Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/ IPO) di pasar modal Indonesia sepanjang kuartal I 2026 terpantau masih lesu. Minimnya perusahaan yang melantai di bursa mencerminkan kondisi pasar yang belum kondusif bagi aksi korporasi tersebut.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai sepinya IPO pada awal tahun ini merupakan hasil kombinasi tekanan faktor eksternal dan internal yang membuat pelaku pasar cenderung menahan diri.
"Memang di kuartal I ya masih relatif sepi itu dapat kombinasi antara faktor eksternal dan faktor internal,” kata Nafan kepada Liputan6.com, Sabtu (28/3/2026).
Advertisement
Menurut Nafan, dari sisi eksternal, ketidakpastian arah ekonomi global masih menjadi sentimen utama. Kebijakan suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama (higher for longer) membuat likuiditas global cenderung ketat.
Selain itu, dinamika geopolitik turut memperburuk kondisi pasar. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum mereda memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas global.
“Masih terkait dengan dinamika ketidakpastian arah seumuran global karena ya terkait dengan high of longer policy. Menurut saya juga terkait dengan dinamika geopolitik dan tahu sendiri saat ini masih terjadi perang AS dan Iran na ini membuat para pelaku investor masih relatifli masih relatifli belum stabilize jadi memang volatility masih tinggi,” jelasnya.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada perilaku investor yang belum stabil. Volatilitas pasar masih tinggi sehingga investor cenderung menunda pengambilan keputusan investasi, termasuk dalam aksi IPO.
Prediksi IPO Kuartal II
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020525/original/089022300_1578913886-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-3.jpg)
Dari sisi domestik, Nafan menjelaskan bahwa awal tahun memang secara historis menjadi periode di mana investor lebih berhati-hati. Mayoritas pelaku pasar memilih strategi wait and see dibandingkan agresif menempatkan dana.
Hal ini berdampak pada alokasi investasi yang masih terbatas. Bahkan, sejumlah rencana IPO terpaksa ditunda karena kondisi pasar dinilai belum mendukung.
Nafan menilai dari berbagai tekanan tersebut, aktivitas IPO di kuartal I 2026 pun belum menunjukkan geliat signifikan. Namun, perbaikan kondisi pasar diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi IPO pada kuartal II-2026.
"Investor lebih cenderung konservatif hematnya demikian. Bahkan juga terdapat alasan-alasan di mana deal IPO juga tertunda belum lagi juga terkait dengan dinamika yang terjadi di bursa maupun juga regulator serta stakeholders yang di mana reformasi pasar modal harus ditegakkan, sehingga nanti ke depannya kualitas IPO bisa lebih terhaga ini juga merupakan prospek IPO ke depan,” pungkasnya.
Advertisement
12 Perusahaan Antre IPO
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497597/original/013342400_1770638549-3.jpg)
Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 12 perusahaan dalam proses penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) hingga saat ini. Mayoritas perusahaan dengan aset besar yang sedang proses IPO.
Adapun hingga 27 Maret 2026, belum ada pencatatan saham perdana di BEI. Akan tetapi, 12 perusahaan masih antre IPO.
“Hingga saat ini terdapat 12 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, ditulis Sabtu (28/3/2026).
Berdasarkan klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017 antara lain:
- 0 perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar)
- 1 perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar)
- 11 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp 250 miliar)
Rincian sektornya antara lain:
- 0 perusahaan dari sektor basic materials
- 0 perusahaan dari sektor consumer siklikal
- 3 perusahaan dari sektor consumer nonsilikal
- 1 perusahaan dari sektor energi
- 1 perusahaan dari sektor keuangan
- 2 perusahaan dari sektor perawatan kesehatan
- 0 perusahaan dari sektor industri
- 2 perusahaan dari sektor infrastruktur
- 0 perusahaan dari sektor properti dan real estate
- 2 perusahaan dari sektor teknologi
- 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299864/original/085658400_1784277079-pupuk_subsidi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2216035/original/023260300_1526473912-20180516-IHSG-1.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295935/original/031909000_1783995386-063_2285696199.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256899/original/040579900_1670717208-Inggris_vs_Prancis_di_Laga_Perempat_Final_Piala_Dunia_2022-AP__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4205869/original/033832800_1666872124-000_32G277K.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4682019/original/069510400_1702289989-20231211-Javier_Milei-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298217/original/010036300_1784154923-Argentina_s_Lautaro_Martinez_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299157/original/011157800_1784196356-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299934/original/041038100_1784279853-cincin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6998689/original/035930000_1779768956-AP26143053613944.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3194079/original/097851200_1596032514-Foto_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4763708/original/032874800_1709708953-WhatsApp_Image_2024-03-06_at_09.50.06_a089237e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344976/original/094862600_1757498720-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497601/original/069263100_1770638743-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046085/original/053383100_1581323844-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-2.jpg)