Saham ASII Merosot 11,34% hingga Sesi Pertama

Berikut pergerakan harga saham PT Astra International Tbk (ASII) hingga sesi pertama perdagangan saham Rabu, (21/1/2026).

Diterbitkan 21 Januari 2026, 13:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Astra International Tbk (ASII) melemah pada sesi pertama perdagangan saham Rabu, (21/1/2026). Koreksi harga saham ASII terjadi setelah izin usaha tambang Martabe milik grup Astra yakni PT United Tractors Tbk (UNTR) dicabut oleh pemerintah imbas bencana Sumatera. Selain itu, harga saham ASII yang terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan.

Mengutip data RTI, harga saham ASII turun 11,34% ke posisi Rp 6.450 per saham. Harga saham UNTR dibuka turun 975 poin ke posisi Rp 6.300 dari penutupan sebelumnya Rp 7.275 per saham. Saham UNTR berada di level tertinggi Rp 6.800 dan level terendah Rp 6.300 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 41.626 kali dengan volume perdagangan saham 2.015.219 kali dengan nilai transaksi Rp 1,3 triliun. Kapitalisasi pasar saham ASII mencapai Rp 261,12 triliun.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham ASII melemah 10,42% dalam lima hari terakhir.Sepanjang 2025, harga saham ASII naik 31,36%.

Di sisi lain, IHSG hari ini ditutup turun 1,24% ke posisi 9.021,48 pada sesi pertama. Indeks saham LQ45 melemah 1,17% ke posisi 873,99. Sebagian besar indeks saham indeks acuan tertekan.

Analis pasar modal Hendra Wardana, menilai pergerakan IHSG diperkirakan masih fluktuatif dengan kecenderungan sideways hingga menguat terbatas, seiring pelaku pasar menunggu hasil resmi Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.

"Selama BI mampu menjaga kebijakan moneter yang kredibel dan berorientasi pada stabilitas, sentimen pasar relatif akan tetap terjaga," kata Hendra kepada Liputan6.com, Rabu pekan ini.

 

Sentimen IHSG

Namun, volatilitas rupiah tetap menjadi faktor kunci yang memengaruhi arah pasar jangka pendek, terutama bagi investor asing. Jika tekanan pada nilai tukar mulai mereda, IHSG berpeluang kembali menguji area resistance atas. "Sebaliknya, jika rupiah kembali tertekan, potensi aksi ambil untung jangka pendek akan meningkat," ujarnya.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 9.105,23 dan level terendah 8.999,89. Sebanyak 575 saham melemah sehingga bebani IHSG. 143 saham menguat dan 83 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.564.254 kali dengan volume perdagangan saham 38,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.954.

Dari 11 sektor saham, sektor saham basic naik 0,39%. Sedangkan sektor saham lainnya melemah. Sektor saham industri merosot 6,77% dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 1,03%, sektor saham consumer nonsiklikal merosot 0,145, sektor saham consumer siklikal terpangkas 0,56%.

Lalu sektor saham kesehatan turun 0,67%, sektor saham keuangan merosot 1,25%, sektor saham properti melemah 3,34%. Selanjutnya sektor saham teknologi terpangkas 1,4%, sektor saham infrastruktur turun 1,44% dan sektor saham transportasi melemah 2,51%.

 

Izin Tambang Agincourt Dicabut

Pemerintah mencabut izin usaha 28 perusahaan yang terbukti melanggar kegiatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Kebijakan pencabutan izin ini dilakukan setelah hasil pengauditan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). 

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menuturkan, proses audit dipercepat setelah bencana pada tiga provinsi di Sumatera. Dalam rapat terbatas tersebut, Satgas PKH melaporkan hasil investigasi terhadap setiap perusahaan yang terindikasi melakukan pelanggaran.

"Berdasarkan laporan tersebut, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan daring, Selasa,20 Januari 2026.

Dari 28 perusahaan itu, 22 perusahaan merupakan perusahaan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH) Hutan Alam dan Hutan Tanaman. Wilayahnya seluas 1.010.592 hektare. Selain itu, enam perusahaan di sektor tambang dan perkebunan. "Serta 6 perusahaan di bidang tambang, perkebunan, dan perizinan berusaha pemanfaatan hasil hutan kayu atau PBPHHK,” ujar dia.

Dari enam perusahaan di bidang tambang, perkebunan dan pemanfaatan hasil hutan kayu, salah satunya PT Agincourt Resources yang merupakan anak usaha PT United Tractors Tbk. Agincourt Resources mengelola tambang emas Martabe. Saat ini luas tambang menjadi 130.252 hektar yang berlokasi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Mandailing Natal. Area operasional tambang emas Martabe dalam konsensi yang terletak di Kabupaten Tapanuli Selatan dan meliputi area seluas 509 hektar pada 22 Januari 2022.