Direksi EXCL Tambah Kepemilikan 342.200 Saham, Segini Nilainya

Anggota Direksi PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), Yessie Dianty Yosetya menambah kepemilikan saham perseroan.

Diterbitkan 18 Februari 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Direksi PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), Yessie Dianty Yosetya, melaporkan penambahan kepemilikan saham perseroan.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/2/2026), Yessie melakukan pembelian sebanyak 342.200 saham biasa pada 13 Februari 2026 dengan harga Rp 2.880 per saham. Dengan demikian, total dana yang dikeluarkan dalam transaksi tersebut mencapai Rp 985.536.000.

Sebelum transaksi, Yessie tercatat memiliki 1.899.700 saham atau setara 0,0104% hak suara. Setelah transaksi, jumlah kepemilikannya meningkat menjadi 2.241.900 saham atau setara 0,0123% hak suara.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa status kepemilikan dilakukan secara langsung dan tujuan transaksi adalah pembelian. Transaksi dikategorikan sebagai pembelian saham biasa, tanpa adanya perubahan status pengendalian.

Yessie juga menyatakan bahwa dirinya bukan merupakan pengendali dan tidak terdapat kelompok terorganisasi dalam pelaporan tersebut.

Laporan ini disampaikan sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka serta Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.

Sebelumnya,  PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membukukan kinerja keuangan beragam pada 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan tetapi berbalik rugi hingga 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk meraup pendapatan Rp 42,44 triliun hingga 2025. Pendapatan naik 23,41% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 34,39 triliun.

 

Beban Penjualan

Beban naik 52,21% menjadi Rl 43,58 triliun hingga 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 26,63 triliun. Pada pos beban, perseroan mencatat kenaikan beban gaji dan kesejahteraan karyawan naik menjadi Rp4,28 triliun dari periode 2024 sebesar Rp 1,73 triliun.

Beban penjualan dan pemasaran naik menjadi Rp 2,29 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,09 triliun. Beban infrastruktur naik dari Rp 8,94 triliun menjadi Rp 12,32 triliun.

Perseroan mencatat keuntungan kurs menjadi Rp 8,69 triliun dari periode sama tahun sebelumnya rugi kurs Rp 16,3 triliun. Biaya keuangan naik menjadi Rp 4,01 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,11 triliun.

Seiring hal itu, perseroan berbalik rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 4,42 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,81 triliun. Perseroan mencatat rugi per saham dasar dan dilusi Rp 276 dari periode 2024 Rp 139.

 

Ekuitas Naik

Ekuitas naik 14,4% menjadi Rp 30 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 26,22 triliun.

Liabilitas jangka panjang naik menjadi Rp 53,47 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 38,93 triliun. Liabilitas jangka pendek bertambah menjadi Rp 31,8 triliun dari periode 2024 sebesar Rp 21,01 triliun.

Aset perseroan melonjak 33,8% menjadi Rp 115,31 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 86,17 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 2,66 triliun. 

  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • liputan6
    Pasar modal adalah seluruh kegiatan yang mempertemukan penawaran dan permintaan dana jangka panjang.
    pasar modal
  • liputan6
    Otoritas Jasa Keuangan atau OJK adalah lembaga yang berfungsi untuk mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan di sektor keuangan.
    OJK
  • transaksi