Saham Grup Adani Anjlok Setelah SEC Bakal Panggil Miliarder Gautam Adani

Saham Adani kembali rontok imbas tuduhan penyuapan dan penipuan dari SEC.

Diterbitkan 24 Januari 2026, 14:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saham perusahaan-perusahaan grup Adani turun antara 5-13% pada Jumat, 23 Januari 2026. Koreksi saham perusahaan grup Adani terjadi setelah berkas pengadilan menunjukkan US Securities and Exchange Commission (SEC) atau Komisi Sekuritas dan Bursa AS berencana mengirimkan surat panggilan kepada pendiri Gautam Adani dan keponakannya Sagar Adani atas tuduhan penyuapan dan penipuan.

Mengutip CNBC, Sabtu (24/1/2026), miliarder India Gautam Adani, chairman grup Adani dan salah satu orang terkaya di dunia, didakwa bersama tujuh pria lainnya di pengadilan federal New York pada November 2024 atas tuduhan terkait skema penyuapan dan penipuan besar-besaran.

SEC telah menghubungi Hakim Distrik AS, Nicholas Garaufis di Brooklyn untuk meminta izin mengeluarkan surat panggilan hukum kepada Chairman grup Adani, Gautam Adani dan Direktur Eksekutif Adani Green Energy, Sagar Adani, menurut berkas pengadilan.

Saham Adani Green Energy merosot 14%. Sedangkan saham Adani Enterprises susut 10,7% pada Jumat pekan ini. Saham Adani Power turun 5,%.

Para eksekutif grup Adani didakwa menyesatkan investor Amerika Serikat (AS) dan internasional tentang kepatuhan perusahaan mereka terhadap praktik anti penyuapan dan anti korupi. Mereka mengumpulkan dana lebih dari USD 3 miliar atau Rp 50,38 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.800) sebagai modal untuk mendanai kontrak energi itu.

Kementerian Hukum dan Keadilan India telah dua kali menolak tahun lalu untuk menyampaikan surat panggilan kepada Gautam Adani dan Sagar Adani berdasarkan Konvensi Den Haag, kata SEC kepada pengadilan. "Kementerian tampaknya menyatakan bahwa SEC tidak memiliki wewenang untuk menggunakan Konvensi Den Haag atau meminta penyampaian Surat Panggilan," katanya.

Adani dan beberapa terdakwa lainnya dituduh telah membayar pejabat pemerintah India lebih dari USD 250 juta dalam bentuk suap untuk mendapatkan keuntungan kontrak pasokan energi surya senilai lebih dari USD 2 miliar.

Saham Adani Group Melonjak 19% Meski Diterjang Kasus Suap

Sebelumnya, saham Adani Group naik lebih tinggi pada hari Jumat (29/11), melanjutkan reli selama beberapa hari setelah pernyataan raksasa energi asal India tersebut membantah tuduhan kasus suap terhadap bosnya, Gautam Adani.

Melansir CNBC International, Sabtu (30/11/2024) saham Adani Green Energy melonjak hingga 19%. Saham tersebut telah menutup kerugiannya secara substansial sejak hari terburuknya dalam enam bulan pada 21 November, ketika mengalami penurunan lebih dari 18% menjadi 1.145,70 rupee.

Saham tersebut terakhir diperdagangkan pada 1.286,1 pada hari Jumat (29/11) waktu setempat.

Saham Adani Energy juga mengalami kenaikan hingga 14,4% pada hari Jumat sementara saham Adani Total melonjak hingga 7,2%, dan telah mengalami kenaikan 43% sejak aksi jual menyusul dakwaan tersebut.

Penguatan saham terjadi ketika TotalEnergies mengumumkan untuk menangguhkan investasi baru yang terkait dengan Adani Group.

Mohit Mirpuri, manajer dana ekuitas di SGMC Capital menilai bahwa pemulihan saham Adani Group baru-baru ini mencerminkan peningkatan hati-hati dalam sentimen investor. Ia juga memperingatkan akan adanya lebih banyak volatilitas seiring dengan perkembangan kasus ini.

Penguatan ini juga menyusul pengajuan oleh Adani Green Energy pada hari Rabu, yang menyatakan Adani dan keponakannya Sagar Adani tidak didakwa dengan pelanggaran FCPA (Undang-Undang Praktik Korupsi Asing AS) dalam dakwaan yang ditetapkan dalam dakwaan.

 

Didakwa Sesatkan Investor

Setelah rilis pada hari Rabu, saham Adani Green Energy pulih 10%, sementara perusahaan induk Adani Enterprises melonjak 11,5%.

Sebagai informasi, miliarder sekaligus bos Adani Group, Gautam Adani dan tujuh terdakwa lainnya didakwa di pengadilan federal New York pekan lalu atas dugaan keterlibatan mereka dalam skema suap dan penipuan yang luas.

Miliarder berusia 62 tahun itu dituduh membayar suap lebih dari USD 250 juta kepada pejabat pemerintah India untuk mengamankan kontrak energi surya yang dapat menghasilkan laba lebih dari USD 2 miliar.

Bos Adani Group juga didakwa menyesatkan investor AS dan internasional tentang kepatuhan perusahaan terhadap standar antikorupsi dan penyuapan sambil mengumpulkan lebih dari USD 3 miliar untuk membiayai proyek energi.

Â