Liputan6.com, Jakarta - Kabar wafatnya Michael Bambang Hartono pada Kamis, 19 Maret 2026 pada usia 86 tahun turut menyorot kembali perjalanan panjang dari sumber kekayaan yang menjadikannya salah satu orang terkaya di Indonesia.
Berdasarkan data real-time Forbes dikutip Selasa (24/3/2026), Hartono memiliki total kekayaan sekitar USD 18,9 miliar atau setara Rp 320 triliun. Bersama sang saudara, Robert Budi Hartono, ia dikenal sebagai pengendali saham di Bank Central Asia (BCA), salah satu bank terbesar di Tanah Air. Kepemilikan tersebut diperoleh setelah krisis ekonomi Asia 1997–1998.
Momen itu menjadi titik balik yang mengukuhkan kerajaan bisnis Hartono di sektor keuangan. Sumber kekayaan keluarga Hartono berawal dari bisnis rokok kretek melalui Djarum, yang hingga kini tetap menjadi salah satu produsen terbesar di Indonesia.
Advertisement
Keberhasilan di industri tembakau menjadi fondasi ekspansi ke berbagai sektor lain. Langkah diversifikasi semakin terlihat ketika mereka membawa Global Digital Niaga, induk dari platform e-commerce Blibli, melantai di bursa pada 2022. Initial Public Offering (IPO) ini menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia kala itu dengan raihan dana mencapai USD 510 juta. Selain PT Global Digital Niaga Tbk, ada juga PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang dimiliki grup Djarum.
Portofolio Luas: Properti, Elektronik hingga Kendaraan Listrik
Selain sektor keuangan dan digital, keluarga Hartono juga memiliki portofolio bisnis yang luas, termasuk properti premium di Jakarta serta merek elektronik Polytron. Menariknya, Polytron mulai merambah bisnis kendaraan listrik pada 2025 dengan meluncurkan dua model mobil listrik di pasar domestik.
Dengan kombinasi bisnis tradisional dan modern, Michael Hartono berhasil membangun imperium yang bertahan lintas generasi. Warisan kekayaannya tidak hanya tercermin dari angka ratusan triliun rupiah, tetapi juga dari jejak bisnis yang membentuk lanskap industri Indonesia hingga saat ini.
Pemilik Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal di Singapura
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2337575/original/009689300_1534917981-20180822-Bambang-Hartono-4.jpg)
Sebelumnya, kabar duka datang dari PT Djarum. Pimpinan perusahaan, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026.
Corporate Communication Senior Manager Grup Djarum, Budi Darmawan, menyampaikan bahwa almarhum wafat pada pukul 13.15 waktu Singapura.
"Keluarga Besar PT Djarum berduka cita mendalam atas wafatnya Pimpinan Kami, Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," ujar Budi kepada Liputan6.com, Kamis (19/3/2026).
Hingga saat ini, belum disampaikan informasi lebih lanjut terkait penyebab wafatnya maupun rencana prosesi pemakaman.
Kepergian Michael Bambang Hartono menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar PT Djarum. Almarhum dikenal sebagai sosok penting dalam perjalanan perusahaan serta memiliki kontribusi besar dalam dunia usaha di Indonesia.
Pihak perusahaan menyatakan duka mendalam atas kepergian salah satu pemimpin mereka tersebut.
Advertisement
Sosok Michael Bambang Hartono di Mata Ahok dan Raja Juli
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535449/original/049772900_1774011123-IMG_2583.jpeg)
Sebelumnya, kepergian pengusaha nasional Michael Bambang Hartono meninggalkan kesan mendalam bagi banyak tokoh, termasuk mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Ahok mengaku memiliki kedekatan dengan almarhum, meski tidak intens berkomunikasi. Ia mengenang momen kebersamaan saat berdiskusi santai yang sarat inspirasi.
“Kita dekat sekali sih, jarang kontak ya, tapi dulu sering makan bareng sambil tukar pikiran, ide-ide. Bagaimana perjuangan beliau, cara mengatasi bisnis, segala macam. Kita dapat banyak inspirasi, belajar terus,” ujar Ahok usai melayat di Grand Heaven, di Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, Hartono merupakan sosok yang tak pernah berhenti mengasah kemampuan, bahkan di usia lanjut. Ia menilai aktivitas seperti bermain bridge menjadi bukti bahwa almarhum terus melatih ketajaman berpikir.
“Bayangin masih jadi atlet di bridge, saya yakin mesti latih pikiran. Kita nggak boleh diam supaya tetap bisa berpikir. Saya kira sampai sebelum meninggal pun pikirannya masih sangat bagus,” kata dia.
Ahok juga menekankan nilai-nilai yang ditinggalkan Hartono, terutama soal etos kerja dan integritas. Ia menyinggung perjalanan bisnis Djarum yang penuh tantangan, termasuk saat menghadapi musibah kebakaran, namun tetap bangkit.
“Ini model yang kita kehilangan. Salah satu pengusaha besar Indonesia yang memberikan contoh etos kerja, pantang menyerah, dan kejujuran. Nama baik itu di atas segala-galanya,” tegasnya.
Sementara itu, Raja Juli Antoni mengaku tidak memiliki kedekatan personal dengan Hartono. Meski demikian, ia mengenal sosok almarhum melalui keluarga dan pemberitaan media.
“Saya terus terang tidak kenal beliau secara personal. Hanya bertemu beberapa kali di acara, salaman, dan berbicara satu-dua kata,” ujarnya dalam kesempatan serupa.
Figur Luar Biasa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535450/original/037222500_1774011124-IMG_2579.jpeg)
Namun, dari berbagai cerita yang ia dengar, Raja Juli menilai Hartono sebagai figur luar biasa. Salah satu hal yang paling membekas adalah kesederhanaan hidupnya, meski dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.
“Di media juga saya baca, beliau salah satu orang terkaya di Indonesia, namun hidup dengan sangat sederhana. Bisa makan di mana saja, bergaul dengan siapa saja,” kata dia.
Selain itu, ia juga menyoroti prestasi Hartono di kancah internasional, khususnya dalam olahraga bridge, yang dinilai turut mengharumkan nama Indonesia.
“Di usia beliau yang sudah matang, beliau masih mengharumkan nama bangsa, menjadi pemenang di event internasional bridge. Ini sesuatu yang luar biasa,” tambahnya.
Raja Juli menegaskan bahwa meski tidak mengenal secara dekat, sosok Michael Bambang Hartono tetap memberikan kesan mendalam sebagai figur inspiratif yang dikenang luas oleh masyarakat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/2337488/original/079314000_1534913326-20180822VYT_Bridge_Bambang_Hartono_03.JPG)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028216/original/059069000_1732870090-logo_piala_dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471172/original/087617600_1782374206-IMG-20260625-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1429423/original/034441000_1481124036-masayoshi-son-780x439.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4633829/original/039449300_1698951313-IMG_20231102_171131.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563297/original/094224100_1776854368-AP26109199034754.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4059231/original/044001300_1655788404-AP22167561965695.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4753481/original/068010500_1708938257-fotor-ai-2024022616141.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552491/original/081598500_1775810395-Prajogooo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4081368/original/035536900_1657165361-Gaya_David_Beckham_saat_Nonton_Tenis_Wimbledon_2022-AP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875214/original/065543800_1719381472-Miliarder_Vecstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/536200/original/pham-nhat-vuong-130923c.jpg)