IHSG Anjlok 1,98% Setelah Pengumuman MSCI

Analis menilai, sentimen global dan domestik terutama penyesuaian saham oleh MSCI telah mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Diterbitkan 13 Mei 2026, 17:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin tertekan pada perdagangan saham Rabu, (13/5/2026) setelah rilis hasil tinjauan indeks MSCI. Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham memerah dan transaksi harian di bawah Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini anjlok 1,98% menjadi 6.723,32. Indeks saham LQ45 merosot 1,79% menjadi 657,88. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG terpangkas 1,98% dan masih didominasi oleh tekanan jual. Ia menilai, hal itu sejalan dengan mayoritas pergerakan bursa global dan regional Asia yang juga terkoreksi beserta laporan yang disampaikan Rabu pagi. Koreksi IHSG itu dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi di 3,8% Year on Year (YoY).

Ia menilai, rilis data ekonomi itu akan membuat suku bunga the Federal Reserve (the Fed) akan cenderung tinggi untuk jangka lama. “Kedua, memanasnya kondisi geopolitik Amerika Serikat-Iran mengenai gencatan senjata dan juga perundingan yang terjadi,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ketiga, ia mengatakan, rilis rebalancing MSCI Indonesia yang berisiko menimbulkan downweighting dan aliran dana investor asing yang keluar dari pasar Indonesia juga menekan IHSG.

Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.787,34 dan level terendah 6.705,43. Sebanyak 416 saham melemah sehingga bebani IHSG. 239 saham menguat dan 163 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.299.552 kali dengan volume perdagangan saham 38,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.470.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham menghijau. Sektor saham transportasi naik 4,89%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri menanjak 1,26%.

Sementara itu, sektor saham basic melemah 4,43%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 1,61%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,44%, sektor saham consumer siklikal terperosok 1,4%.

Lalu sektor saham kesehatan melemah 1,22%, sektor saham Keuangan tergelincir 0,58%, sektor saham properti merosot 0,70%, sektor saham teknologi terpangkas 0,71% dan sektor saham infrastruktur susut 2,72%.

Gerak Saham

Harga saham MEDC melemah 1,26% menjadi Rp 1.570 per saham. Harga saham MEDC dibuka turun 10 poin menjadi Rp 1.580 per saham. Saham MEDC berada di level tertinggi Rp 1.600 dan terendah Rp 1.545 per saham. Total frekuensi perdagangan 6.451 kali dengan volume perdagangan saham 340.521 saham. Nilai transaksi Rp 53,4 miliar.

Harga saham BBNI terpangkas 1,02% menjadi Rp 3.870 per saham. Harga saham BBNI dibuka turun menjadi Rp 3.890 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 3.910 per saham. Saham BBNI berada di level tertinggi Rp 3.890 dan terendah Rp 3.820 per saham. Total frekuensi perdagangan 6.903 kali dengan volume perdagangan saham 246.625 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 94,9 miliar.

Harga saham NCKL terperosok 4,31% menjadi Rp 1.000 per saham. Harga saham NCKL dibuka turun 20 poin menjadi Rp 1.025 per saham. Saham NCKL berada di level tertinggi Rp 1.035 dan level terendah Rp 995 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 7.290 kali dengan volume perdagangan 527.704 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 53,2 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham KOPI melonjak 24,56%
  • Saham ELPI melonjak 22,70%
  • Saham KONI melonjak 18,12%
  • Saham NEST melonjak 18%
  • Saham FIRE melonjak 16,02%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham TPIA merosot 14,85%
  • Saham SHIP merosot 14,84%
  • Saham SGRO merosot 14,67%
  • Saham NZIA merosot 14,66%
  • Saham YOII merosot 14,29%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BRPT senilai Rp 1 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 898,1 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 809,4 miliar
  • Saham BNBR senilai Rp 683,6 miliar
  • Saham ANTM senilai Rp 639,6 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BNBR tercatat 147.594 kali
  • Saham BRPT tercatat 83.561 kali
  • Saham BIPI tercatat 70.238 kali
  • Saham WBSA tercatat 69.120 kali
  • Saham PADI tercatat 58.489 kali
  •