Telkom Buyback Saham di BEI dan NYSE, Nilainya Segini

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) akan memakai kas internal untuk buyback saham di BEI dan NYSE.

Diterbitkan 03 Mei 2026, 09:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) akan gelar pembelian kembali atau buyback saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan saham American Depositary Receipt (ADR) yang tercatat di New York Stock Exchange (NYSE). Total buyback saham itu diperkirakan maksimal Rp 1 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (3/5/2026), Telkom Indonesia menggelar buyback saham ini untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek yang dimiliki perseroan. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental perseroan. Selain itu, menjaga kepercayaan dalam usaha perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Perseroan menyatakan, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan. Buyback saham juga akan memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan perseroan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan tidak akan melakukan buyback saham jika akan mengakibatkan berkurangnya jumlah saham pada suatu tingkat tertentu yang dapat mengurangi secara signifikan likuiditas saham di bursa efek.

“Jumlah saham free float perseroan setelah dilakukan share buyback tidak akan lebih rendah dari 15% dari jumlah saham tercatat sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku,” demikian seperti dikutip.

Perseroan yakin pelaksanaan buyback saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha perseroan mengingat perseroan memiliki modal kerja dan cash flow yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan pembelian kembali saham bersamaa dengan kegiatan usaha perseroan. “Dengan demikian, transaksi ini tidak akan mempengaruhi pendapatan perseroan,” demikian seperti dikutip.

 

Pakai Kas Internal

Perseroan akan memakai kas internal untuk melakukan buyback saham. Dengan demikian, buyback saham akan berdampak pada penurunan aset dan ekuitas perseroan maksimal Rp 1 triliun.

Perseroan akan melakukan buyback saham sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK Nomor 29 Tahun 2023 tentang pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh perusahaan terbuka serta peraturan yang berlaku dari Securities and Exchange Commission (SEC) serta seluruh otoritas lain yang mengatur hukum pasar modal Amerika Serikat.

Adapun buyback saham dapat dilakukan bertahap dan sekaligus, baik melalui bursa efek dan di luar bursa efek. Dalam hal pembelian kembali saham dilakukan melalui bursa efek, transaksi beli dilakukan melalui satu anggota bursa efek.

Jurus Anak Usaha TLKM Perluas Konektivitas Ruang Digital Indonesia

Sebelumnya, bagi negara kepulauan seperti Indonesia dengan luas wilayah daratan dan maritim mencapai 6,4 juta km² serta terdiri atas sekitar 17.000 pulau, satelit telah menjadi kebutuhan strategis. Kehadiran infrastruktur satelit di langit Nusantara sangat dibutuhkan untuk menjamin pemerataan konektivitas, menjaga kedaulatan data nasional, serta menopang ketahanan sistem informasi nasional.

Sebagai anak usaha dari PT Telkom Indonesia Tbk (TKLM) yang bergerak dalam pengelolaan satelit nasional, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) berkomitmen memperkuat konektivitas ruang digital Indonesia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui upaya membuka isolasi wilayah terpencil agar tetap terhubung dengan akses informasi digital, sekaligus menghadirkan pemerataan layanan konektivitas setara dengan wilayah lainnya.

Melalui pengoperasian lima satelit Geostationary Earth Orbit (GEO) yang mengorbit di ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan bumi serta eksplorasi konstelasi satelit Low Earth Orbit (LEO) pada ketinggian 200 hingga 2.000 kilometer, Telkomsat memperkuat cakupan layanannya di wilayah Indonesia dan Asia.

Di sisi lain, perusahaan juga terus berinovasi menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan masa kini dan masa depan, seperti IoT, dan Earth Observation (EO).

Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd Rauf, menyatakan kesiapan perusahaan dalam menjaga konektivitas masa depan.

“Konektivitas berbasis satelit akan tetap menjadi elemen kunci dalam arsitektur jaringan nasional, terutama untuk menjamin keandalan komunikasi di wilayah terpencil maupun untuk kebutuhan strategis negara. Telkomsat terus berkomitmen menghadirkan layanan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Lukman, dikutip Kamis (25/12/2025).

 

Teknologi Satelit

Seiring perkembangan transformasi digital global, teknologi satelit tidak lagi dipandang semata sebagai solusi konektivitas saat ini, melainkan sebagai fondasi strategis bagi masa depan ekosistem digital nasional.

Kebutuhan akan layanan berbasis data, konektivitas lintas sektor, serta komunikasi yang semakin real-time menuntut infrastruktur yang adaptif, tangguh, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, satelit menjadi tulang punggung yang memungkinkan integrasi berbagai teknologi masa depan, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis.

Memasuki tahun 2026, Telkomsat telah menyiapkan langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut melalui penguatan kapabilitas teknologi, kesiapan operasional, serta pengembangan portofolio layanan berbasis multi-orbit. Langkah ini mencakup optimalisasi layanan GEO yang telah beroperasi, pengembangan ekosistem LEO, serta kesiapan layanan generasi berikutnya yang mendukung kebutuhan nasional di masa depan. Dengan kesiapan tersebut, Telkomsat menegaskan perannya sebagai penggerak utama konektivitas digital Indonesia yang berkelanjutan.

Lukman Hakim Abd Rauf menegaskan bahwa satelit memiliki peran yang sangat krusial dalam mewujudkan kedaulatan digital serta pemerataan konektivitas nasional. “Berdasarkan berbagai data, masih terdapat sejumlah wilayah di Indonesia yang tergolong area minim sinyal atau blank spot.

Namun, kondisi tersebut dapat diatasi secara bertahap melalui pemanfaatan teknologi satelit, khususnya dalam mendukung pemantauan sumber daya alam, mitigasi bencana, serta pengelolaan wilayah perairan secara mandiri,” ujarnya.

Dengan posisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif serta diapit dua benua dan dua samudra, menjadikan negara berpenduduk sekitar 286,7 juta jiwa ini rentan terhadap berbagai bencana alam. Dalam kondisi darurat, satelit berperan sebagai tulang punggung komunikasi dan pemantauan ketika infrastruktur terestrial tidak tersedia atau mengalami gangguan.

 

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk adalah BUMN yang bergerak di bidang informasi & komunikasi serta penyedia jasa & jaringan telekomunikasi.
    Telkom Indonesia
  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • Telkom
  • NYSE
  • buyback
  • Saham TLKM
  • TLKM