebenarnya.

Potensi box office: Patut diacungi jempol pasangan suami-istri Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen konsisten membuat film keluarga dengan fokus anak-anak yang cerdas dan menghibur. Idealisme mereka layak dikagumi. Namun, masalah film ini hanya satu, idealisme rasanya sulit menaklukkan komersialisme wajah ganteng Al maupun kisah haru-biru Uje.

Next page: Kamar 207

Kamar 207

Kamar 207

Sutradara: Chiska Doppert
Pemain: Maxime Bouttier, Armando Jordie, Adzana Bing Slamet, Valerie Thomas, Echa Oemry, Agatha Valerie, Epy Kusnandar

Bercerita tentang misteri satu kamar di hotel Mary's Inn. Di kamar itu sering terdengar suara perempuan menangis, benda-benda yang ada di kamar itu bisa bergerak sendiri. Konon, arwah yang ada di hotel itu adalah arwah pengantin yang bunuh diri bernama Mary, warga keturunan Belanda yang melawan kehendak orangtuanya karena mencintai orang pribumi. Pada saat hari pernikahannya, pengantin prianya tidak datang. Mary pun bunuh diri dengan menggunakan baju pengantin. Sejak itu, Mary lebih banyak menakut-nakuti laki-laki di hotel itu. Dan juga merasuki tubuh orang tersebut dan membuatnya menyakiti diri sendiri. Terutama, mereka yang masih single. Shasi, sang pemilik hotel kerasukan arwah Mary.

Potensi box office: Tidak lengkap rasanya libur Lebaran tanpa film horor. Film ini berpotensi memberi hiburan alternatif, bagi yang anti mainstream atau ingin melihat film horor kelas Chiska Doppert. Namun sebagai alternatif, film ini mungkin yang bakal paling sedikit ditonton orang saat libur Lebaran.(Ade/Mer)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan