Prabowo Wanti-Wanti Ketidakpastian Global, BEI Optimistis terhadap Ekonomi dan IHSG

Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap optimistis terhadap ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia ke-19 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Kehadiran Prabowo untuk menyampaikan pidato terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti kondisi global yang masih dibayangi konflik, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian tinggi. Menurut dia, perang yang terjadi di kawasan Eropa dan Timur Tengah telah memberikan dampak besar terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

Merespons pidato Presiden, Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional di tengah tekanan global tersebut.

“Oh kita optimis, optimis dengan prospek ekonomi kita,” ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI usai menghadiri KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Ia menilai optimisme tersebut didukung oleh peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, serta dorongan pemerintah dalam menciptakan kemudahan berusaha dan investasi di dalam negeri.

Jeffrey juga menyampaikan keyakinannya terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke depan. Menurut dia, penguatan ekonomi nasional akan menjadi faktor penting yang menopang pasar modal Indonesia.

"Iya, dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, dengan kemudahan berusaha dan investasi tentu kita optimis,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas kondisi IHSG yang masih bergerak di zona merah pada perdagangan hari ini. Meski demikian, Jeffrey menilai pelemahan tersebut lebih dipengaruhi faktor teknikal pasar.

"Itu teknikal,” ucapnya singkat.

 

Penutupan IHSG pada 19 Mei 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan saham Rabu, (20/5/2026). IHSG hari ini merosot di tengah sentimen suku bunga acuan atau BI Rate naik 0,50% atau 50 basis poin (bps).

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah 0,82% menjadi 6.318,50. Indeks LQ45 turun 0,65% menjadi 630,67. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup tekoreksi 0,82% setelah selama sesi pertama bergerak volatile di tengah pidato Presiden pada sidang paripurna.

“Di sisi lain nilai tukar Rupiah bergerak menguat di 17.700 terhadap dolar Amerika Serikat dan BI memutuskan menaikkan BI rate di 5,25% untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.459,56 dan level terendah 6.215,30. Sebanyak 483 saham melemah sehingga bebani IHSG. 208 saham menguat dan 125 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.476.561 kali dengan volume perdagangan saham 41,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 22,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.646.

 

Sektor Saham

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham  menguat yakni sektor saham keuangan bertambah 1,21% dan sektor saham infrastruktur menanjak 0,05%.

Sementara itu, sektor saham energi melemah 2,65%, sektor saham basic merosot 4,67%, sektor saham industri turun 1,27%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,24%, sektor saham consumer siklikal susut 2,06%.

Kemudian sektor saham kesehatan turun 0,27%, sektor saham properti terpangkas 0,83%, sektor saham teknologi susut 1,38% dan sektor saham transportasi melemah 4,22%.