Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat reformasi pasar modal Indonesia dengan meningkatkan transparansi kepemilikan saham. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membuka informasi kepemilikan saham mulai dari di atas 1%, dari sebelumnya di atas 5%.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi dalam special remarks pada Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Iding mengatakan, penguatan transparansi dan integritas menjadi bagian penting dalam membangun pasar modal yang lebih berkualitas dan dipercaya investor, baik domestik maupun global.
Advertisement
"Pertama dari sisi transparansi, ini adalah fondasi paling penting dari satu pasar, yaitu transparansi. Kami memperkuat transparansi dengan membuka kepemilikan di atas 1%," kata Iding.
Menurut dia, perubahan tersebut memungkinkan publik mengetahui pihak-pihak yang memiliki saham dalam suatu perusahaan secara lebih terbuka.
"Previously di atas 5%, sekarang 1%, sehingga publik bisa tahu saham ini dimiliki oleh siapa saja," ujarnya.
Selain kepemilikan saham, BEI juga memperluas klasifikasi investor. Iding menyebut tipe investor yang sebelumnya dikelompokkan menjadi sembilan kategori diperinci menjadi 39 tipe investor.
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai karakteristik kepemilikan saham dan potensi afiliasi investor.
Respons terhadap Perhatian MSCI
Iding mengatakan, reformasi pasar modal tersebut dilakukan setelah muncul perhatian dari global index provider, khususnya MSCI, pada awal 2026.
Menurut dia, kondisi tersebut justru menjadi momentum bagi BEI untuk mempercepat berbagai pembenahan di pasar modal Indonesia.
"Seiring dengan pada awal tahun ada concern dari global index provider, dari MSCI khususnya, maka ini adalah momentum kami melakukan berbagai reformasi pasar modal," ujar Iding.
Â
Â
BEI Berkomunikasi dengan Global Index Provider
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
Selain transparansi, BEI juga memperkuat aspek integritas dan investability pasar modal. Menurut Iding, transparansi dan integritas yang kuat akan meningkatkan kepercayaan investor sehingga pasar modal Indonesia semakin menarik bagi investor global.
BEI juga terus berkomunikasi dengan global index provider dan investor global untuk memastikan berbagai reformasi yang dilakukan dapat diterima oleh pasar internasional.
Iding mengatakan, pihaknya telah mendapatkan apresiasi dari global index provider dan investor global atas berbagai langkah tersebut. Namun, ia menegaskan BEI tidak dapat mengendalikan keputusan yang nantinya diambil oleh penyedia indeks global.
"Masalah hasilnya nanti kita akan lihat bagaimana next announcement di November tahun ini. Kami tidak bisa mengontrol," kata Iding.
Â
Â
Advertisement
BEI Tak Hanya Kejar Pasar Lebih Besar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883221/original/070679200_1720093647-20240704-IHSG-ANG_2.jpg)
Iding menegaskan, BEI tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah investor maupun ukuran pasar modal. Fokus utama juga diarahkan untuk membangun pasar yang lebih berkualitas.
"Ambisi kita, ambisi kami bukan hanya memiliki bigger market tetapi better market. Pasar yang lebih transparan, lebih berintegritas, lebih dalam dan likuid serta lebih kompetitif," ujarnya.
Iding menambahkan, penguatan kualitas pasar modal diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong masuknya modal ke Indonesia.
Dengan modal yang lebih besar, perusahaan memiliki ruang untuk melakukan ekspansi. Ekspansi tersebut kemudian diharapkan menciptakan investasi produktif, lapangan kerja, hingga menjadi salah satu transmisi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Di sisi lain, Iding mencatat pasar modal Indonesia masih memiliki fundamental yang cukup kuat meski IHSG mengalami tekanan. Ia menyebut jumlah investor telah mencapai 32,1 juta, naik dari sekitar 20 juta pada akhir 2020.
Â
Reporter: Dreyandra Putri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368500/original/084408500_1791437213-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-08T122327.942.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367891/original/050720300_1791366349-Your_paragraph_text__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3102139/original/023566000_1586872671-buayo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368852/original/026931300_1791450752-Direktur_Pengembangan_BEI_Iding_Pardi-8_Oktober_2026a.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487882/original/010180200_1769682060-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1928750/original/000486300_1519376905-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068178/original/077295500_1583319244-20200304-Dilanda-Corona_-IHSG-Ditutup-Melesat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309673/original/049658400_1785236109-saham7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5755718/original/069568600_1778657615-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046084/original/091856600_1581323843-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008993/original/066039300_1577703438-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4568454/original/005043500_1694165723-1New.jpg)