Daftar 10 Saham Top Losers pada 23-27 Februari 2026

Berikut 10 saham yang mengalami koreksi besar atau top losers saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,44% pada 23-27 Februari 2026.

Diterbitkan 28 Februari 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir pada perdagangan saham 23-27 Februari 2026. Di tengah koreksi IHSG, ada 10 saham catat penurunan terbesar atau top  losers selama sepekan.

Mengutip data BEI, Sabtu, (28/2/2026), IHSG sepekan terpangkas 0,44% ditutup ke posisi 8.235,48 dari pekan lalu di posisi 8.271,76. Kapitalisasi pasar BEI anjlok 1,03% menjadi Rp 14.787 triliun dari pekan lalu Rp 14.941 triliun.

Rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 3,73% menjadi 2,95 juta kali transaksi dari 3,06 juta kali transaksi pada pekan lalu. Namun, di tengah koreksi IHSG, investor asing mencatat aksi beli saham. Tercatat, investor asing membeli saham Rp 4,90 triliun. Jumlah ini lebih besar dari pekan lalu Rp 2,07 triliun.

Rata-rata frekuensi transaksi harian anjlok 3,72% menjadi 2,95 juta kali transaksi dari pekan lalu 3,06 juta kali transaksi.

Di sisi lain, kenaikan tertinggi tercatat pada rata-rata nilai transaksi harian sebesar 25,35% menjadi Rp 29,52 triliun dari Rp 23,89 triliun pada pekan lalu. Selain itu, rata-rata volume transaksi harian BEI selama sepekan yakni sebesar 8,55% menjadi 51,02 miliar saham dari 47 miliar saham pada pekan lalu.

Pada pekan ini, mayoritas sektor saham melemah. Sektor saham properti dan real estate turun 2,87%, dan catat koreksi terbesar.

Sementara itu, sektor saham energi terpangkas 2,71%, sektor saham consumer nonsiklikal susut 1,67%, sektor saham perawatan kesehatan tergelincir 0,05%. Kemudian sektor saham teknologi melemah 2,13%, sektor saham infrastruktur terpangkas 3,08% dan sektor saham transportasi dan logistik susut 3,94%.

Di sisi lain, sektor saham industri meroket 5,24% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic materials mendaki 3,21%, sektor saham consumer siklikal meroket 1,23%. Lalu sektor saham keuangan bertambah 1,08%.

Top Losers Sepekan

Di tengah IHSG yang melemah pekan ini, 10 saham catat koreksi terbesar melebihi kinerja IHSG. Berikut 10 saham top losers sepekan berdasarkan data BEI:

1.PT Indospring Tbk (INDS) merosot 49,59% menjadi Rp 1.230 per saham dari pekan lalu Rp 2.440 per saham.

2.PT Satria Mega Kencana TBK (SOTS) merosot 41,67% menjadi Rp 1.260 per saham dari pekan lalu Rp 2.160 per saham.

3.PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) merosot 34,74% menjadi Rp 930 per saham dari pekan lalu Rp 1.425 per saham.

4.PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) merosot 27,94% menjadi Rp 4.630 per saham dari pekan lalu Rp 6.425 per saham.

5.PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) merosot 24,86% menjadi Rp 665 per saham dari pekan lalu Rp 885 per saham.

6.PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) merosot 22,13% menjadi Rp 366 per saham dari pekan lalu Rp 470 per saham.

7.PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) merosot 21,72% menjadi Rp 346 per saham dari pekan lalu Rp 442 per saham.

8.PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) merosot 21,53% menjadi Rp 328 per saham dari pekan lalu Rp 418 per saham.

9.PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) merosot 20,43% menjadi Rp 8.275 per saham dari pekan lalu Rp 10.400 per saham.

10.PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) merosot 20,16% menjadi Rp 206 per saham dari pekan lalu Rp 258 per saham.

Kinerja IHSG Pekan Lalu

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham 16-20 Februari 2026. IHSG sepekan dinilai dipengaruhi sentimen global dan domestik. Salah satunya reformasi pasar modal.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (21/2/2026), IHSG sepekan menguat 0,72% ke posisi 8.271,76. IHSG pekan ini melanjutkan meski tak sebesar pekan lalu. Pada pekan lalu, IHSG melompat  3,49% ke level 8.212,27.

Sementara itu, kapitalisasi pasar naik 0,35% menjadi Rp 14.941 triliun dari pekan lalu Rp 14.889 triliun. Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, pergerakan IHSG masih dibayangi sentimen global dan domestik. Dari global, menurut Reydi arah suku bunga The Federal Reserve (the Fed), tensi geopolitik, serta pergerakan harga komoditas masih jadi faktor utama.

"Dari domestik, isu reformasi pasar, free float, aliran dana asing mempengaruhi psikologi investor. Pasar saat ini masih dalam fase wait and see. Asing belum agresif masuk, tapi tekanan jual juga mulai mereda. Artinya volatilitas masih tinggi, namun fase panic selling sudah lewat,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Pada pekan ini, investor asing membeli saham Rp 2,07 triliun. Kondisi ini berbeda dari pekan lalu dengan aksi jual saham Rp 5,47 triliun.  Sepanjang  2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 14,42 triliun.

Peningkatan tertinggi tercatat pada rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 11,99% menjadi 3,06 juta kali transaksi dari 2,73 juta kali transaksi pada pekan lalu. Selanjutnya, peningkatan turut dialami oleh rata-rata volume transaksi harian BEI pada pekan ini, yakni sebesar 3,87% menjadi 47 miliar lembar saham dari 45,24 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga turut meningkat, sebesar 3,02% menjadi Rp 23,89 triliun dari Rp 23,19 triliun pada pekan sebelumnya.

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • Top Losers
  • Top Losers Sepekan
  • Perdagangan Saham