TP Rachmat Lepas 42,2 Juta Saham ESSA, Segini Nilainya

Pemegang saham PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) yakni TP Rachmat menjual saham ESSA di kisaran harga Rp 765-Rp 795 per saham.

Diterbitkan 09 Maret 2026, 20:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pemegang saham PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) yakni pengusaha TP Rachmat melepas sekitar 42,2 juta saham ESSA pada 5 Maret 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/3/2026), pemegang saham ESSA yakni TP Rachmat melepas saham ESSA sebanyak tujuh kali transaksi. Ia melepas saham ESSA di kisaran harga Rp 765-Rp 795 per saham. Dengan demikian, nilai penjualan saham ESSA itu sekitar Rp 31,96 miliar.

“Tujuan transaksi divestasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi, ia memiliki 1,18 miliar saham ESSA atau setara 6,86%. Sebelumnya, TP Rachmat mengenggam 1,22 miliar saham ESSA atau setara 7,11%.

Pada penutupan perdagangan saham Senin, 9 Maret 2026, harga saham ESSA terperosok 1,95% ke posisi Rp 755 per saham. Harga saham ESSA dibuka naik 15 poin ke posisi Rp 785 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 770 per saham. Saham ESSA berada di level tertinggi Rp 810 dan level terendah Rp 720 per saham. Total frekuensi perdagangan 26.798 kali dengan volume perdagangan saham 3.919.030 saham. Nilai transaksi Rp 301,9 miliar.

Di sisi lain, IHSG hari ini ditutup turun 3,27% ke posisi 7.337,36. Indeks saham LQ45 terpangkas 3,28% ke posisi 750,57. Seluruh indeks saham acuan memerah.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.403,73 dan level terendah 7.156,68. Sebanyak 708 saham melemah sehingga bebani IHSG. 68 saham menguat dan 41 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.474.203 kali dengan volume perdagangan 46,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 23,9 triliun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat di kisaran 16.940.

Kinerja ESSA

Sebelumnya, PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) mencatat kinerja keuangan lesu sepanjang 2025. Perseroan membukukan penurunan pendapatan dan laba pada 2025 imbas realisasi harga penjualan yang lebih rendah.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (7/3/2026), PT Essa Industries Indonesia Tbk mencatat pendapatan USD 295,01 juta pada 2025. Pendapatan perseroan turun 2,11% dari periode sama tahun sebelumnya USD 301,40 juta.

Penurunan pendapatan itu meski harga LPG dan amonikal masing-masing lebih rendah 8% dan 3,5% YoY. Perseroan menilai, pendapatan relatif terjaga, didukung peningkatan volume pengiriman amoniak sebesar 3%.

Seiring penurunan pendapatan,  laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terpangkas 10,82% menjadi USD 40,29 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 45,18 juta. Perseroan menyatakan, penurunan laba terutama dipengaruhi oleh realisasi harga penjualan yang lebih rendah

Beban pokok pendapatan naik 1,4% menjadi USD 196,15 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 193,36 juta. Laba kotor turun 8,49% menjadi USD 98,86 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 108,04 juta.

 

Aset Perseroan

Perseroan mencatat penurunan beban penjualan menjadi USD 348.006 pada 2025 dari 2024 sebesar USD 426.297. Beban umum dan administrasi naik menjadi USD 27,73 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 25.60 juta. Penghasilan keuangan turun menjadi USD 3,51 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 4,69 juta.

Perseroan mencatat laba sebelum pajak penghasilan turun 7,93% menjadi USD 70,60 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 76,69 juta.

Ekuitas perseroan naik 5,3% menjadi USD 583,64 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 553,87 juta. Liabilitas perseroan susut 54,99% menjadi USD 62,91 juta dibandingkan periode sama tahun sebelumnya USD 139,79 juta.  Aset perseroan merosot 6,7% menjadi USD 646,55 juta pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 693,67 juta. Perseroan kantongi kas dan setara kas USD 125,76 juta pada 2025 dari 2024 sebesar USD 157,47 juta.