BEI Hentikan Sementara Perdagangan Efek WIKA, Ini Alasannya

Berikut alasan Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan efek PT Wijaya Karya Tbk (WIKA).

Diterbitkan 18 Februari 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan atau suspensi efek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan kode saham WIKA.

Dikutip dari Keterbukaan informasi BEI, Rabu (18/2/2026), penghentian resmi berlaku hari ini 18 Februari 2026, yang ditandatangani oleh Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Adi Pratomo Aryanto, dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A. Adapun penghentian tersebut dikarenakan Perseroan telah menunda pembayaran bunga Obligasi dan pendapatan bagi hasil Sukuk Mudharabah yang dijadwalkan pada 18 Februari 2026.

WIKA telah menunda selama lima kali pembayaran Obligasi dan pendapatan bagi hasil Sukuk Mudharabah, yakni:

1. Bunga ke-16 Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 Seri A (WIKA02ACN2).

2. Bunga ke-16 Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 Seri B (WIKA02BCN2).

3. Bunga ke-16 Obligasi Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 Seri C (WIKA02CCN2).

4. Pendapatan bagi hasil ke-16 Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 Seri B (SMWIKA02BCN2).

5. Pendapatan bagi hasil ke-16 Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 Seri C (SMWIKA02CCN2). BEI menilai, dengan adanya penundaan pembayaran tersebut, mengindikasikan adanya permasalahan pada kelangsungan usaha Perseroan.

"Dengan mempertimbangkan hal tersebut, Bursa Efek Indonesia (Bursa) memutuskan untuk melanjutkan penghentian sementara (Suspensi) Perdagangan Efek PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) di Seluruh Pasar hingga pengumuman Bursa lebih lanjut," tulis BEI.

Bursa meminta kepada pihak-pihak terkait untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.

 

WIKA Kantongi Kontrak Baru Rp 17,43 Triliun sepanjang 2025

Sebelumnya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp 17,43 triliun sepanjang 2025. Pencapaian tersebut menandakan kesinambungan kinerja positif Perseroan di tengah tantangan industri konstruksi nasional.

Dari sisi segmentasi industri, kontrak baru WIKA didominasi oleh segmen Infrastruktur dan Building. Kontribusi ini berasal dari berbagai proyek seperti jalan dan jembatan, pengelolaan sumber daya air, hingga pembangunan gedung pemerintahan dan fasilitas publik.

Di sisi lain, segmen Energy & Industrial Plant (EPCC), Industri Penunjang Konstruksi, Properti & Realty, serta Investasi turut melengkapi portofolio Perseroan melalui komposisi proyek yang beragam dan seimbang.

Sepanjang tahun 2025, WIKA berhasil mengamankan sejumlah proyek infrastruktur strategis yang tidak hanya mendukung program pemerintah, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangunan dan peningkatan infrastruktur di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Proyek Akses Tol Patimban Paket 2 guna memperkuat konektivitas logistik, Proyek Pengendalian Banjir Merauke serta pengembangan jaringan irigasi di Sumatera Utara untuk mendukung ketahanan air.

Selain itu, WIKA juga mengerjakan Program Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan, pembangunan fasilitas kesehatan RS Sardjito Yogyakarta untuk peningkatan layanan kesehatan, serta Proyek Pembangunan Pipa Transmisi Gas Segmen SKG Belawan–Stasiun Labuhan Batu yang berperan dalam mendorong hilirisasi industri nasional.

 

Kontrak di Luar PSN

Di luar proyek strategis nasional, WIKA turut menjalankan tanggung jawab sosial melalui pembangunan Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang. Proyek ini merupakan respons cepat Perseroan dalam membantu masyarakat terdampak bencana dengan menyediakan hunian sementara yang layak, aman, dan nyaman selama proses pemulihan.

Selain itu, WIKA juga dipercaya oleh Kementerian Pekerjaan Umum sebagai pelaksana Paket Pekerjaan Penanganan Keadaan Darurat Pasca Bencana Aceh 1 yang mencakup wilayah Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (BW), menyampaikan bahwa capaian kontrak baru sepanjang 2025 merupakan buah dari konsistensi transformasi Perseroan yang menitikberatkan pada keunggulan pelaksanaan proyek, pengelolaan risiko yang disiplin, serta penerapan strategi berorientasi pada arus kas.

“Perolehan kontrak ini menunjukkan kepercayaan pemangku kepentingan yang terus terjaga. WIKA akan memastikan setiap proyek dijalankan secara profesional, efisien, berkelanjutan dan bermanfaat untuk mewujudkan program Asta Cita yang dicanangkan Pemerintah,” ujar Agung BW dalam keterangan resmi, dikutip Senin (12/1/2026).

Tingkatkan Daya Saing

Ke depan, WIKA tetap optimistis terhadap prospek perolehan kontrak seiring komitmen pemerintah dalam mendorong pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, dan penguatan konektivitas nasional.

Dengan kapabilitas sebagai kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC) nasional yang terintegrasi serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara berkelanjutan, WIKA meyakini mampu terus meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.