Data Ekonomi Amerika Serikat jadi Perhatian Pekan Ini

Sentimen domestik dan global mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah pekan lalu. Pekan ini, data ekonomi AS jadi perhatian.

Diterbitkan 25 Mei 2026, 17:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah kompak melemah pada perdagangan 18-22 Mei 2026. Hal itu didorong sejumlah sentimen global dan domestik. Pada pekan ini, data ekonomi Amerika Serikat (AS) akan menjadi perhatian.

Mengutip catatan Syailendra Research, ditulis Senin, (25/5/2026), dari sentimen domestik, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur BI pada 19-20 Mei 2026.

“Kenaikan ini melebihi konsensus sebesar 25 basis poin dan diambil sebagai langkah memperkuat nilai rupiah yang telah melemah 6 persen year to date ke level 17.700 per dolar AS,” demikian seperti dikutip.

Selain itu, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada April 2026 tercatat Rp 164,4 triliun (setara 0,64% PDB vs Maret 2026 sebesar 0,93% terhadap PDB). Sementara itu, realisasi pendapatan naik 13,3% Year on Year (YoY) sedangkan realisasi belanja negara mencapai 34,4 persen total anggaran.

Kemudian, defisit neraca berjalan Indonesia melebar ke 1,1% PDB pada kuartal I 2026 (vs kuartal IV 2025: defisit 0,7% PDB).

“Angka itu telah menyentuh batas atas outlook defisit neraca berjalan selama 2026 dari BI di kisaran 0,5%-1,3% PDB. Sementara itu, neraca pembayaran berbalik menjadi defisit USD 9,1 miliar pada kuartal I 2026 (vs kuartal IV 2025 surplus USD 6,1 miliar),”

Pekan lalu, Presiden Prabowo mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Kegiatan ekspor seluruh sumber daya alam (SDA) Indonesia nanti yakni batu bara, sawit, dan mineral lainnya akan dilakukan sepenuhnya oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor ini dan dilakukan melalui dua tahap yang dimulai pada 1 Juni 2026.

Dari sentimen global, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan lewat media sosial kalau kesepakatan damai Amerika Serikat (AS)-Iran yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sudah hampir selesai dan detilnya akan diumumkan segera setelah finalisasi. “Selain itu Iran juga mengatakan dalam 30 hari jumlah kapal yang akan melewati Selat Hormuz akan kembali ke level sebelum perang dimulai,”

 

IHSG dan Rupiah Melemah Pekan Lalu

Seiring sentimen itu pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 1,4% ke level 17.689. Sebaliknya indeks dolar AS menguat 0,82% ke level 99,31.

Kemudian, pasar obligasi Indonesia bertenor 10 tahun naik dan kini berada di level 6,74% yang diikuti dengan aliran dana asing yang masu Rp 1 triliun pada pekan lalu. Selain itu, obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun dari 4,59% menjadi 4,55% pada pekan lalu.

Di pasar saham, IHSG turun 8,35% pada pekan lalu ke level 6.164 dengan aliran dana asing yang keluar Rp 500 miliar. Di wall street, indeks Dow Jones naik 1,2%, Nasdaq turun 0,4% dan indeks S&P 500 stagnan.

Data Ekonomi AS

Dalam catatan Syailendra, sentimen yang diperhatikan pekan ini yakni Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal I 2026 yang rilis pada 28 Mei 2026.