Liputan6.com, Jakarta - Status pasar saham Indonesia menghadapi risiko untuk berubah dari emerging market menjadi frontier market. Hal ini setelah penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyatakan investor menyoroti masalah fundamental terkait kemampuan investasi masih berlanjut karena kurangnya transparansi dalam struktur kepemilikan saham dan kekhawatiran tentang kemungkinan perilaku perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga yang tepat.
Seiring hal itu, MSCI menilai perlu informasi lebih rinci dan andal tentang struktur kepemilikan saham, termasuk kemungkinan pemantauan konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi, diperlukan untuk mendukung penilaian yang kuat terhadap free float dan kemampuan investasi di seluruh Indonesia.
MSCI pun memberikan waktu hingga Mei 2026 supaya transparansi ditingkatkan. Jika tidak mencapai kemajuan yang signifikan, MSCI menyebutkan akan menilai kembali status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.
Advertisement
Seiring hal itu, apa itu frontier market dan perbedaannya dengan emerging market?
Pengamat pasar modal Reydi Octa menjelaskan, frontier market adalah kategori bursa saham yang masih berada pada tahap awal perkembangan dengan likuiditas lebih rendah, akses investor asing terbatas, dan risiko lebih tinggi dibandingkan emerging market.
Sedangkan emerging market memiliki pasar lebih besar, likuiditas dan infrastruktur yang lebih matang sehingga menjadi tujuan utama investor asing. “Frontier market lebih volatile dan sensitif terhadap perubahan arus modal,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Reydi mengatakan, jika status pasar Indonesia berubah menjadi frontier market, dampaknya menurunkan minat investor institusi global, potensi outflow dana pasif dan meningkatnya volatilitas pasar.
“Namun, menurut saya, risiko tersebut relatif kecil dalam waktu dekat, karena fundamental ekonomi Indonesia masih jauh lebih besar dibandingkan karakteristik frontier market,” kata dia.
Sejarah Frontier Market
Dalam riset Ashmore Asset Management Indonesia juga menyebutkan,risiko perubahan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi frontier market tidak tepat. Hal ini karena dibandingkan pasar saham di negara lain yang masuk frontier market, Indonesia memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) nominal, PDB per kapita, stabilitas makro ekonomi serta kapitalisasi pasar yang lebih kuat di antara faktor lainnya.
Mengutip Investopedia, Minggu (1/2/2026), istilah frontier market atau pasar perbatasan diciptakan pada 1992 oleh Farida Khambata saat ia bekerja di Bank Dunia.
Investopedia menyebutkan, frontier market meski lebih kecil, kurang mudah diakses dan agak berisiko tetapi masih dapat investasi. Pasar ini dianggap menarik oleh investor yang mencari pengembalian jangka panjang yang substansial karena pasar ini berpotensi menjadi jauh lebih stabil dan mapan selama beberapa dekade.
Namun, ada juga kemungkinan bagi pasar berkembang untuk kembali ke status frontier market, dan investasi di pasar ini masih berisiko.
Investor mengejar pasar frontier untuk mencari potensi keuntungan tinggi. Hal ini karena banyak frontier market yang belum memiliki pasar saham yang berkembang, investasi sering kali bersifat pribadi atau langsung di perusahaan rintisan dan infrastruktur.
Meski dimungkinkan untuk mencapai hasil yang kuat dari investasi di frontier market, investor harus menerima risiko lebih tinggi daripada di Amerika Serikat dan Eropa.
Advertisement
Negara yang Masuk Frontier Market
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4822447/original/031589300_1714908541-fotor-ai-20240505174529.jpg)
Beberapa risiko yang dihadapi investor di frontier market berkembang adalah ketidakstabilan politik, likuiditas yang buruk, regulasi yang tidak memadai, pelaporan keuangan yang tidak standar, dan fluktuasi mata uang yang besar. Selain itu, banyak pasar terlalu bergantung pada komoditas yang volatil.
Pasar saham sejumlah negara yang masuk frontier market
Berdasarkan MSCI pada 31 Desember 2025, negara yang masuk frontier market antara lain Bahrain, Bangladesh, Benin, Burkina Faso, Kroasia, Estonia, Guinea-Bissau, Iceland, Ivory Coast, Yordania, Kazakhstan, Kenya, Latvia, Lithuania, Mauritiuss, Morocco, Mali, Niger, Oman, Pakistan, Romania, Senegal, Serbia, Slovenia, Sri Lanka, Togo, Tunisia dan Vietnam.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1556410/original/099601400_1491299461-ISHG5.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5028216/original/059069000_1732870090-logo_piala_dunia_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471172/original/087617600_1782374206-IMG-20260625-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3146516/original/009220300_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4395876/original/019416500_1681520993-WhatsApp_Image_2023-04-14_at_18.48.26.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5704262/original/073809700_1778586287-Elnusa-12_Mei_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008993/original/066039300_1577703438-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112073/original/098823700_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3194079/original/097851200_1596032514-Foto_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487883/original/066756000_1769682062-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046088/original/077180100_1581323846-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-5.jpg)