Penjualan Unilever Indonesia Tembus Rp 31,9 Triliun pada 2025

Unilever Indonesia (UNVR) catat penjualan Rp 7,9 triliun pada kuartal IV 2025.

Diterbitkan 12 Februari 2026, 15:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Benjie Yap memaparkan, kinerja keuangan perseroan sepanjang 2025 termasuk penjualan dengan menekankan pemulihan yang semakin solid, terutama pada kuartal keempat.

Ia menegaskan, laporan kinerja tahun ini difokuskan pada operasi berkelanjutan, tidak termasuk bisnis es krim dan Teh Sariwangi yang dikategorikan sebagai operasi yang dihentikan.

"Saya ingin mengklarifikasi istilah yang akan kita gunakan sepanjang presentasi hari ini. Untuk hasil setahun penuh, kami melaporkan kinerja kami berdasarkan operasi berkelanjutan, yang tidak termasuk es krim dan Bisnis Teh Sariwangi," kata Benjie Yap, dalam Laporan Kinerja Keuangan PT Unilever Indonesia Tahun 2025, secara virtual Kamis (12/2/2026).

Pada kuartal keempat 2025, Unilever Indonesia mencatat penjualan bersih sebesar Rp 7,9 triliun. Angka ini melonjak 17,5% secara tahunan (year on year/yoy), mencerminkan kinerja yang kuat di akhir tahun.

"Pada kuartal keempat tahun 2025, kami memberikan kinerja yang kuat dengan penjualan bersih sebesar Rp 7,9 triliun, yang mewakili peningkatan 17,5% dari tahun ke tahun," ujarnya.

Benjie Yap menjelaskan, pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan volume yang signifikan sebesar 12,4%. Lonjakan volume ini merupakan hasil dari pengaturan ulang bisnis secara ekstensif yang telah dimulai sejak tahun sebelumnya, serta efek pembanding yang lebih rendah pada periode yang sama tahun lalu.

Menurut dia, kinerja solid di kuartal terakhir turut memperkuat momentum pemulihan operasional Unilever Indonesia. Tren volume yang terus membaik menjadi sinyal bahwa permintaan konsumen mulai pulih secara lebih merata di berbagai kategori produk utama.

Kinerja Setahun Penuh Tumbuh Seimbang

Untuk tahun buku 2025, penjualan Unilever Indonesia tumbuh 4,3% menjadi Rp 31,9 triliun. Penjualan domestik mencatat pertumbuhan stabil, sementara bisnis ekspor perseroan terus menunjukkan kinerja yang positif.

"Untuk setahun penuh 2025, penjualan tumbuh sebesar 4,3% menjadi Rp 31,9 triliun. Penjualan domestik tumbuh stabil, dan bisnis ekspor kami terus berkinerja baik," ujar Benjie.

Sepanjang tahun, perseroan membukukan pertumbuhan volume sebesar 1,2% dan kenaikan harga rata-rata sebesar 2,8%. Kombinasi ini mencerminkan pemulihan yang dinilai seimbang dan sehat, tidak hanya bertumpu pada penyesuaian harga semata.

 

Profitabilitas Meningkat

Dari sisi profitabilitas, margin kotor Unilever Indonesia pada kuartal keempat 2025 tercatat sebesar 41,1%. Margin ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya akibat adanya biaya transformasi yang telah disampaikan perseroan sejak kuartal sebelumnya. Namun, jika biaya transformasi tersebut dikecualikan, margin kotor Q4 sebenarnya meningkat sebesar 281 basis poin.

Laba sebelum pajak kuartal keempat naik 7,5% secara tahunan, dan berpotensi mencapai 15% tanpa memperhitungkan biaya transformasi. Laba bersih kuartal keempat tercatat Rp 0,5 triliun, atau Rp 1 triliun jika disesuaikan. "Untuk tahun penuh 2025, margin kotor untuk tahun tersebut adalah 46,9%. Tidak termasuk biaya transformasi, margin kotor akan meningkat sebesar 46 basis poin," pungkasnya.