Komisaris Lepas 82,85 Juta Saham TAYS, Ini Tujuannya

Komisaris Jaya Swarasa Agung (TAYS) Anwar Tay kini mempunyai 24,16% saham TAYS.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 13:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komisaris sekaligus pengendali saham PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS), produsen makanan ringan, Anwar Tay melepas saham TAYS pada akhir Juni 2026. Pelepasan saham TAYS itu untuk trading.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/7/2026), Anwar Tay melepas 82.857.100 saham TAYS dengan harga Rp 35 per saham secara bertahap. Tahap pertama, Anwar Tay melepas 40 juta saham TAYS dengan harga Rp 35 per saham pada 19 Juni 2026. Dengan demikian, nilai transaksi penjualan saham Rp 1,4 miliar. Tahap kedua, Anwar Tay melepas 42,85 juta saham TAYS dengn harga Rp 35 per saham sehingga nilai penjualan saham Rp 1,49 miliar.

“Tujuan transaksi trading, dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Dalam keterbukaan informasi itu juga disebutkan kalau Anwar Tay sebagai pengendali saham, dan akan mempertahankan pengendalian saham.

Setelah transaksi, Anwar Tay mengenggam 265,35 juta saham TAYS atau setara 24,16% saham TAYS. Sebelumnya, ia mengenggam 31,70% saham TAYS atau setara 348,39 juta saham TAYS.

 

Penutupan IHSG Sesi Pertama 21 Juli 2026

IHSG sesi pertama ditutup melonjak 1,41% menjadi 6.319,85. Indeks saham LQ45 bertambah 1,2% menjadi 635,28. Seluruh indeks saham acuan menguat.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.321,50 dan level terendah 6.247,35. Sebanyak 387 saham menguat sehingga angkat IHSG. 224 saham melemah dan 181 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.762.226 kali dengan volume perdagangan saham 31 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,1 triliun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Bahkan rupiah berada di bawah 17.900. Berdasarkan pantauan di RTI, dolar Amerika Serikat terhadap rupiah menyentuh 17.890.

Pada sesi pertama, mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham kesehatan. Sektor saham kesehatan turun 1,39%. Sementara itu, sektor saham properti menguat 2,93%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi melonjak 2,75%, dan sektor saham basic menanjak 2,37%.

Sektor saham industri bertambah 1,77%, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,52%, sektor saham consumer siklikal naik 0,83%, sektor saham keuangan menanjak 0,49%. Kemudian sektor saham infrastruktur mendaki 1,92% dan sektor saham transportasi bertambah 0,59%.